logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Kesehatan    Macam-Macam Penyakit    Penyakit Kulit dan Kelamin

Penanganan Penyakit Hernia Menurut Askep Hernia


Ilustrasi askep hernia

Penanganan penyakit hernia tetap harus mengacu pada asuhan keperawatan atau askep hernia. Ini ibarat standar penanganan bagi tenaga medis dalam menangani pasien yang menderita penyakit tersebut.

Bisa jadi, kebijakan antara berbagai rumah sakit berbeda-beda dalam memberikan layanan kepada pasien. Namun, dalam kasus hernia atau berbagai penyakit lain, hadirnya askep memberikan aspek legal kepada perawat dalam penanganan penyakit. Hal ini mencegah terjadinya malapraktik.

Askep menjadi pegangan bagi perawat profesional dalam memberikan pelayanan kesehatan seoptimal mungkin. Keberhasilan pelaksanaan askep harus didukung oleh metode perawatan yang baik dan benar oleh perawat yang menangani. Macam askep sangat banyak. Namun, dalam pembahasan ini dibatasi pada askep hernia.

Hernia sering disebut dengan turun berok. Penyakit ini lebih sering dialami pria, sehingga kerap disebut penyakit pria. Pasalnya, struktur tubuh pada rongga perut pria yang mendukung fungsi organ kelamin bisa menjadi sebab terjadinya penyakit ini.

Pasien yang mengalami hernia akan mengalami penonjolan akibat desakan dari isi rongga perut, misalnya usus. Usus tersebut mendesak lapisan lapisan dinding perut yang lemah hingga menonjol dan membentuk seperti kantung.

Pintu masuknya seperti cincin. Hernia bisa muncul pada anak-anak maupun orang dewasa. Pada anak-anak, saat buah zakar turun dan fungsi procesus vaginalis tidak mampu menutup dengan sempurna, bisa menjadi jalan masuk penyebab hernia. Sementara itu, pada orang dewasa, hernia kerap terjadi akibat lemahnya otot pada dinding perut. Semakin tua seseorang, kekuatan otot ini juga menurun.

Pembagian Hernia Menurut Askep Hernia

Menurut askep hernia, penyakit turun berok ini bisa diklasifikasi menjadi beberapa macam. Menurut topografinya, penyakit ini terdiri atas hernia umbilikalis, hernia femoralis, hernia inguinalis, dan sebagainya.

Menurut isinya, bisa lagi dibagi menjadi hernia omentum, hernia usus halus,  dan sebagainya. Bahkan, hernia pun ada pembagiannya yang didasarkan berdasarkan nama penemunya. Contohnya hernia petit, yaitu hernia yang terjadi di daerah lumbosakral. Hernia Richter, yakni hernia yang terjadi akibat terjepitnya beberapa bagian dinding usus.

Hernia spigelli, yaitu hernia yang terjadi di area lene semi sirkularis. Hernia skrotalis, yaitu hernia inguinalis  yang terjadi karena penekanan ke skrotum. Terakhir adalah hernia littre, yaitu hernia berisi divertikulum meckeli.

Orang yang mengalami hernia biasanya muncul tanda khas padanya. Menurut askep hernia, tanda itu bisa dilihat dari kemunculan benjolan yang terletak di selangkangan atau kemaluan. Sifatnya kadang tidak tentu. Benjolan tersebut bisa jadi tiba-tiba muncul, tiba-tiba mengecil, atau bahkan menghilang.

Namun, sebenarnya benjolan itu bisa kambuh sewaku-waktu. Kemunculan benjolan tersebut bisa terjadi saat penderita menangis, mengejan, atau mengangkat barang yang cukup berat. Rasa nyeri juga kerap dialami oleh pasien di tempat munculnya hernia. Kalau hernia sudah mengalami komplikasi, maka dimungkinkan muncul rasa mual dan muntah.

