Pentingnya Askep Diare pada Anak
Asuhan keperawatan atau askep diare pada anak bisa dibilang gampang-gampang susah. Artinya, gampang kalau kita sudah paham benar bagaimana askep diare pada anak sehingga kita bisa mengetahui apa saja yang harus dilakukan. Susah kalau kita buta dengan penyebab dan penanganan diare itu sendiri.
Apa Itu Diare?
Diare adalah penyakit yang sering kita temukan pada anak-anak yang merupakan gangguan akibat infeksi, malabsorbsi, makanan, faktor psikologis, dan lain-lain. Seorang anak dikatakan mengalami diare jika dalam sehari ia lebih dari tiga kali buang air besar dengan feses berupa cairan atau setengah cair.
Askep diare pada anak dilakukan oleh orang terdekatnya, biasanya ibu, sebelum diserahkan pada para medis untuk ditindaklanjuti. Sebelum mengalami keterlambatan dalam menangani kasus diare pada anak, kita harus mengetahui penampakan gangguan kesehatan pada anak.
Gejala Diare pada Anak
Mula-mula, anak yang terserang biasanya akan rewel, yakni sering menangis dan gelisah. Biasanya, suhu badannya akan naik disertai nafsu makan berkurang sehingga akhirnya timbul diare. Tinja sering berubah warna menjadi kehijauan karena bercampur dengan empedu. Bahkan, pada sebagian kasus, feses kerap disertai dengan lendir atau darah.
Feses yang bersifat asam sering tidak diabsorpsi usus selama diare sehingga menimbulkan luka lecet pada daerah anus dan sekitarnya. Karena lambung turut meradang akibat gangguan keseimbagan asam basa dan elektrolit, biasanya akan menimbulkan rasa mual dan muntah sebelum atau selama diare.
Jika tidak segera dilakukan askep diare pada anak, anak akan segera mengalami dehidrasi atau hal yang lebih buruk lagi.
Tip Askep Diare pada Anak
Berikut ini merupakan beberapa askep diare pada anak.
- Kenali gejala diare pada anak, seperti buang air besar lebih dari tiga kali dalam sehari berbentuk cairan, muntah, rewel, dan sebagainya.
- Berilah cairan oralit yang bisa dibeli di apotek. Cairan rumah tangga seperti air tajin atau campuran gula dan garam bisa diberikan, tetapi oralit yang memiliki standar kebutuhan harus juga diberikan.
- Tetap berikan makanan yang tidak sulit dicerna dan minum sebanyak-banyaknya.
- Ingatlah riwayat kesehatan anak meliputi penyakit yang pernah dialaminya, alergi, pola makan dan pemberian gizi, imunisasi, lingkungan dan sanitasi, serta riwayat kesehatan yang serius yang dialami orang tuanya. Hal ini berguna sebagai informasi bagi petugas medis.
- Segera pergi ke dokter terdekat. Jangan dibiarkan berlarut-larut karena hanya para medis yang bisa mendeteksi penyebab dan penanganan diare yang tepat.






