Dewi Yull: Artis Penyanyi Indonesia Paling Tegar

Sukses karirnya sebagai artis penyanyi, ternyata tidak diikuti dengan kesuksesannya dalam kehidupan pribadi. Setelah berhasil mengantongi predikat Juara IV dalam lomba menyanyi tingkat nasional pada 1977, karir menyanyi Dewi Yull semakin menanjak. Tak kurang dari 8 album telah berhasil diproduksi untuknya, antara lain;
- Kau Bukan Dirimu
- Kini Baru Kau Rasa
- Kau dan Aku Sama
- Jangan Ada Dusta di Antara Kita
- Rindu yang Terlarang
- Juta-Juta Ada
- Kasih
- Datang Menjelang.
Dewi Yull juga dikenal sebagai pasangan duet penyanyi kawakan Broery Pesolima yang paling sempurna. Mereka sering diundang untuk tampil pada even-even berkelas, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Selain itu, Broery Pesolima juga terlibat dalam beberapa album rekaman Dewi Yull.
Lagu-lagu duet mereka sampai sekarang masih digemari masyarakat. Setiap even yang bertajuk “tembang kenangan” pasti akan memperdengarkan lagu mereka, baik itu di radio, televisi, maupun di panggung. Bahkan, artis penyanyi Yuni Shara, juga menyanyikan lagu mereka dalam tiap pertunjukan maupun dalam album rekamannya.
Adapun karirnya sebagai aktris mulai bersinar ketika dia memerankan tokoh dr. Sartika dalam sebuah sandiwara serial yang ditayangkan oleh TVRI. Sukses ini kemudian disusul dengan kesuksesan berikutnya berkat penampilannya dalam sandiwara serial Losmen, yang juga ditayangkan oleh TVRI pada 1986.
Adapun film layar lebar yang pernah dibintanginya adalah,
- Kembang Kertas (1984)
- Opera Jakarta (1985)
- Secangkir Kopi Pahit (1985)
- Pacar Pertama (1986)
- Penyesalan Seumur Hidup (1986)
- Ayu dan Ayu (1988)
- Suami (1989)
- Nanti Kapan-kapan Sayang (1990)
- Kiamat Sudah Dekat (2003)
Selain itu, dia juga terlibat dalam sinetron Manohara (2009) dan dalam produksi album lagu Presiden SBY, "Ku Yakin Sampai di Sana" (2010).
Cobaan Hidup
“Jangan ada dusta di antara kita”, bagi artis penyanyi ini ternyata bukanlah sekadar judul lagu yang pernah dilantunkannya. Melainkan, sebuah babakan hidup, yang ternyata harus dilaluinya juga. Perkawinan yang telah dibina selama 24 tahun oleh perempuan kelahiran Cirebon, 10 Mei 1961 ini, kandas pada 2004 lalu. Suaminya, Ray Sahetapi, berpaling dan menikahi perempuan lain.
Namun, perempuan bernama lengkap Raden Ayu Dewi Pujiati ini tetap tegar menghadapi cobaan itu. Tidak tampak rasa marah atau benci yang terpancar dari wajahnya. Dewi tetap dapat melihat persoalan ini secara jernih dan rasional.
Baginya, cukup dia saja yang merasakan sakit ini, cukup dirinya saja yang menjadi korban dari lelakon ini. Dewi malah terlihat berusaha keras agar anak-anaknya jangan sampai menjadi korban. Dia ingin keempat anaknya tetap dapat menaruh hormat kepada Ray Sahetapi yang bagaimana pun juga adalah tetap ayah kandung mereka.
Cobaan berikutnya terjadi pada 2008, dia tersandung masalah hukum sehubungan dengan bisnisnya. Pada waktu itu, dia dituduh menggelapkan uang kliennya sebesar 300 juta rupiah. Namun, belakangan tuduhan itu tidak terbukti. Pada tahun yang sama, beredar SMS yang mengabarkan bahwa Dewi Yull meninggal dunia karena bunuh diri.
Namun, cobaan berupa pengkhianatan dan fitnah ini, rupanya masih belum cukup bagi Dewi. Putri pertamanya Gisca, meninggal dunia pada 11 Juni 2010 karena penyakit kelenjar getah bening yang menyerang otaknya. Menyikapi cobaan itu, lagi-lagi Dewi menunjukkan ketegarannya. “Gisca sudah terbebas dari rasa sakitnya. Dia adalah anak sekaligus guru yang baik buat saya,” ucapnya lirih.






