![]() |
|
Artikel Umum
|
|||
|
|
ILMU DASAR EKONOMIOleh: AsianBrain.com Content Team
Ekonomi merupakan salah satu ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, pertukaran, dan konsumsi barang maupun jasa. Dari sisi etimologi, istilah ini berasal dari kata Yunani, yaitu oikos yang berarti keluarga, rumah tangga, dan nomos yang berarti peraturan, aturan, hukum. Secara garis besar, kata ini sering diartikan sebagai aturan rumah tangga atau manajemen rumah tangga. Tidak bisa dipungkiri, manusia sebagai makhluk sosial, pada dasarnya selalu menghadapi masalah ekonomi. Inti dari masalah yang dihadapi manusia adalah kenyataan bahwa kebutuhan manusia jumlahnya tidak terbatas, sedangkan alat pemuas kebutuhan manusia jumlahnya terbatas. Beberapa faktor yang mempengaruhi jumlah kebutuhan seseorang berbeda dengan jumlah kebutuhan orang lain antara lain :
Oleh karena itu, kemudian dikenal tindakan ekonomi yaitu setiap usaha manusia yang dilandasi oleh pilihan yang paling baik dan paling menguntungkan. Terdiri atas dua aspek, diantaranya :
Tidak hanya itu, kita juga perlu mengetahui motif ekonomi, yaitu alasan ataupun tujuan seseorang hingga melakukan sebuah tindakan. Terbagi dalam dua aspek, diantaranya:
Pada prakteknya, kemudian mundul beberapa macam motif ekonomi, yaitu:
Karena berbagai motif itulah, maka perlu adanya prinsip ekonomi, yang merupakan pedoman untuk melakukan tindakan yang didalamnya terkandung asas dengan pengorbanan tertentu diperoleh hasil yang maksimal. Dengan prinsip ini, maka setiap orang diharapkan bisa memenuhi tujuan hidupnya. Secara umum, subyek dalam ekonomi dapat dibagi menjadi beberapa cara, yang paling terkenal adalah mikro vs makro. Selain itu, bisa juga dibagi menjadi positif (deskriptif) vs normatif, mainstream vs heterodox, dan lainnya. Perlu Anda ketahui juga, ekonomi juga difungsikan sebagai ilmu terapan dalam manajemen keluarga, bisnis, dan pemerintah, maupun bidang selain moneter, seperti misalnya penelitian perilaku kriminal, penelitian ilmiah, kematian, politik, kesehatan, pendidikan, keluarga dan lainnya. Apa sebab? Hal ini sangat memungkinkan, mengingat pada dasarnya ilmu ini mempelajari pilihan manusia, dan banyak teori yang dipelajari dalam ilmu ini. Banyak ekonom merasa bahwa kombinasi antara teori dengan data yang ada sudah cukup untuk membuat kita mengerti fenomena yang ada di dunia. Meski demikian, ilmu ekonomi akan mengalami perubahan besar dalam ide, konsep, dan metodenya. Ironisnya, menurut pendapat kritikus, perubahan tersebut kadang-kadang justru merusak konsep yang benar sehingga tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Hal ini menimbulkan pertanyaan bagi saya dan Anda : apa seharusnya yang harus dilakukan oleh para ekonom?
Tentang Penulis: AsianBrain.com Content Team. Asian Brain adalah pusat pendidikan Internet Marketing PERTAMA & TERBAIK di Indonesia. Didirikan oleh Anne Ahira yang kini menjadi ICON Internet Marketing Indonesia. Kunjungi situsnya: www.AsianBrain.com
Anda boleh mempublikasikan kembali tulisan di atas pada website atau blog Anda tanpa dikenakan biaya alias GRATIS, selama:
|
|