Artis Indonesia: Sensasi dan Popularitas
Banyak orang berpikir dan bekerja agar menjadi sukses. Kesuksesan yang bukan hanya dipandang dari nilai yang ia dapat, melainkan dari apa yang sudah ia kerjakan untuk meraih kesuksesan itu. Orang sukses dengan sendirinya akan menjadi terkenal. Terkenal karena karya dan prestasinya.
Berbeda dengan orang yang terkenal karena kesuksesan, artis Indonesia menjadi terkenal bukan dengan prestasi, melainkan dengan sensasi yang dibuatnya. Mereka dengan sengaja membuat dan merancang kasus sedemikian halus untuk memancing perhatian para pemburu berita.
Jika wajahnya sering muncul di televisi, dengan sendirinya ia akan terkenal. Akan ada banyak tawaran padanya; bermain film atau sinetron, menjadi model iklan, bahkan menyanyi dengan suara alakadarnya.
Mereka yang sudah bermain film akan terlihat seolah-olah bermusuhan dengan lawan mainnya sehingga membuat masyarakat penasaran untuk menonton film tersebut. Mereka yang akan meluncurkan album akan membuat kasus yang tidak terduga-duga, dengan berpura-pura bercerai dengan istri atau suami, berselingkuh, bertunangan, dan sebagainya.
Hal demikian itu membuat masyarakat hampir tidak bisa lagi membedakan antara kasus yang asli atau rekayasa. Lagi pula mengapa harus ambil peduli. Toh, mereka nyaman-nyaman saja dengan kasus ‘seolah-olahnya’ itu.
Contoh beberapa sensasi artis yang membuatnya terkenal; Melinda “Cinta Satu Malam” terang-terangan mengaku keperawanannya telah direnggut Syaiful Jamil, Dewi Persik dengan suami-suaminya, Syaiful Jamil dan Kiki Fatmala saling melaporkan diri ke polisi, Dewi Persik dan Andi Soraya saling menghina, Agnes Monica berpacaran dengan Dirly “Idol” dan bertunangan dengan seorang dokter berkebangsaan Jepang, serta sensasi lain yang tidak terhitung lagi.
Artis Indonesia yang selalu penuh sensasi, bahkan dapat dikatakan terkenal akibat sensasi yang selalu mereka buat adalah keluarga Azhari: Ayu Azhari, Ibra Azhari, Sarah Azhari, dan Rahma Azhari. Para artis itu seolah-olah rela mempermalukan dirinya, bahkan membuka aib keluarganya demi sebuah popularitas. Ketenaran yang ingin didapat secara instan atau cepat.
Akhir-akhir ini, sensasi dengan sendirinya sudah menjadi gaya hidup dan bagian yang tidak terhindarkan dari kesuksesan seorang artis. Oleh karena itu, tidak heran jika tiba-tiba ada artis yang begini-begitu. Eh, ternyata dia meluncurkan album, membintangi film atau sinetron.
Anehnya, dunia hiburan menyenangi artis bersensasi. Sudah tahu itu sensasi, jelas-jelas kasusnya rekayasa, tetap saja ditanggapi dan orangnya diberikan banyak penawaran. Tingginya nilai tukar sensasi terhadap popularitas membuat yang berprestasi itu terlindas kemampuannya. Bagi artis Indonesia, sensasi dan popularitas bagaikan dua sisi mata uang.
Perbedaan mencolok artis Indonesia dengan orang-orang sukses yang notabene bukan artis adalah untuk seorang artis, terkenal berarti sukses, sedangkan bagi yang bukan artis, sukses berarti terkenal.






