logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Pendidikan    Sekolah    SMU

Berkenalan Dengan Asam Basa


Ilustrasi asam basa

Penjelasan mengenai asam basa yang paling memuaskan diberikan oleh Arrhenius pada 1884. Arrhenius membagi zat ke dalam dua jenis, yakni asam dan basa. Sebuah zat dikatakan asam ketika zat tersebut mengandung atom hidgrogen yang mampu terionisasi. Sementara itu, sebuah zat dikatakan basa jika mengandung ion hidroksi jika terionisasi.

Awalnya teori tentang asam basa ini mengungkapkan bahwa suatu zat dikatakan asam ketika mengandung atom oksigen. Berdasarkan namanya, oksigen berarti sesuatu yang menyebabkan menjadi asam. Namun, penjelasan yang dikemukakan oleh Arrhenius di atas mengalahkan teori yang lama bertahan ini.

Biasanya sebuah zat yang bersifat asam akan mempunyai rasa yang masam dan juga dapat bersifat korosif tergantung kadar kekuatannya. Misalnya, bila Anda memakan sebuah jeruk tentunya Anda akan merasakan sensasi rasa asam ketika memakannya bukan. Hal ini karena memang terdapat kandungan asam dalam jeruk tersebut yakni asam sitrat.

Sementara itu, suatu zat yang bersifat basa mempunyai rasa pahit dan bersifat kaustik. Ketika Anda melarutkan NaOH dengan konsentrasi yang rendah saja, Anda akan menjumpai bahwa larutan tersebut berbentuk seperti sabun ketika Anda memegangnya. Teori yang dikemukakan oleh Arrhenius sendiri belum mengungkapkan seberapa besar tingkat kekuatan suatu asam dengan asam lainnya atau tingkat kekuatan suatu zat basa. Pada 1909, S.P.L. Sorensen mengemukakan sebuah teori untuk mengukur derajat keasaman sebuah larutan.

Dengan menggunakan minus logaritma dari konsentrasi larutan asam tersebut, Sorensen berhasil menemukan sebuah skala keasaaman dari sebuah larutan. Dengan menggunakan teori Sorensen, secara simultan dapat juga ditentukan tingkat kebasaan suatu larutan.

Aplikasi Teori Asam Basa

Aplikasi teori asam basa dapat sering ditemui di kehidupan sehari-hari. Di antara Anda mungkin pernah mengalami sakit maag. Seseorang mengalami maag ketika kadar asam yang ada di lambung mereka melebihi batas normal. Oleh karena itu, perut akan terasa sakit sekali terutama di bagian lambung.

Untuk mengatasi itu, kadar asam yang ada perlu dinetralkan. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menambahkan basa ke dalam tubuh kita. Hal itu bisa dilakukan dengan meminum obat yang kandungan utamanya adalah penetral asam.

Salah satu aplikasi lain yang sering ditemui adalah peristiwa pengawetan makanan. Konsep asam dan basa digunakan dalam pengawetan makanan dalam mencegah bakteri hidup dalam makanan yang sedang diawetkan. Bakteri tidak dapat hidup dalam medium (dalam hal ini makanan) yang mengandung kadar asam yang begitu tinggi. Dengan menggunakan fakta sederhana tersebut, orang-orang sejak zaman dahulu mengawetkan makanan dengan mempertinggi kadar asam yang ada dalam makanan tersebut. 

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • SMA Taruna Nusantara - Dipersembahkan untuk Bangsa dan Negara - ANNEAH
  • Antropologi Wajib Dipelajari Oleh Semua Orang
  • SMA, Jenjang Sekolah Para Remaja
  • Susunan Tanah dan Jenis-Jenis Tanah
  • PSB Surabaya Dilakukan Secara Online
  • Hitam Putih, Naskah Teater Remaja Banyak Dipilih
  • Horison Tanah yang Utama
  • Trigonometri - Cabang Ilmu Matematika Berusia Tua
  • Apa sih Ekosistem Padang Pasir itu?
  • Mulai dari Gravitasi Hingga Gerak
  • Penulisan Surat Yang Benar Untuk Bisnis
  • Cara Mudah Belajar Fisika SMA
  • Pembentukan Agregat Tanah
  • Sumber Dana Eksternal Beasiswa SMA
  • Mengetahui Unsur Intrinsik Sastra
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA