logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Bisnis    Peluang Usaha    Kuliner

Artikel Usaha: Pedasnya Harga Cabe Mengancam Usaha Warung Makan


Ilustrasi artikel usaha

Mau tidak mau, banyak orang tergoncang dengan membumbungnya harga cabe. Artikel usaha kali ini akan memberikan sedikit gambaran betapa harga cabe berdampak besar pada keberlangsungan usaha warung makan, restoran, katering, dan manisan cabe.

Cabe yang Manja

Tidak mudah menanam cabe dan mendapatkan cabe yang bermutu tinggi. Apalagi, untuk cabe merah besar yang biasa dibuat manisan. Jenis cabe ini sekarang dihargai hingga Rp.125.000,00–Rp.130.000,00 per kilonya. Mau berapa lagi para pembuat manisan cabe yang banyak tersebar di daerah Medan menjual manisannya?

Cabe membutuhkan perlakuan khusus dengan tanah gembur yang subur tapi tidak terlalu banyak air. Bila keadaan cuaca seperti sekarang yang tak menentu karena adanya keadaan ekstrem di beberapa negara, cabe mudah busuk. Cabe busuk mempunyai bau khas yang akan membuat bau makanan kurang sedap bila diberi campuran cabe busuk.

Sambal

Sambal adalah menu yang hampir mendekati wajib ada bagi sebagian masyarakat Indonesia. Beragam jenis sambal ada di tanah tercinta ini. Sambal terasi, sambal tomat, sambal lampung, sambal petai, sambal balado, dan sambal-sambal lain yang masih banyak ragamnya. Belum lagi, beragam jenis rujak, seperti rujak petis, rujak cingur, dan beragam masakan daerah yang semuanya membutuhkan rasa pedas cabe agar terasa mantap dan sedap.

Cabe mahal, berarti mengurangi bumbu penyedap masakan. Rasa kurang pedas akan sedikit mengurangi nikmatnya makan. Celetukan-celetukan karena rasa yang kurang ini, mau tak mau, akan mengawali acara makan di mana-mana. Bagi para pebisnis restoran Padang, hal ini menjadi masalah yang tidak ringan. Tanpa cabe, rendang tak akan berarti apa-apa. Sambal ijo yang sangat terkenal itu pun mungkin akan terasa hambar.

Pukulan Demi Pukulan

Setelah harga beras yang merangkak naik Rp 500,00–Rp1.000,00 per kilonya, kini harga cabe juga ikut memukul para pengusaha sektor makanan. Rasa tak berdaya membuat mereka akan menaikkan harga atau mengurangi porsi makanan. Mau tak mau, para konsumen pun diharapkan memahami keadaan yang tak terelakkan tersebut.

Perubahan Rasa

Pemerintah mengatakan bahwa harga cabe melambung karena ada permainan tengkulak. Apa pemerintah tak mampu menangani tengkulak yang nakal? Berapa lama cabe bisa disimpan? Jangan-jangan kalau hal ini terus-terusan tak terhalangi, ada saja usaha masyarakat menciptakan rasa cabe dari bahan-bahan kimia. Kalau ini terjadi, akan ada perubahan citarasa. Bukan tidak mungkin, keadaan manipulasi rasa ini akan menimbulkan penyakit baru.

Tinggalkan Cabe?

Meninggalkan cabe mungkin tak mampu dilakukan oleh banyak orang. Namun, demi kesehatan dan penyelamatan usaha sektor makanan, mengapa tidak? Perubahan itu pasti bisa dilakukan walau dengan perlahan. Lama-lama, makan tanpa sambal bukanlah masalah lagi. Awalnya, mungkin terasa berat tetapi kalau cabe tak ada lagi, mau tak mau lidah akan menyesuaikan diri.

Tips Membuka Usaha Makanan

Berikut ini beberapa langkah yang dapat diambil ketika akan membuka usaha makanan:

1. Modal usaha

Untuk memenuhi modal awal untuk pendirian usaha maka ada beberapa cara untuk menuntaskannya. Misalnya saja dengan meminjam dana dari bank atau koperasi terdekat, namun resikonya terlalu besar bagi para pemula. Belum lagi bila berbicara masalah bunga cicilan yang sangat memberatkan.

Lebih bagi Anda untuk mendirikan usaha dengan menggunakan modal pribadi atau patungan dengan anggota keluarga yang lain, juga bisa dengan para rekan kerja di kantor. Buatlah rencana pendirian usaha yang baik dan detail, hindari membuat proposal usaha yang tidak realistis karena itu dapat mengurangi kepercayaan orang lain untuk bergabung. Tulislah segala yang dibutuhkan oleh pendirian usaha makanan ini, operasionalnya, para karyawannya, serta peluang untuk mendapatkan konsumen dan lain sebagainya.

