logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Hiburan    Artis / Selebritis    Sensasi Artis Lokal

Artis Jilbab, Sebuah Fenomena


Ilustrasi artis jilbab

Artis dan jilbab. Kedua hal ini seolah berada di dua kutub yang berbeda dan tak mungkin dapat disatukan. Kutub yang satu menawarkan kehidupan dunia yang cenderung hedonis (kenikmatan sesaat), sementara kutub yang satu lagi menawarkan kehidupan agamis.

Akan tetapi, hal yang semula tampak tak mungkin itu ternyata terjadi juga. Seiring maraknya penggunaan busana muslimah dan kesadaran pribadi, muncullah para artis jilbab.

Tipe Artis Berjilbab

Para artis jilbab ini dapat dibedakan menjadi tiga kelompok:

1.    Berjilbab sesuai musim

Ketika bulan Ramadan tiba, para artis berbondong-bondong mengenakan jilbab, termasuk yang biasanya selalu mengenakan pakaian serba minim dan seksi. Usai Ramadan, jilbab pun disimpan kembali.

2.    Berjilbab sesuai peran

Para artis ini mengenakan jillbab hanya ketika menjalankan peran sebagai seorang tokoh dalam sebuah sinetron. Berjilbabnya pun sesuai dengan tuntutan skenario. Tak usah heran jika kemudian menemukan tokoh berjilbab dalam sebuah sinetron namun berperilaku tak islami.

3.    Berjilbab dengan kesadaran yang sungguh-sungguh

Para artis jilbab dalam kelompok ini mengenakan jilbab tak hanya ketika sedang berakting atau pada bulan Ramadan saja, tapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Beberapa artis jilbab yang dikenal konsisten mengenakan jilbab adalah Astrie Ivo, Ratih Sang, Inneke Koesherawati, Rina Gunawan, Cheche Kirani, dan Zaskia Adya Mecca. Belakangan muncul pula nama Puput Melati, Annisa Trihapsari, Eddies Adelia, dan yang terbaru: Marshanda.

Fenomena Artis Berjilbab

Fenomena artis jilbab ini ditanggapi beragam oleh masyarakat. Ada yang mencibir sinis dan menganggap jilbab itu hanya aksesoris belaka yang tak disertai dengan perilaku yang sesuai. Namun ada pula yang menanggapi dengan positif.

Tak mudah menjadi artis jilbab. Tentu tak masalah mengenakan jilbab di lingkungan pesantren. Tapi di lingkungan keartisan? Di dunia hiburan? Tantangan yang paling sering dihadapi adalah masalah tawaran pekerjaan. Meskipun para artis ini telah jelas-jelas berjilbab dalam keseharian, tawaran pekerjaan yang mengharuskan melepas jilbab masih menghampiri mereka.

Artis Annisa Trihapsari, misalnya. Artis jilbab ini tetap sering mendapat tawaran untuk berperan dalam sinetron. Namun banyak tawaran itu yang akhirnya ia tolak karena mengharuskannya melepas jilbab. Annisa sudah memutuskan untuk mengenakan jilbab itu selamanya.

Demikian pula dengan Marshanda yang baru beberapa bulan menjadi artis jilbab. Ia menyatakan siap menolak tawaran kerja yang mengharuskannya melepas jilbab.

Fenomena yang luar biasa terjadi pada Inneke Koesherawati. Mengawali karirnya sebagai Gadis Sampul, Inneke sempat dikenal bom seks pada periode 90-an karena keberaniannya dalam berperan di layar lebar. Namun setelah melalui pencarian panjang, pada tahun 2001 ia memutuskan meninggalkan masa lalunya yang gelap dan mulai mengenakan jilbab. Hampir 10 tahun, dan Inneke masih konsisten menjadi seorang artis jilbab. Penampilan barunya tak membuat Inneke sepi pekerjaan. Sosoknya yang anggun berjilbab muncul di banyak sinetron dan iklan. Inneke bahkan menjadi artis pertama yang menjadi model iklan shampo tanpa melepas jilbab.

Di sisi lain, tak sedikit artis yang sempat berjilbab lalu kembali membuka jilbab dengan alasan tuntutan pekerjaan.

Rezeki datang dari Allah. Inneke Koesherawati, Annisa Trihapsari, Zaskia Adya Mecca, dan para artis jilbab lainnya sudah membuktikan bahwa pintu rezeki mereka tetap terbuka lebar meskipun mereka mengenakan jilbab.

Jangan Jadi Artis Berjilbab Modis, Tapi Melanggar Syariat

Belakangan ini beberapa designer turut serta merancang pakaian dan jilbab yang mengikuti tren dunia fashion dengan harapan agar tidak lagi terlihat ketinggalan zaman. Ya, para designer merancang jilbab modis dan menjadikannya sebagai bagian dunia fashion. Kemudian, jilbab modis tersebut dipopulerkan oleh para artis yang berjilbab yang dengan sangat cepat memengaruhi gaya berjilbab remaja muslimah di tanah air.

Tidak jarang kita mendapati sebagian besar remaja muslimah telah mengadopsi cara berhijab idola mereka tersebut, yang paling sering kita temukan saat ini adalah meninggikan gulungan rambut yang menyerupai sanggul di balik jilbab. Sebagian dari mereka menilai dengan meninggikan gulungan rambut tersebut akan memberikan kesan anggun dan terlihat cantik dipandang.

Senada dengan hal itu sering pula kita melihat dalam keseharian remaja muslimah yang mengenakan jilbab warna-warni terang dan transparan sehingga rambut serta bagian leher masih terlihat samar dari luar.

Lalu yang menjadi pertanyaan kita, apakah mereka menyadari bahwa hal tersebut adalah kesalahan besar dalam gaya berjilbab? Apakah mereka menyadari bahwa hal tersebut akan mendatangkan azab yang pedih kelak di akhirat? Wallahu'alam.

Penyalahartian pakaian takwa tampak jelas dalam praktik sehari-hari, hal ini sangat tidak sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Allah swt. Pakaian yang masih memperlihatkan lekuk tubuh dan ketat, celana juga ketat, bahkan ada yang menarik lengan baju hingga siku seakan lengan mereka bukanlah bagian dari aurat yang wajib ditutupi. Belum lagi satu hal kecil yang sering terlupakan oleh sebagian besar wanita muslimah, yaitu membiarkan kaki bertelanjang tanpa sarung, alias tidak memakai kaos kaki.

Satu hal yang harus diingat oleh semua wanita muslimah, termasuk di dalamnya artis Indonesia karena kewajiban untuk berpakaian takwa berlaku untuk semua wanita, bahwa aurat perempuan adalah seluruh bagian tubuh kecuali muka dan telapak tangan. Itu artinya telapak kaki dan mata kaki juga bagian dari aurat yang wajib untuk ditutup.

Jadi perlu ditekankan di sini, mari pelajari lagi aturan yang benar dalam berpakaian takwa yang benar sebelum mengikuti mode yang sedang tren. Jangan hanya karena mengikuti tren para artis dalam berhijab modis, tapi malah melanggar syariat agama yang benar dalam berpakaian takwa.

Ingatlah Azab Wanita Berjilbab, Tapi Tidak Menutup Aurat

Beberapa artis Indonesia telah dapat mencontohkan pakaian takwa yang benar dalam keseharian mereka, tapi ada juga beberapa yang masih belum mengaplikasikan pakaian takwa itu dengan benar. Sungguh akan sangat indah dan cantik terlihat ketika seorang muslimah dapat berpakaian takwa sesuai syariat.

Namun, tentu sangat memperihatinkan ketika mengetahui cara pandang para wanita yang kurang memiliki pengetahuan tentang cara berpakaian takwa yang sesuai dengan syariat Islam. Mereka merasa telah berjilbab dan menutupi aurat, tapi kenyataannya mereka tidak menyadari kalau mereka itu belum sepenuhnya menutup aurat, malah pada hakikatnya mereka masih bertelanjang.

Ya, mereka membalut aurat, bukan menutup aurat, mereka berjilbab tapi masih bertelanjang. Semoga Allah mengetuk pintu hati kita semua untuk kembali mencari tahu adab berpakaian yang sesungguhnya sebagai seorang muslimah yang baik, yang beriman dan bertakwa kepada Allah Yang Maha Esa karena sungguh sangat berat azab bagi wanita yang mengumbar aurat dan tidak memerhatikan cara berpakaian takwa yang benar menurut aturan syariat.

Apakah balasannya bagi mereka yang mengumbar aurat dan mengabaikan perintah dari Allah Yang Maha Esa dalam berpakaian takwa? Rasulullah saw bersabda:   

“Ada dua macam penghuni neraka yang tak pernah kulihat sebelumnya, sekelompok laki-laki yang memegang cemeti laksana ekor sapi, mereka mencambuk manusia dengannya. Dan wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang, sesat dan menyesatkan, yang di kepala mereka ada sesuatu mirip punuk unta. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya. Sedangkan bau surga itu tercium dari jarak sekian dan sekian” (H.R. Muslim).

Berikut ini adalah sabda Rasulullah saw. mengenai azab bagi wanita yang tidak menutup aurat.

“Aku melihat ada perempuan digantung rambutnya, otaknya mendidih. Aku melihat perempuan digantung lidahnya, tangannya diikat ke belakang dan timah cair dituangkan ke dalam tengkoraknya.”

Perempuan yang tidak menerapkan gaya berjilbab sesuai dengan aturan syariat, tidak hanya merusak dirinya sendiri, tetapi juga akan merusak orang lain. Marilah mulai menerapkan gaya berjilbab dengan benar wahai saudariku. Marilah kita menutupi tubuh dengan jilbab dan menghiasi hati dengan akhlakul karimah.

Tidak ada alasan untuk menunda berjilbab sebelum memperbaiki hati. Memperbaiki hati dulu sebelum berjilbab itu adalah pemahaman yang salah, tapi yang benar adalah keduanya wajib dikerjakan bersamaan, sebelum terlambat dan sebelum ajal menjemput karena penyesalan di kemudian hari tidak akan berguna lagi bagimu.

Marilah kita ber-Islam secara kaaffah dan tidak setengah-setengah. Carilah ridha Allah swt. dan jangan pernah takut akan hinaan manusia. Jangan sampai pemahaman kita terbalik, mencari ridha manusia, tapi malah mendatangkan murka Allah swt. Sungguh alangkah indahnya jika para artis berjilbab bisa menjadi contoh yang baik bagi muslimah di tanah air ini, memberi contoh dengan gaya berjilbab dan berpakaian takwa yang sesuai dengan syariat Islam.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Presiden SBY Harus Kurangi mage Artis
  • Jadikan Gosip Sebagai Penyemat Hidup
  • Artis Cowo: Zumi Zola Sang Calon Bupati
  • Nidji Modern Rock Alternative
  • Sinta Jojo – Selebritis Dadakan YouTube
  • Anak-Anak Artis Ngeband? Siapa Takut?
  • Berburu Gosip Terbaru
  • Sensasional Trio Macan dalam Dunia Dangdut - ANNEAHIRA.COM
  • Artis SMA Banyak Dicari Produser
  • Ragam Job Artis Panggilan
  • Aura Kasih, Malaikat Penggoda dari Lampung
  • Artis-Artis Indonesia – Sensasi atau Prestasi?
  • Menjadikan Anak Anda sebagai Anak Artis
  • Fenomena Artis Berjilbab
  • Berita Selebritis Terkini - Berita Hiburan yang Ditunggu-tunggu
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA