Artikel Sejarah Islam: Persebaran Ilmu Pengetahuan Islam
Banyak artikel sejarah Islam yang pernah ditulis. namun, dalam artikel sejarah islam yang akan disajikan kali ini bukanlah tentang persebaran agama islam, melainan lebih kepada persebaran ilmu pengetahuan islam ke wilayah Barat.
Sejarah Islam mencatat bahwa Islam pernah berjaya bukan saja memperluas wilayah persebaran agama, melainkan juga menguasai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Berbagai bidang kajian ilmu lahir dari para ilmuwan muslim dan masih digunakan hingga sekarang.
Hanya saja pada pemahaman sekarang seolah-olah ilmu pengetahuan tersebut berpusat di Barat atau Eropa sehingga kita berarmai-ramai berkiblat ke Barat untuk memperoleh ilmu pengetahuan tersebut.
Sejak awal abad kedelapan hingga akhir abad keempat belas, bangsa Arab bergairah menuntut ilmu dan membaginya kepada bangsa-bangsa lain yang datang untuk memperolehnya. Ketika bangsa-bangsa liar, seperti Daylamit, Saljuk, Tartar, dan Berber berhubungan dengan peradaban Islam, mereka mulai mempelajari dan memadukan kebudayaan Arab secara damai.
Bencana paling besar yang diderita kaum Muslim adalah saat penyerbuan gerombolan Tartar di bawah Changiz Khan dan Hulagu. Penyerbuan tersebut sempat mendapatkan perlawanan dari sultan Mamluk dari Mesir.
Mesir dan Siria selamanya akan mencanangkan keagungan Salahuddin, Ruknuddin Baibar, dan Saifuddin Qala-un.
Persebaran Sampai Eropa
Hal yang sangat menarik untuk diketahui adalah bagaimana ilmu pengetahuan dan kebudayaan Arab menyebar ke Eropa?
Sebelumnya ilmu pengetahuan modern telah lama digagas oleh para ilmuwan muslim. Kita mengenal nama beberapa nama ilmuwan muslim berikut.
- Ibnu Sina yang dikenal ahli di bidang kedokteran. Selain itu, Ibnu Sina pun dikenal sebagai ahli matematika, logika, filsafat, astronomi, musik dan sastra.
- Ibnu Ismail Al Jazari yang merintis pembuatan robot pada abad ke-13. Hal ini jauh sebelum Leonardo da Vinci dari Italia sanggup merancang robotnya pada 1478.
- Jabir bin Hayyan yang dikenal sebagai ahli kimia. Jabir bin Hayyan merupakan orang pertama yang menemukan Sulfuric Acid yang disebut Concentrated Sulfuric Acid. Ia juga telah menemukan zat yang dinamakan Sodium Hidroksida.
- Al Khawarizmi dikenal sebagai ahli matematika. Selain itu, ia juga dikenal sebagai seorang astronom, menekuni pula bidang geografi, musik, dan sejarah.
- Abbas Ibnu Firnas dikenal sebagai ilmuwan peletak dasar pesawat terbang. Hal ini dilakukannya jauh sebelum Wright bersaudara bereksperimen membuat pesawat terbang.
- Ibnu Khaldun sebagai Bapak Ekonomi dunia. Ia pun menjadi peletak dasar histografi dan sosiologi.
Hasil kajian dan penemuan para ilmuwan muslim tersebut kemudian menyebar ke berbagai wilayah, termasuk Eropa. Sisilia dan Spanyol, merupakan sumber-sumber utama penyebaran. Dari Sisilia, Roger II, Frederick II, dan Hohenstaufen membawa kebudayaan Arab melalui Italia melewati Pegunungan Alpen, Lotharingia, Liege, Gorze, dan Cologne yang menjadi pusat-pusat ilmu pengetahuan Arab.
Sementara dari Spanyol, kebudayaan Arab masuk melewati Pyrenes, kemudian ke Prancis Barat dan Prancis Barat Daya. Ketika bangsa Arab tidak lagi menghasilkan karya-karya ilmiah, sekitar abad ke-13, Eropa Kristen sedang mempelajari kedokteran, matematika, astronomi, fisika, dan kimia, melalui para mahasiswa yang kembali dari studinya di Universitas Cordoba, Toledo, Sevilla, dan Granada.
Beberapa buku karya ilmuwan muslim diterjemahkan ke dalam bahasa Ibrani atau Latin. Setelah berbahasa Ibrani atau Latin, barulah diterjemahkan ke dalam bahasa berbagai bangsa Eropa.
| Beri rating untuk artikel di atas |