Dengan proposal yang realistis, seorang investor tak akan mudah untuk menerima tawaran Anda. Tulislah surat perjanjian usaha dengan para pemodal lain agar tidak ada masalah saat usaha telah berjalan dan berkembang.

2. Lokasi usaha yang strategis

Lokasi usaha adalah aset yang sangat penting untuk mendukung kesuksesan sebuah bisnis, apalagi bila yang dijual adalah makanan yang memerlukan tempat untuk penyajian. Tempat yang strategis tersebut adalah tempat yang sering dilewati oleh masyarakat, misalnya dekat dengan sebuah kampus, kantor lembaga pemerintahan, sekolah, tempat wisata yang ramai, dan tempat lainnya yang banyak khalayak ramai berkumpul.

Lokasi usaha makanan yang tidak kondusif juga sebaiknya dihindari, ini ditujukan demi kebaikan dari sisi pelanggan dan terutama bagi pemilik dan karyawan. Tempat usaha yang penuh dengan polusi atau kebisingan akan membuat para karyawan merasakan beban kerja yang berat. Pilihlah tempat yang sewajarnya dari segi polusi dan gangguan lainnya yang menyebabkan ketidaknyamanan suasana dalam warung makan atau restoran.

3. Karyawan yang handal

Masakan tergantung dari resep dan juru masak agar dapat menjadi masakan dengan cita rasa tinggi. Pilihlah koki atau juru masak yang benar-benar menguasai masakan yang akan dijual di rumah makan. Karena umumnya setiap koki memiliki keahlian masing-masing. Selain koki maka karyawan lain seperti pelayan atau penerima tamu harus diseleksi dengan ketat, agar rumah makan Anda benar-benar didukung oleh SDM yang handal dan profesional.

4. Menu andalan yang khas

Setiap rumah makan yang mempunyai menu andalan yang khas berbeda dengan rumah makan yang lain, akan mudah diingat oleh para pengunjungnya. Apalagi rasa dari masakan andalan tersebut sangat menggugah selera makan para pelanggan.

5. Lakukan promosi dengan sebaik-baiknya

Di awal berjalannya sebuah usaha makanan akan bergantung pada seberapa gencar dan tepat promosi yang dilaksanakan. Promosi yang ala kadarnya juga akan mendatangkan pengunjung yang ala kadarnya. Sehingga buatlah rencana yang tepat untuk memprosikan usaha makanan Anda. Memilih target promosi juga penting untuk dipelajari. Makanan yang sedikit mahal atau berada di atas harga makanan standar maka membutuhkan konsumen yang berkantong tebal.

Buatlah selebaran dan spanduk yang mempromosikan usaha makanan ini, sebar leaflet atau selebaran ke orang-orang yang dinilai cocok dengan produk yang dijual. Kemudian taruhlah spanduk tersebut di tempat yang mudah dilihat oleh banyak orang, bisa diletakkan di dekat warung. Dan juga bisa dipasangkan di jalanan semisal pertigaan atau perempatan jalan yang ramai. Tentunya ini membutuhkan ijin dari pihak yang berwenang di daerah Anda.

6. Buat sistem operasional yang baik

Usaha rumah makan yang mempunyai sistem operasional yang telah terencana akan memudahkan kerja dari sang pemilik dan juga bagi para karyawannya. Buatlah joblist setiap karyawan setiap harinya, mulai dari sejak masuk kerja hingga kepulangannya. Ini akan memberikan gambaran jelas apa saja yang akan dilakukan oleh karyawan Anda di tempat kerja. Sehingga tidak harus menunggu perintah dahulu barun mereka bekerja.

Demikianlah isi dari artikel usaha makanan ini, semoga menambah wawasan pembaca tentang seluk beluk bisnis makanan. Semoga sukses selalu!

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Teliti Membeli Bisnis Waralaba Makanan
  • Usaha Rumahan: Mengais Rezeki dari Bisnis Roti dan Kue
  • Peluang Usaha Minuman
  • Ada Apa dengan Bisnis Bakso?
  • Membuka Usaha Industri Makanan Ringan
  • Singkong - Peluang Usaha Makanan di Depan Mata
  • Usaha minuman bubble
  • Waralaba Makanan - Bisnis Menjanjikan
  • Bebek Peking, Kuliner Kelas Dunia
  • Mencoba Budidaya Ikan Patin
  • Mie goreng dan Peluang Wirausaha untuk Kita
  • Usaha Katering: Menawarkan Cita rasa dan Kepraktisan
  • Strategi Jitu Memulai Bisnis Cafe
  • Tips Sukses dan Contoh Bisnis Plan Makanan Ringan
  • Fakta Penting di Balik Bisnis Sembako
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA