logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Referensi    Psikologi    Artikel Umum Psikologi    Artikel Psikologi

Artikel Psikologi: Belajar dari Wolby

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Hewan peliharaan tidak hanya akan membuat kita lebih bahagia dan terbebas dari stres. Hewan peliharaan bisa juga memberi kita pelajaran hidup yang luar biasa serta memberi inspirasi yang tiada hentinya. Seperti cerita dalam artikel psikologi berikut.

Aku dan Wolby

Wolby adalah kelinci Australia berbulu lebat, lembut, berwarna abu-abu. Wolby masuk dalam kehidupanku saat ia berusia 2 bulan. Matanya yang lucu dengan pandangan yang begitu menggemaskan langsung menghilangkan rasa takutku untuk menyentuhnya.

Ketiadaan pengetahuan bagaimana memelihara kelinci, aku dengan santainya memberi Wolby makanan apa saja yang bisa aku temui di halaman belakang. Daun sirih, daun katuk, sisa sayur, kulit buah, rerumputan, daun pandan, bahkan nasi. Entah apa memang Wolby doyan atau lapar, semua makanan yang kuberikan kepadanya habis dilahap. 

Wolby adalah kelinci yang hebat dan penurut. Toilet training yang aku ajarkan langsung dipatuhinya. Jadi, Wolby mempunyai tempat membuang kotoran. Bila kami masih bermain di halaman depan dan Wolby ingin pipis, dia akan terlihat gelisah. Aku tahu maksudnya. Wolby mampu menahan pipis. Bila aku pulang kerja, Wolby akan mengelilingiku dan memintaku untuk mengelusnya.

Apa yang diajarkan Wolby kepadaku?

  1. Wolby membuatku semakin sabar dan penuh perhatian. Aku yang dahulu cukup egois, kini mampu melihat cinta yang harus kubagikan kepada orang lain. 
  2. Aku mulai tahu kebiasaan Wolby dan Wolbypun tahu kebiasaanku. Hanya dengan memeluk dan mendekapnya, aku merasa begitu tenang. Aku mulai sering memeluk mamaku dan ternyata aku merasakan kenyamanan yang hampir sama. 
  3. Aku sering curhat kepada Wolby. Wolby yang tidak mengeluarkan suara apa pun, mendengarkan aku dengan saksama. Kini aku menyadari bahwa betapa pentingnya menjadi seorang pendengar yang baik. 
  4. Dengan semakin sering mengelus dan membelai Wolby, aku mulai mengetahui bahwa belaian, elusan, dan sentuhan, mampu membuat kita tenang. Kini aku semakin sering menyentuh tangan mamaku. Akupun sering membelai rambut dan punggungnya. Mamaku suka.
  5. Saat aku membelikan Wolby seorang teman yang aku beri nama Mona, aku mulai mengerti bahwa Wolby mengajari Mona tentang toilet training. Jadi aku tak harus bersusah payah membuat Mona mengerti di mana harus buang kotoran. Hewan pun saling mengajari ternyata.
  6. Wolby memberi perhatian kepada Mona, tapi cintanya kepadaku tidak berkurang. Wolby tidak berubah. Wolby tetap menggemaskan. Aku tahu kini bahwa kita bisa membagi rasa sayang kepada orang banyak tanpa harus mengurangi cinta kita kepada orang yang terlebih dahulu hadir dalam hidup kita.

Kini Wolby telah tiada. Wolby meninggalkan aku ketika berusia 4 tahun. Tapi kenangan dan pelajaran yang diberikannya kepadaku selama 4 tahun itu, begitu membekas dan selama itu juga hidupku, pandanganku terhadap cinta berubah. Kehadiran Wolby adalah turning point yang cukup penting bagiku.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Psikologi Keluarga dan Fenomena Bunuh Diri
  • Penyakit Seksual: Disfungsi Ereksi pada Pria
  • Gejala dan Penanganan Depresi pada Lansia
  • Apakah Depresi Adalah Tanda Ketidakmampuan Menghadapi Hidup?
  • Gambaran Karakter Manusia dalam Film
  • Macam-Macam Penyakit Kejiwaan dalam Islam
  • Melirik Gangguan Kejiwaan Schizophrenia di Film Beautiful Mind
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA