logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Hiburan    Artis / Selebritis    Artis Lokal    Artis Lokal

Gombloh - Artis Lokal yang Eksentrik, Sederhana dan Nasionalis

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Sebutan artis lokal Indonesia ditujukan bagi mereka yang berkarya di dunia hiburan Indonesia. Indonesia memiliki banyak sekali artis lokal. Semuanya menampilkan kemampuan terbaiknya untuk menghibur masyarakat Indonesia.

Jangan jadi artis jika tidak memiliki kemampuan menghibur yang luar biasa dan berbeda. Syarat tersebut menjadi mutlak bagi mereka yang ingin menjadi artis. Para artis lokal Indonesia pun sepertinya berusaha cukup keras untuk memenuhi apa yang menjadi tuntutan masyarakat Indonesia.

Mengingat persaingan di dunia hiburan yang sangat ketat, kualitas yang baik pun harus diperlihatkan secara maksimal. Belum lagi kehadiran artis-artis mancanegara yang kualitasnya juga tidak kalah bagus. Artis lokal pun tentu tidak ingin kehilangan pamornya.

Berprofesi artis seolah harus siap dengan berbagai konsekuensinya. Bergaya terbaru, modern, hidup mewah, gaya wah dan hal-hal komersial lainnya. Tapi dari sekian banyak artis lokal, Indonesia nyatanya masih memiliki beberapa artis lokal yang hidup lebih sederhana dan jauh dari kesan-kesan seperti itu. Salah satunya ya artis lokal di bawah ini.

Gombloh - Artis Lokal yang Unik, Nyentrik dan Sederhana

Dari sekian banyaknya artis lokal, Indonesia memiliki seorang seniman yang unik dan nyentrik. Sosoknya sangat khas. Badan ceking, kumis menjuntai panjang, memakai kacamata hitam, dan bertopi. Selain itu, suaranya  serak-serak melengking, serta selalu menenteng gitar akustik. Dialah Gombloh, artis lokal yang tetap bersahaja di tengah ketenarannya.

Gombloh alias Soedjarwoto Soemarsono, dilahirkan di Jombang pada 14 Juli 1948 dari keluarga sederhana. Ayahnya, Slamet, sekalipun seorang pedagang kecil di Pasar Jombang, namun memiliki obsesi tinggi dapat menyekolahkan Gombloh sampai jenjang pendidikan tinggi. Upaya itu memang kesampaian, Gombloh sempat kuliah di Jurusan Teknik Arsitektur ITS, namun tidak diselesaikannya.  Artis lokal yang satu ini tampak memiliki pilihan hidupnya sendiri.

Gombloh dikenal sebagai seorang penyanyi sederhana yang humanis. Sekalipun namanya sudah terkenal, dia tetap bergaul dengan masyarakat pinggiran di Surabaya. Sudah jadi kebiasaannya, setiap kali dapat rezeki banyak, tidak lupa dia membaginya kepada orang miskin di Surabaya. perilakunya yang membumi menjadi nilai tambah yang dimiliki oleh artis lokal asal Jombang ini.

Menjadi artis bukan berarti bisa berlaku seenak hati tanpa memikirkan lingkungan sosial di sekitarnya. Hal itulah yang sepertinya terlintas dalam benak artis lokal bersahaja ini. Seperti sudah sifat alami Gombloh bahwa hidup memang seharusnya sederhana. Itulah salah satu keistimewaan yang dimiliki artis lokal Indonesia yang satu ini.

Artis Lokal - Gombol yang Nasionalis dan Humanis

Indonesia, merah darahku, putih tulangku

Bersatu dalam semangatmu

Indonesia, debar jantungku, getar nadiku

Berbaur dalam angan-anganmu

Kebyar-kebyar pelangi jingga

Pernah mendengar lirik lagu di atas? Rasanya iya. Anda tahu siapa tokoh di balik menggemanya lagu itu? Ya, dia adalah Gombloh, sang artis lokal yang sederhana.

Artis lokal yang satu ini menyukai dunia tarik suara. Ia pencipta sekaligus penyanyi. Salah satu lagunya yang cukup familiar ini  kerap dinyanyikan di kampung-kampung ketika merayakan hari Kemerdekaan Indonesia. Bahkan, ada sebagian orang yang mengusulkan agar lagu ini juga dijadikan sebagai lagu nasional, namun hingga kini tidak ada satu pihak pun yang menindaklanjutinya.

Kebyar-kebyar, bernuansakan spirit nasionalisme. Dalam lagunya ini, dia  melihat  berbagai perbedaan di Indonesia sebagai suatu harmoni. Sama persis dengan nada lagu, yang apabila diletakkan pada posisinya secara pas akan menghasilkan simponi indah. Adanya perbedaan, bukan untuk saling meniadakan. Tetapi, justru untuk saling melengkapi. Filosofi seperti itu sepertinya juga diiyakan oleh artis lokal berorientasi sosial ini.

Semangat nasionalisme Gombloh, bukan hanya tecermin dari satu lagu itu saja. Tetapi, juga  terdapat pada beberapa lagunya yang lain, misalnya Indonesia Kami, Indonesiaku, Indonesiamu, Pesan Buat Negeriku, Dewa Ruci, Gaung Mojokerto–Surabaya, dan BK. Gombloh memang bukan pejuang yang mempertaruhkan nyawanya demi kemerdekaan Indonesia, dia artis lokal yang menyuarakan suara hatinya sebagai warga Indonesia yang cinta tanah air melalui lagu-lagu yang bernuansa nasionalis.

Selain memiliki sifat nasionalis, Gombloh juga dikenal sangat humanis. Sifat humanis artis lokal ini bukan hanya tecermin dari lagu-lagu yang diciptakannya. Humanis Gombloh mewujud dalam perilakunya sehari-hari. Sekalipun dia sudah terkenal, tetapi hidupnya tetap jauh dari kemewahan. Dia menjalani kehidupannya dengan kesahajaan, bersama orang-orang pinggiran yang ada di sekitarnya.

Sifat yang dimiliki Gombloh ini mungkin akan sangat jarang ditemukan pada kebanyakan artis lokal. Dengan alasan menjaga penampilan serta mungkin gengsi, meraka hidup bergelimang harta. Seolah menunjukkan bahwa yang paling kaya adalah dirinya. Membeberkan harga-harga kebutuhan sehari-hari adalah hal tidak baik yang banyak dilakukan oleh para artis Indonesia saat ini. Dan Gombloh sangat jauh dari itu semua.

Dari kontak langsung dengan kesederhanaan hidup orang lain, maka lagu-lagu Gombloh seolah memiliki ruh yang kuat. Nuansa itu bisa dilihat pada lagu-lagu baladanya, seperti Doa Seorang Pelacur, Kilang-kilang, Selamat Pagi Kotaku, Nyanyi Anak Seorang Pencuri, Poligami, dan lain sebagainya. Tidak heran hal seperti ini terjadi pada lagu-lagu karya artis lokal yang satu ini. Hal-hal yang berbau sosial.

Adapun kesadarannya akan lingkungan,  juga telah dituangkannya dalam lagunya yang berjudul Berita Cuaca, lagu ini juga  popular dengan judul “Lestari” yang sering dinyanyikan oleh mahasiswa ketika memperingati hari Bumi. Lagu-lagu karya artis lokal bersahaja ini benar-benar menginspirasi siapapun (seharusnya).

Artis Lokal - Karir Gombloh

Gombloh muda adalah seorang pengelana bergitar, yang mengamen dari satu daerah ke daerah lain melantunkan lagu-lagu balada yang diciptakannya. Hingga akhirnya dia bergabung dengan grup Lemon Trees,  ditempat ini dia bertemu dengan Leo Kristi dan Franky Sahilatua. Predikat artis lokal pun mulai dipasangkan pada saat itu.

Bersama kelompok ini, Gombloh sempat merilis album lagu berbahas Jawa yang kebanyakan liriknya diadaptasi dari serat Wedhatama. Nuansa mistis akan sangat kental terasa manakala kita mendengarkan lagu-lagu dari album ini. Terutama, lagu Hong Wilaheng.

Sayangnya, langkah Gombloh untuk merilis album-album pop mendapat kritikan pedas dari sesama koleganya, yang menganggap idealisme Gombloh telah luntur. Lagu-lagu pop Gombloh, dalam periode ini banyak mengusung tema cinta yang jenaka, yang langsung menjadikannya  terkenal serta memiliki uang banyak.

Namun demikian, hal itu tidak menjadikan artis lokal yang satu ini kaya atau besar kepala. Dia tetap hidup sederhana bersama komunitasnya. Popularitasnya ini hanya dirasakannya sebentar, penyakit paru-paru kronis yang dideritanya telah merenggut nyawanya pada 9 Januari 1988.

Untuk mengenang Gombloh, sejumlah seniman Surabaya mengangkat Gombloh sebagai pahlawan seniman Kota Surabaya. Mereka membuat sebuah patung Gombloh dari bahan perunggu seberat 200 kilogram, dan ditempatkan di halaman Taman Hiburan Rakyat Surabaya. Selain itu, PAPPRI juga menganugerahkan penghargaan Nugraha Bhakti Musik Indonesia kepada Gombloh pada 30 Maret 2005. Dia menjadi artis lokal yang banyak menginspirasi para seniman lainnya.

Bahkan, Martin Hatch, seorang peneliti dari Cornell University, terusik untuk mengkaji lagu-lagu karya artis lokal kebanggaan Indonesia yang satu ini. Hasil kajian ini kemudian dituangkan dalam naskah ilmiah yang berjudul “Social Criticsm in the Songs of 1980’s Indonesian Pop Country Singers”, yang selanjutnya dipresentasikannya dalam seminar musik The Society of Ethnomusicology di Kanada pada 2000.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Tantri kotak - Lady Rocker dari Indonesia
  • Glenn Fredly - Spesialis Penyanyi Tembang Romantis
  • Jadi Artis, Impian Semusim
  • Cerita Tentang Seorang Artis Julia Perez
  • Raditya Dika: Penulis yang “Bersahabat” dengan Hewan-hewan
  • Melinda, Fenomena Musik Dangdut
  • Foto Aura Kasih - Sexy, Naughty, Bitchy
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA