Bob Marley - Artis Barat Pelopor Gerakan Rastafarian
Ilustrasi artis barat
Kebutuhan terhadap dunia hiburan bukan hanya terjadi di negara Indonesia dan kawasan Asia. Di negara barat sana, industri hiburan justru lebih banyak berkembang. Artis barat adalah sebutan yang kerap kali menempel pada pekerja seni yang berkarya di belahan bumi bagian barat.
Glamour adalah kesan pertama yang terlintas ketika seseorang tersebut berpredikat sebagai artis. Dandanan harus ekstra ordinary, menjadi trend setter yang gayanya selalu diikuti oleh khalayak. Hal-hal seperti itulah yang melekat erat pada artis barat.
Membicarakan gaya-gaya yang dimiliki para artis memang tidak pernah habis. Terutama artis barat. Mereka terus bereksplorasi setiap waktunya. Menginpirasi siapapun, termasuk artis-artis lokal. Gayanya selalu menarik untuk ditelisik. Terkesan usil memang, tapi itulah risiko menjadi seorang public figure.
Bob Marley - Artis Barat dengan Gaya Unik
Artis barat menjadi bagian dari industri hiburan yang ada di dunia ini. Tidak bisa tidak, bagaimanapun dan apapun yang mereka lakukan taklain bertujuan untuk membuat orang-orang dan dirinya bahagia.
Di antara banyaknya artis barat, salah satunya yang sangat nyentrik dan menarik, khas serta the one and only adalah Bob Marley.
Bob Marley dilahirkan dengan nama Robert Nesta Marley pada 6 Februari 1945. Sosok artis barat ini mudah dikenali dari rambut gimbalnya, dan warna pakaiannya yang menyolok merah, hijau, dan kuning. Penyanyi dan pencipta lagu beraliran Reggae ini dilahirkan di Nine Mile St Ann, Jamaica, sebuah wilayah diperairan karibia yang eksotis dan mistis.
Dari dandanannya saja dapat dibayangkan betapa uniknya artis barat yang satu ini. Ia melegenda dengan semua hal yang ada di dirinya.
Sangat berbeda jauh dengan gaya sebagian besar artis barat yang identik dengan kesan glamour. Meskipun demikian, Bob Marley tetap memiliki gaya yang unik. Dan gaya uniknya ini cukup menarik minat sebagian besar kaum muda dunia untuk kemudian diadopsi.
Bob Marley adalah salah satu artis barat dan penyanyi yang memiliki pengaruh sangat kuat pada cara hidup anak muda hingga saat ini. Pengaruh itu bukan hanya karena lagu-lagunya, tetapi juga pada cara hidup dan penampilannya yang banyak ditiru anak muda. Sekalipun berkesan “belel” tapi penampilan Bob Marley yang ala Rastafarianan itu tetap banyak digandrungi anak muda.
Anda pasti cukup sering melihat anak-anak muda berambut gimbal bukan? Kesan jorok dan dekil pasti terlintas pertama kali. Diikuti dengan kesan anti kemapanan serta takpeduli lingkungan. Kesan-kesan jelek tersebut pasti melekat. Dan tahukah Anda siapa yang pertama kali memperkenalkan gaya seperti itu? Dia adalah Bob Marley, si artis barat berpenampilan unik.
Bob Marley - Artis Barat dengan Gaya Rastafarian
Membicarakan artis barat yang satu ini memang satu paket gayanya yang khas. Gaya khas milik Bob Marley ini dikenal juga dengan sebutan gaya Rastafarian. Bob Marley berkenalan dengan Rastafarian dari istrinya, Rita.
Rastafarian berasal dari kata Ras Tafari, nama lain dari Haile Selassie I, seorang kaisar yang berkuasa di Ethiopia. Rastafarianan adalah gerakan spiritual baru yang muncul di Jamaika pada tahun 1930.
Gerakan ini pada mulanya dianut oleh kaum miskin Jamaika, buruh kulit hitam dan petani. Gaya ini kemudian menjadi identitas dari artis barat yang satu ini.
Gerakan Rastafarian ini akhirnya menyebar keseluruh dunia melalui musik Nyahbinghi dan reggae. Bahkan Bob Marley sempat ditasbihkan dengan nama Berhane Selassie (cahaya tritunggal) oleh Gereja Orthodoks Ethiopia, beberapa saat sebelum dia meninggal.
Dengan segala cara pandangnya, artis barat yang satu ini berhasil mengenalkan gaya rastafarian ke seluruh masyarakat dunia.
Rastafarian adalah ekspresi dari kekecewaan penduduk miskin, yang merasa tidak ada orang lain yang peduli dengan nasibnya.
Mereka juga meyakini bahwa mereka memikul visi untuk melengkapi pandangan tentang bagaimana seharusnya jalan hidup orang Afrika.
Mereka berusaha mengambil kembali kebudayaan mereka yang telah dicuri. Cara pandang terhadap hidup seperti itulah yang dianut oleh artis barat Bob Marley.
Kaum Rastafarian, termasuk artis barat yang satu ini merasa tidak perlu melakukan konformitas dengan kekuasaan yang ada.
Mereka juga tidak peduli dengan berbagai pandangan terhadap cara hidup mereka yang dianggap tidak lazim.Mereka hanya meyakini bahwa masalah mengetahui atau menemukan identitas diri sendiri, adalah hal yang paling penting.
Kemudian, mengikuti Rastafarian, sama artinya dengan telah menemukan, menyebarkan dan menempuh jalan kelahiran yang benar.
Sejatinya, Rastafarian adalah bentuk perlawanan terhadap rasialisme, yang dialami oleh orang-orang kulit hitam, terutama di Jamaika pada tahun 1930an.
Pada waktu itu orang kulit hitam diletakkan pada tatanan sosial paling bawah, sementara orang kulit putih dengan kekristenannya berada pada posisi yang paling atas.
Diskriminasi yang dirasakan oleh Bob Marley menjadi alasan mengapa artis barat yang satu ini bergaya rastafarian. Kemungkinan seperti itu menjadi mutlak, mengingat pengaruh lingkungan yang dimiliki oleh Bob Marley mendekatkannya kepada pandangan seperti itu.
Walaupun PBB belum mengakui keberadaan gerakan Rastafarian secara formal, namun pada 1996 PBB telah memberikan status konsultatif bagi gerakan ini.
Artis Barat - Bob Marley dan Dreadlock
Artis barat yang satu ini juga sangat identik dengan gaya rambut yang sangat unik. Dreadlocks (rambut gimbal) sudah dikenal sejak tahun 2500 SM. Tutankhamen, seorang Fir’aun, yang berkuasa pada zaman Mesir Kuno disebut juga memelihara rambut gimbal.
Secara spiritual, memelihara rambut gimbal diyakini sebagai bentuk pengingkaran penampilan fisik yang fana. Maka dengan membiarkannya untuk tetap tumbuh panjang tanpa merawatnya, diyakini sebagai salah satu ekspresi gerakan spiritual. Dan, mungkin hal itu juga diyakini oleh artis barat, Bob Marley.
Penganut paham ini percaya bahwa rambut gimbal bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh, dan membantu menyusun kekuatan mental-spiritual serta supranatural.
Sebab jalinan rambut yang saling membelit, akan menahan energi untuk tetap tertahan dalam tubuh. Keyakinan ini didasari adanya keyakinan bahwa ubun-ubun dan rambut adalah pintu keluar bagi energi mental dan spiritual manusia.
Meski pada saat ini dreadlock dianggap sebagai bagian dari fashion, namun pada dasarnya dreadlock adalah tetap bentuk ekspresi dan semangat yang menolak kekerasan dan kemapanan. Selain itu sebagai simbol yang dimaksudkan untuk memicu timbulnya rasa solidaritas pada kalangan minoritas yang tertindas. Gaya rambut seperti ini tampak sejalan dengan pemikiran artis barat yang satu ini tentang kehidupan yang sudah lebih dulu tertuang dalam gaya rastafariannya.
Sebagai penghargaan atas usaha Bob Marley untuk menyerukan perdamaian, memupuk rasa kemanusiaan dan solidaritas pada sesama manusia, melalui lagu-lagunya. Maka pada tahun 1978, artis barat yang satu ini mendapatkan penghargaan Medali Perdamaian dari PBB.
Sayangnya,seusai menggelar konser Internasional di Jerman, Bob Marley meninggal dunia pada 11 Mei 1981 dalam usia 36 tahun. Penyakit kanker yang menggerogotinya, telah mengantar "nabi" kaum Rasta ini pada kematiannya. Namun demikian semangat yang dibawa artis barat melalui musik reggae-nya ini tetap hidup dan berhasil menjadi inspirasi yang humanis hingga saat ini.
…Get up, stand up! Get Up for your right..!

