Kala Artis Wanita Jadi Penulis
Wanita di Antara Dua Dunia
Dunia artis cenderung kita kenal sebagai dunia gemerlap yang penuh aksi dan warna. Ibaratnya di sanalah tempat untuk mengekspose diri bagi para ekstrovert.
Sementara dunia penulis adalah dunia sunyi, jauh dari hingar bingar. Tempat merenung dan mendalami hakikat kehidupan.
Sungguh menakjubkan bila dunia gemerlap penuh keramaian di atas panggung ternyata bisa berjalan sembang dengan dunia sunyi seorang penulis.
Ibarat menyatukan dua sisi yin dan yang, mungkin begitulah istilahnya. Bila kita melihat ternyata ada Artis Wanita yang juga memiliki prestasi sebagai penulis.
Mengapa Juga Menulis?
Bila pertanyaan tersebut diajukan pada Happy Salma, dengan senang hati dia akan berkisah bahwa dirinya merasa senang bila bisa menyampaikan suara hati lewat media tulisan. Bahkan Happy Salma yang ikut menulis cerpen berjudul 'Ibu Ida' di dalam buku ' 24 Sauh', ini. Memilih untuk mengurangi kesibukannya di dunia sinetron dengan harapan bisa menjadi penulis profesional.
Sementara Dewi lestari atau Dee yang lebih dikenal sebagai penyanyi ternyata memiliki alasan lain untuk menjadi penulis. Yaitu berawal dari perenungannya tentang spiritualitas itulah maka lahir novel Supernova,
Lain Happy dan Dee, lain lagi Hughes yang menulis buku untuk anak berjudul , ‘Kamu Juga Bisa Jadi Presenter Cilik.’ Hughes yang mengaku mendapat banyak ilmu dari Kak Seto ini memang dikenal sebagai pecinta anak.
Kemudian ada juga Melanie Subono dengan bukunya berjudul ‘Ouch!’, April 2007. Melanie menulis karena ingin berkisah tentang pengalaman hidupnya sebagai seorang Liaison Officer.
Apa Yang Mereka Dapatkan?
Bila dibandingkan antara profesi sebagai artis wanita dan profesi sebagai penulis. Mungkin Dewi Lestari adalah salah satu contoh penulis yang berhasil.
Novel perdananya Supernova, dalam waktu 35 hari bisa laku terjual sebanyak 12.0000 eksemplar. Hingga hari ini Supernova telah terjual lebih dari 75.000 eksemplar. Silahkan anda hitung sendiri keuntungannya.
Sementara bagi Happy Salma, walau materi juga didapatkan dari menulis. Namun menulis juga merupakan rekreasi batin untuk dirinya.Sehingga akhirnya Happy memutuskan untuk mengurangi kegiatannya di dunia entertain sebagai artis wanita.
Dee, karena masih sendiri waktu menulis Supernova, dia bisa mengatur waktunya sesuai yang dia mau.
Dee bisa tidur sesukanya selama berbulan-bulan, nongkrongin komputer sampai pagi hanya bertiga dengan dua anjingnya.Menurut Dee, itulah saat-saat paling mengasyikkan dalam hidupnya. Selain mengisi jadwal show bersama temannyanya di RSD.






