Mengenal dan Mengendalikan Asam Urat
Tahukah Anda bahwa penyakit asam urat (arthritis gout) baru ditemukan secara medis di Indonesia pada 1935 oleh dr. Van den Horst? Kala itu, dokter berkebangsaan Belanda ini menemukan 15 kasus penyakit asam urat pada masyarakat kurang mampu di Indonesia, khususnya Pulaun Jawa.
Apa Itu Asam Urat?
Asam urat sebenarnya merupakan istilah yang diserap dari bahasa Inggris, uric acid. Penyakit ini dipicu oleh penumpukan sisa metabolisme usus terhadap zat purin yang terkandung dalam makanan kita.
Perlu diperhatikan, purin ini banyak terdapat pada makanan yang mengandung protein tinggi dan sayur-sayuran tertentu. Selain dari makanan, purin juga dihasilkan dari pemecahan sel darah, atau sebagai efek samping dari penyakit tertentu.
Pada situasi normal, biasanya tubuh akan mengeluarkan kandungan asam urat melalui feces dan urin. Persoalan mulai muncul manakala ginjal tidak mampu mengeluarkannya secara optimal.
Akibatnya, akan terjadi timbunan kandungan asam urat yang tersimpan dalam tubuh, terutama pada persendian. Timbunan inilah yang menimbulkan rasa nyeri yang berkepanjangan pada sendi dan tendon. Rasa nyeri tersebut sering timbul pada malam dan pagi hari.
Seperti halnya banyak penyakit lainnya, pola makan seseorang juga jadi faktor penentu bagi timbulnya penyakit asam urat ini. Tidak seimbangnya pola makan yang ditandai dengan asupan makanan berprotein tinggi, dipercaya menjadi kontibutor terbesar bagi timbulnya penyakit ini.
Gejala Penyakit Asam Urat
Indikator utama penyakit asam urat adalah nyeri sendi. Akan tetapi, rasa ngilu pada persendian banyak sebabnya, belum tentu juga disebabkan oleh penyakit asam urat. Berikut ini gejala-gejala nyeri sendi yang menyebabkan penyakit asam urat.
- Sendi terasa ngilu, nyeri, kesemutan, bahkan membengkak dan berwarna kemerahan atau terjadi peradangan sendi.
- Umumnya persendian terasa nyeri saat pagi hari (saat bangun tidur) atau saat malam hari.
- Frekuensi rasa nyeri pada sendi terjadi berulang kali.
- Yang sering diserang rasa nyeri dan ngilu umumnya pada sendi-sendi jari kaki, jari tangan, dengkul, tumit, pergelangan tangan dan siku.
- Pada kasus yang parah, persendian terasa sangat sakit ketika bergerak.
Untuk memastikan apakah gejala tersebut adalah gejala asam urat, Anda harus melakukan pemeriksaan laboratorium. Kadar asam urat normal pada pria berkisar 3,5 – 7 mg/dl dan pada perempuan 2,6 – 6 mg/dl.
Biasanya, penyakit asam urat diderita pria berusia 40 tahun ke atas dan wanita yang sudah menopause. Mayoritas penderita asam urat pun memiliki penyakit lain, misalnya hipertensi (tekanan darah tinggi), diabetes, atau penyakit ginjal. Selain itu, faktor kegemukan (obesitas) pun sering dijumpai pada penderita asam urat. Jika dibiarkan tanpa pengobatan, penyakit asam urat bisa berkembang menjadi batu ginjal dan menyebabkan gagal ginjal.
Mengendalikan Penyakit Asam Urat
Penyakit Asam urat bisa dikendalikan dengan obat-obatan yang mengandung allupurinol atau kortikosteroid, yang memang terbukti dapat menurunkan kadar asam urat secara drastis. Namun, pemakaian jangka panjang dengan dosis yang semakin tinggi, justru akan membawa penderitanya mendapat penyakit asam urat yang akut.
Lantas, cara apa yang paling bagus dan aman untuk mengendalikan asam urat? Jawabannya lagi-lagi merujuk pada pengaturan pola makan dan diet, serta berolahraga secara teratur. Ini adalah rumusan klasik dan paling populer yang selalu disarankan oleh para ahli kesehatan, ketika memberikan advis tentang treatment terhadap suatu penyakit.
Baiklah, mari kita patuhi saran ini, karena memang saran semacam ini secara normatif benar.
Makanan yang Disarankan Bagi Penderita Penyakit Asam Urat
Ada kabar gembira. Ternyata, vitamin C tidak hanya berguna untuk menjaga daya tahan tubuh, tetapi ada manfaatnya juga untuk mencegah risiko terkena penyakit asam urat. Maka, sebaiknya kita mulai memperbanyak asupan makanan yang mengandung vitamin C.
Selain itu, ada beberapa makanan yang disarankan untuk dikonsumsi secara rutin oleh penderita asam urat, di antaranya :
- Jus Sirsak
Selain membantu menghambat proses penuaan, buah sirsak ternyata juga bermanfaat untuk mencegah dan mengobati penyakit asam urat. Buah ini banyak mengandung mineral, vitamin yang larut air, serat, dan anti-oksidan. Selain itu, senyawa aktif alkaloid isquinolin yang dikandungnya bisa memiliki fungsi sebagai analgetik yang berguna untuk mengurangi rasa nyeri.
- Pisang
Pisang mengandung ion potasium dan B6. Kandungan ini juga bisa berfungsi sebagai analgetik untuk mengurangi rasa nyeri bagi para penderita asam urat.
- Air putih
Penderita asam urat disarankan mengkonsumsi 10 gelas air putih atau jus buah untuk membantu melancarkan keluarnya asam urat melalui air seni.
- Buah berair
Jenis buah berair juga akan membantu melancarkan pengeluaran asam urat melalui air seni. Anda tinggal pilih, mana yang Anda suka, semangka, melon, belewah, belimbing, atau jambu air.
Pantangan Bagi Penderita Asam Urat
Nah, setelah kita bersama-sama melihat beberapa jenis makanan yang disarankan untuk penderita asam urat, mari kita tengok makanan apa saja yang dipantangkan baginya. Secara umum hindari makanan yang mengandung purin tinggi.
- Daging, khusunya daging kambing.
- Jeroan: usus, limpa, babat, hati, ginjal, paru, dan otak.
- Makanan laut (seafood), terutama kerang, udang, kepiting dan cumi.
- Olahan daging dan ikan, misalnya sosis, kornet, dan sarden.
- Kacang-kacangan dan bibi-bijian, yaitu kacang tanah, kacang hijau, kacang kedelai termasuk hasil olahannya (tempe, tauco, oncom, susu kedelai), tauge, dan emping melinjo.
- Sayuran, misalnya kangkung, asparagus, bayam, daun singkong, buncis dan kembang kol.
- Buah-buahan, di antaranya durian, nanas, alpukat, dan air kelapa.
- Makanan yang digoreng atau yang bersantan.
Diet dan Pengobatan Penyakit Asam Urat
Bagi para penderita penyakit asam urat akut maupun kronis, sebaiknya melakukan diet asam urat. Pola diet tersebut difokuskan pada pembatasan makanan yang mengandung kadar purin tinggi, cukup kalori (sesuai dengan kebutuhan tubuh), tinggi karbohidrat, rendah kalori, rendah lemak, tinggi cairan, dan tanpa alkohol.
Berikut ini pola diet bagi penderita asam urat.
- Bagi penderita asam urat, kurangi konsumsi makanan yang mengandung kadar purin tinggi. Kadar purin yang dianjurkan sekitar 100 – 150 mg purin.
- Sebaiknya, protein yang dikonsumsi bersumber dari protein nabati dengan aturan maksimal 1 gr / kg berat badan perhari atau kira-kira 50-70 gr per harinya.
- Untuk meningkatkan pembuangan asam purin melalu urin, dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak karbohidrat kompleks, misalnya nasi, singkong, roti, ubi tidak kurang dari 100 gr / hari.
- Disarankan untuk mengkonsumsi sayuran yang tidak mengandung purin minimal 300 gr per hari. Hindari sayuran, seperti asparagus, kacang polong, buncis, kembang kol, bayam dan jamur.
- Perbanyak minum air putih, minimal 2,5 liter atau 10 gelas per hari dan mengkonsumsi buah-buahan yang banyak memiliki kandungan air, seperti, melon, blewah, semangka, belimbing, dan jambu air.
Solusi lain untuk menangani penyakit asam urat adalah melakukan pengobatan, baik secara medis maupun tradisional. Pengobatan dilakukan hingga kadar asam urat kembali normal. Langkah awal pengobatan penyakit asam urat adalah dengan mengetahui makanan pantangan yang dapat memicu meningkatnya asam urat. Selain itu, pola makan yang teratur untuk diet asam urat agar kadar asam urat dalam tubuh tetap terkendali.
Bagaimana, siapkah Anda untuk mengendalikan kadar asam urat dalam tubuh Anda?