Sementara itu, gejala hernia bisa dibagi pula berdasarkan berat ringannya kondisi hernia. Ada empat gejala yang mungkin ditemui:

  • Reponible

Gejala ini adalah munculnya benjolan yang sifatnya tidak menetap. Benjolannya kadang muncul dan menghilang. Tidak konsistennya kemunculan hernia menjadi ciri yang bisa digunakan untuk membedakannya dengan tanda dari benjolan kanker.

Ini adalah tanda hernia eksternal yang kerap muncul di lipatan paha atau umbilikus. Benjolan bisa diraba dan terlihat jelas oleh mata. Makin terlihat perbedaannya saat dibandingkan dengan lipatan paha di sebelahnya. Kalau hernia terjadi pada bayi perempuan, bagian luar kelaminnya (labia) membesar.

  • Irreponible

Tanda ini diketahui dengan menetapnya benjolan di lipatan paha atau daerah pusat. Kejadian yang mungkin terjadi yaitu air, usus, atau penggantungan usus terjepit di rongga dan sulit untuk dikeluarkan. Ini terjadi pada hernia inguinalis. Kalau terjadi pada anak, tanda klinis belum muncul.

  • Inkerserasi

Gejala ini sudah semakin parah. Pasalnya, terjadi penyumbatan pada saluran makanan pada bagian isi perut yang terjepit. Benjolan pun sudah menetap. Gejala klinis yang muncul adalah pasien mengalami mual, muntah, sembelit, perut kembung, dan nafsu makan berkurang drastis.

  • Strangulasi

Inilah gejala hernia yang sangat parah. Pasien yang sudah mengalami fase ini mengalami gejala seperti incarcerata dan pembuluh darahnya turut terjepit. Pembuluh darah yang berhenti mengalir, kelamaan akan mati dan menjadi racun.

Bahayanya adalah saat racun tersebut beradar ke seluruh tubuh lewat pembuluh darah yang sehat. Inilah yang mengancam nyawa dan rasanya akan sangat nyeri.

Penanganan Hernia Menurut Askep Hernia

Menurut askep hernia, pemeriksaan diagnostik dilakukan dengan melakukan pemeriksaan diameter dari anulus inguinalis. Dalam penatalaksanaannya dilakukan bedah efektif untuk hernia inguinalis lateralis reponibilis. Tujuannya, agar tidak terjadi komplikasi yang memperparah hernia.

Sementara itu, penanganan untuk ireponibilis dilakukan dengan mengusahakan isi hernia yang terjepit bisa dimasukkan kembali ke rongga tubuh. Langkahnya, pasien diminta untuk tiduran, melakuan puasa, dan mendapatkan diet makanan halus. Cara untuk memasukkan isi hernia dilakukan dengan menekan benjolan secara kontinyu.

Penekanan bisa menggunakan bantuan bantal pasir. Kalau terjadi pembengkakan, kompres es dapat dilakukan untuk mengurangi bengkak. Usaha memasukkan isi hernia mungkin perlu dilakukan berulang kali.

Setelah isi masuk kembali, bisa diterapkan bedah efektif atau mungkin menjadi inkarserasi. Kalau hernia sudah pada tahap inseinkerserasi dan strangulasi, maka harus ditangani dengan bedah darurat. Pasalnya, kondisi hernia sudah parah pada tahap tersebut.

Bedah untuk hernia ini dilakukan dengan herniotomi. Artinya, memotong hernia lalu menjahit kantong hernia atau herniorafi.  Sedangkan langkah pada bedah efektif yaitu dengan membuka manalis, memasukkan isi kantong hernia ke dalam rongga perut, mengikat kantong, dan melakukan “bassin plasty”. Hal ini dilakukan agar dinding belakang kanalis inguinalis lebih kuat.

Sementara pada bedah darurat, caranya kurang lebih sama dengan bedak efektif. Caranya dengan menemukan cincin hernia dan memotongnya. Kalau kondisi usus vital maka dikembalikan lagi ke rongga perut. Jika tidak dilakukan, maka akan dilakukan reseksi usus serta anastomois (end to end).

Diagnosa Keperawatan Menurut Askep Hernia

Saat pasien mengalami hernia, mereka dimungkinkan mengalami beberapa gejala klinis. Dalam tata laksananya, bisa diterapkan penanganan sebagai berikut.

  • Penanganan Rasa Nyeri

Rasa nyeri, terutama saat mengejan, yang berkaitan hernia atau intervensi bedah. Untuk kasus ini, lakukan kajian dan catat nyerinya. Sarankan pada pasien untuk menjauhi mengejan, meregang, batuk, atau mengangkat sesuatu yang cukup berat. Kalau diagendakan untuk memakai dekker, ajari pasien. Ajari pasien menggunakan kompres es atau penyokong skrotum. 

Hal ini dilakukan untuk membatasi edema dan mengurangi nyeri. Nyeri dikurangi dengan memberikan obat analgesik sesuai program. Dengan langkah tersebut diharapkan terjadi penurunan keluhan dalam tempo satu jam. Salah satu indikatornya, pasien tidak meringis.

  • Penanganan Retensi Urine

Retensi urine yang menyebabkan terjadinya nyeri, trauma, dan pemakaian bius atau anastesi yang muncul selama bedah abdomen. Langkah yang perlu dilakukan yaitu mengkaji dan mencatat keluhan bahwa pasien sulit untuk kencing (distensi suprapubik).

Amati haluarna urine, lalu catat, dan laporkan kondisi kemih yang sering. Cara untuk mempermudah keluarnya kencing bisa dilakukan dengan merangsang menggunakan suara air mengalir atau menempatkan di baskom hangat. Lakukan dengan posisi badan seperti halnya sedang kencing.

Hasil yang diharapkan dengan langkah ini adalah pasien bisa kencing dengan normal setelah 8-10 jam pasca-pembedahan. Jumlah haluara urine diharapkan lebih dari sama dengan 100 mL tiap kencing dan adekuat dalam masa 24 jam (1.000 – 1.500 mL).

  • Beri Pasien Pengetahuan tentang Hernia

Pasien kurang informasi tentang kemungkinan komplikasi GI karena hernia, termasuk ketidaktahuan tentang pencegahan kekambuhan hernia. Hal yang perlu dilakukan menurut askep hernia adalah mengajari pasien untuk selalu waspada dan kontrol jika muncul tanda-tanda kekambuhan. 

Tanda-tanda tersebut misalnya nyeri, benjolan menetap, mual, muntah, demam serta distensi abdomen yang menimbulkan tanda inkarserasi atau strangulasi pada usus. Sarankan pula pada pasien untuk memakai penyokong dan menghindari mengejan yang meregang, sembelit, dan angkat benda berat.

Urusan makan, sarankan pada pasien diet tinggi serat atau memakai suplemen diet serat dalam mencegah sembelit. Selain itu, ajari pasien gerakan tubuh yang tepat agar hernia tidak kambuh. Hasil yang diharapkan adalah pasien menjadi tahu dan paham tentang tanda dan komplikasi GI dan bisa melakukan pencegahan.

Askep hernia membuat penanganan pasien hernia lebih terarah dan menghindari adanya kesalahan dalam penanganan. Askep hernia harus dipahami tenaga medis dalam melakukan prosedur menangani hernia.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Jenis jenis Penyakit Kelamin dan Cara Mencegahnya
  • Ragam Penyakit Kulit dan Kelamin yang Harus Dihindari
  • Mengenal dan Mencegah Penyakit Sifilis
  • Kondom - Selubung Pelindung Beraneka Rasa
  • Dampak Negatif Seks Bebas
  • Penyakit pada Kulit Tidak Mematikan Tetapi Memalukan - ANNEAHIRA.COM
  • Jenis-jenis Penyakit Kulit
  • Penyakit Kulit Gatal yang Menyebalkan
  • Kenali, Cegah, dan Atasi Penyakit Prostat
  • Ragam Penyakit Kulit Kelamin
  • Mengenal Penyakit Hernia
  • Kondisi dan Penanganan Macam Penyakit Kulit
  • Gejala dan Pengobatan Penyakit Kulit Eksim
  • Penyakit Kulit dan Obatnya
  • Obat Herbal untuk Mengobati Panu
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA