Manfaat Askep Diare Anak
Diare bisa menyerang anak-anak dan orang dewasa. Diare atau dalam istilah masyarakat kita disebut juga mencret. Penyakit ini tidak biasa dianggap remeh. perlu penanganan khusus agar tidak mencapai tahap kronik yang menyebabkan kematian.
Penanganan diare pada orang dewasa tentu berbeda dengan penanganan pada anak, khususnya yang masih balita dan bayi. Bayi dan balita perlu penanganan yang ekstra ketika menderita diare. Dibutuhkan sebuah tindakan khusus dalam menangani diare pada anak. Salah satunya adalah dengan menggunakan asuhan keperawatan atau askep diare anak.
Askep diare anak terdiri atas beberapa tindakan berupa penelusuran penyebab penyakit, mengumpulkan informasi seputar riwayat kesehatan pada anak, serta dilakukannya pemeriksaan fisik. Hal ini dilakukan supaya bisa menemukan solusi yang tepat jika bayi atau balita Anda terkena diare.
Tindakan asuhan keperawatan awal yang dapat kita lakukan adalah mengecek usia bayi atau balita. Biasanya diare menyerang pada anak yang lebih besar, yaitu dibawah usia 2 tahun. Untuk bayi, usia paling rentan terkena diare yaitu usai 6-11 bulan.
Pada usia ini bayi sudah mulai diberikan makanan pendamping. Penyebab diare yang berupa bakteri atau kuman bisa ditularkan melalui makanan pendamping.
Sebelum penanganan lebih jauh diperiksa terlebih dahulu kondisi anak atau balita yang terkena diare. Apakah buang air besarnya lebih dari 3 kali, kurang dari 4 kali sehari dan cair, 4-10 kali sehari dan cair, atau lebih dari 10 kali sehari.
Apabila diare terjadi kurang dari 14 hari, maka diare tersebut dikategorikan sebagai diare akut. Sedangkan bila diare yang terjadi lebih dari 14 hari, maka diare tersebut dikategorikan sebagai diare persisten.
Asuhan berikutnya bisa dilakukan dengan memperhatikan riwayat penyakit sekarang. Perhatikan perilaku anak, bila cengeng, gelisah, suhu badan mulai meningkat, nafsu makan berkurang, ada kemungkinan timbul diare.
Selain itu, perhatikan ketika si kecil buang air, apakah tinjanya cair atau tidak, berubah warna menjadi kehijauan atau tidak, terdapat lecet pada area sekitar anus, terlihat seperti mau muntah, mulai kehilangan cairan dan tidak buang air kecil dalam kurun waktu 6 jam. Jika menunjukkan gejala tersebut, kemungkinan besar si kecil menderita diare.
Tindakan perawatan dalam asuhan keperawatan lainnya dapat ditinjau dari riwayat kesehatan yang meliputi riwayat imunisasi, riwayat ada tidaknya alergi terhadap makanan dan obat-obatan, dan riwayat penyakit yang pernah diderita.
Selain itu, ditinjau pula riwayat pemberian makanan sebelum terkena diare, apakah pemberian asi ekslkusif atau tidak, dan bila menggunakan susu formula menggunakan air masak, botol susu atau dot apa tidak. Kesemua itu dapat diidentifikasikan ke dalam timbulnya gejala diare.






