Artikel Virus: HIV (Human Immunodeficiency Virus)
Ilustrasi artikel virus
Kali ini kita akan membahas artikel virus dari HIV yang singkatan dari Human Immunodeficiency virus.
Parasit yang mempunyai perilaku seperti makhluk yang hidup saat ada dalam jaringan hidup yang tergolong jaringan di badan manusia, bakteri, hewan dan tumbuhan jamur adalah virus yang dimaksud di dalam ilmu tentang biologi.
Sebagian besar dari virus yang ada lebih sering menyerang kepada manusia sehingga menimbulkan berbagai penyakit. Penyakit yang biasanya ditimbulkan oleh virus-virus diantaranya adalah rabies, SARS, influenza, cacar dann juga penyakit AIDS.
Memang banyak sekali penyakit yang akan timbul karena disebabkan oleh virus-virus yang ada, namun khususnya penyakit yang paling berbahaya akibat virus itu adalah penyakit AIDS. Penyakit AIDS ini merupakan penyakit yang ganas dapat membuat Anda meuju kematian. Sampai dengan saat ini resiko kematian kartena penyakit AIDS belm bisa ditangani karena belum ada penawar dari penyakit yang satu ini. Virus HIV yaitu human immunodeficien adalah virus yang membuat Anda terkena penyakit AIDS.
Jadi apa HIV itu sebenarnya ? Mengapa AIDS itu timbul karena virus HIV ? Virus HIV tergolong ke dalam jenis virus retrovirus. Yang dimaksud virus dalam golongan retrovirus adalah pada molekul-molekulnya ribonucleic acid (RNA) yang merupakan informasi virus pada genetiknya. Fungsi serta struktur yang ada di virus HIV ini berbeda-beda. Membran atau selaput luar yaitu bagian yang letaknya ada dibagian yang terluar. Bagian membran ini memang letaknya ada di bagian terluar virus HIV ini memiliki sifat lentur atau elastis. Membran ini memegang peran dalammelindungi bagin tubuh kita terhindar dari berbagai virus.
Agar Anda mendapatkan pengetahuan dan wawasan yang lebih dalam tetang virus, Anda membaca artikel virus ini secara lengkap.
Bukan hanya menjaga serangan virus terhadap tubuh Anda tapi membran ini memiliki reseptor sehingga memberi peluang sel target akan ditempel oleh virus. Kapsid yaitu adalah bagian HIV yang ada pada selaput luar yang selubungi bagian dari virus. Kapsid ini adalah molekul-molekul protein yang letaknya ada pada virus bagian kulitnya. Kapsomer adalah protein yang satu unit dalam susunan kapsid. Untaian RNA pada bagian kapsid ada dua untaian yang manfaatnya untuk membentuk virus-virus yang baru sahingga menyimpan semua jenis perintah saat HIV ini telah infeksi pada sel inang.
Bukan hanya itu pada virus HIV ini ada transcriptase balik atau reverse transcriptase adalah jenis dari molekul enzim. Yang memiliki peran untuk salin perintah genetic yang ada pada RNA virus serta memakai perintah atau petunjuk yang nantinya akan menghasilkan untaian berbentuk DNA yang komplementer
Anda harus tahu bagaimana cara kontak langsung yang bisa menyebarkannya virus ini misalnya cairan yang ada pada tubuh yang terkandung HIV biasanya terdapat di cairan vagina, air susu pada ibu yang menyusui, air mani (kencing), juga pada darah. Penyebaran virus yang satu ini juga bisa dari hubungan seksual baik melalui oral, vagina, maupun melalui anal. Selain itu juga apabila pemakaian terhadap jarum suntik yang tercampur dengan bakteri antara bayi dan ibu saat proses kehamilan, saat melahirkan serta pada saat menyusui juga berbagai macam kontak lainnya yang berkaitan dengan cairan yang ada di dalam tubuh.
Bila virus HIV ini tidak mendapatkan penanganan yang cepat dan dicegah dengan baik, maka dalam intensitas waktu sekitar 5-10 tahun virus HIV ini akan menimbulkan penyakit yang ganas yaitu penyakit AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Apabila tubuh manusia telah diselimuti dengan virus HIV terutama pada bagian aliran darahm=nya akan berkembang secara cepat. Namun bila virus HIV itu menyelimuti tubuh kita pada bagian luar, dengan menggunakan air panas saja kita bisa melumpuhkan virus ini dengan mudah. Bukan hanya dengan air panas melainkan juga dengan bahan yang dipakai untuk hama seta sabun. Jadi virus HIV ini berbeda dengan virus lainnya yang menyebarnya melalui udara.
Cara HIV Menginfeksi Manusia
Reseptor yang ada pada virus HIV mengandung glikoprotein yang bisa menempel di bagian permukaan dari limfosit atau sel-sel darah putih. Lalu limfosit ini kan bergabung dengan selaput luar pada virus HIV. Jadi limfosit bagian dalamnya akan menghasilkan bagian dari kapsid.Pada saat itulah virus ini akan memberikan petunjuk yang menghasilkan virus-virus yang baru dari HIV.
Gejala infeksi hiv aids pada tahap awal
Hampir dari sebagian besar orang yang mengalami kasus dalam virus HIV ini tidak akan sadar bahwa dirinya terkena infeksi dari virus mematikan ini. Hal ini dikarenakan tidak ada gejala yang bisa dipastikan terjadi setelah dia terkena infeksi virus HIV ini pada tahap awalnya, atau mungkin mereka tidak akan menyadarinya sampai saat nanti kematiannya menjemput. Bahaya karena walupun gejala tersebut tidak akan terasa oleh korban namun Virus HIV akan secara langsung akan menyebar pada aliran darahnya sendiri.
Gejala hiv aids tahap menengah
Kalau dibandingkan tahap awal pada tahap infeksi HIV menengah Anda sudah bisa mengetahui berbagai gejala yang ada contohnya saja akan terjadi pembesaran pada limfe, demam, batuk, akan bersin berulang-ulang karena flu, rasa lesu serta mudah sekali berkeringat.
Ada pula gejala yang lain timbul seperti panas dalam atau sariawan, kekebalan tubuh yang menurun menyebabkan kambuhnya berbagai infeksi serta infeksi yang berulang-ulang yang terjadi pada bagian kulit serta pada bagian mulut.
Gejala infeksi hiv aids tahap akhir
Bila korban yang terkena infeksi itu sudah masuk ke tahap akhir akan timbul gejal yang namanya gejala AIDS, seperti dimulai dari munculnya bintik-bintik pada semua bagian tubuh, timbul bisul yang berwarna ungu ataupun merah muda, akan terjadi infeksi terhadap otak, terjadi gangguan pada pernap-asan yang menyebabkan sesak napas, akan terasa pusing yang amat sering intensitas waktunya, diare yang kronis juga akan di alami sampai dengan terjadinya penurunan dari berat badan secara drastis.
Yang akan berperan dalam menghancurkan limfosit atau sel-sel darah putih adalah virus yang baru lalu virus itu akan tersebar juga akan terinfeksi pada sel-sel putih yang ada lainnya. Penghancuran yang terjadi pada limfosit atau sel-sel darah putih ini terus menerus terjadi akibat infeksi, jadi dalam jangka waktu tertentu akan terjadi penurunan secara drastic pada kekebala tubuh Anda
Pada saat kekebalan tubuh mengalami penurunan fungsi secara drastic , maka virus ini akan membahayakan orang yang telah terkena virus ini . Dan dengan begitu orang tersebut sudah dapat dikatakan mengidap penyakit yang mematikan yaitu AIDS.
Pengobatan HIV
Hingga sampai saat sekarang ini belum ada yang mampu untuk mendapatkan penawar yang dapat mencegah penyebaran virus HIV ataupun yang mampu melumpuhkannya. Tapi seiring dengan perkembangan zaman ada yang bisa dipakai untuk mereplikasikan virus HIV yang sudah ada di dalam tubuh . Salah satu jenis obatnya adalah Fuzeon yang sejak sekitar tahun 2003 telah dipakai dalam medis untuk membantu menangani dalam penyebaran virus HIV pada penyakit AIDS itu. Nama Fuzeon iniadalah nama dari salah satu jenis merk obat dalam menangani HIV. Fuzeon ini memiliki zat yang mengandng enfuvirte yang memegang peran yang paling penting dalam menghindari terjadinya percamburan limfosit atau sel-sel darah putih yang menjadi satu kesatuan pada akhirnya.
Cra pengobatan yang dipakai dalam menangani HIV-AIDS ini adalah meliputi berbagai aspek mulai dari aspek sosial, aspek medis klinis serata aspek psikologis
Aspek Medis meliputi :
1. Pengobatan Suportif
2. Pencegahan dan pengobatan infeksi Oportunistik
3. Pengobatan Antiretroviral.
Suportif
Penilaian gizi penderita sangat perlu dilakukan dari awal sehingga tidak terjadi hal hal yang berlebihan dalam pemberian nutrisi atau terjadi kekurangan nutrisi yang dapat menyebabkan perburukan keadaan penderita dengan cepat.
Penyajian makanan hendaknya bervariatif sehingga penderita dapat tetap berselera makanBila nafsu makan penderita sangat menurun dapat dipertimbangkan pemakaian obat Anabolik Steroid.
Dengan artikel virus hiv ini semoga dapat membantu Anda khususnya para penderita hiv .

