Asmaul Husna: Nama-Nama Allah yang Indah
Allah Swt. berfirman, “... Dan Allah memiliki al-asma’ al-husna, maka serulah Dia dengannya...” (Q.S. Al-A’raf [7]: 170).
Telah sering kita mendengar asmaul husna dan barangkali sebagian besar kita sudah bisa menghafalnya. Sebab, asmaul husna sudah diajarkan sejak kecil, terutama sekali di TPA (Taman Pendidikan Alquran). Asma berarti nama dan husna berati baik atau indah. Asmaul Husna adalah nama-nama Allah yang baik dan indah.
Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Musa at-Turmudzi, dari Abu Hurairah r.a., ia berkata bahwa Rasululllah Saw. telah bersabda, “Sesungguhnya, Allah Swt mempunyai sembilan puluh sembilan nama, seratus kurang satu. Barangsiapa menghimpunkannya, maka ia akan masuk surga.”
99 Asmaul Husna
- Ar-Rahman Pemurah
- Ar-Rahiim Penyayang
- Al-Malik Merajai/Memerintah
- Al-Quddus Suci
- As-Salaam Memberi Kesejahteraan
- Al-Mu`min Memberi Keamanan
- Al-Muhaimin Pemelihara
- Al-`Aziiz Kegagahan
- Al-Jabbar Perkasa
- Al-Mutakabbir Megah, Yang Memiliki Kebesaran
- Al-Khaliq Pencipta
- Al-Baari` Melepaskan (Membuat, Membentuk, Menyeimbangkan)
- Al-Mushawwi Membentuk Rupa (makhluknya)
- Al-Ghaffaar Pengampun
- Al-Qahhaar Memaksa
- Al-Wahhaab Pemberi Karunia
- Ar-Razzaaq Pemberi Rezeki
- Al-Fattaah Pembuka Rahmat
- Al-`Aliim Mengetahui (Memiliki Ilmu)
- Al-Qaabidh Menyempitkan (makhluknya)
- Al-Baasith Melapangkan (makhluknya)
- Al-Khaafidh Merendahkan (makhluknya)
- Ar-Raafi` Meninggikan (makhluknya)
- Al-Mu`izz Memuliakan (makhluknya)
- Al-Mudzil Menghinakan (makhluknya)
- Al-Samii` Maha Mendengar
- Al-Bashiir Maha Melihat
- Al-Hakam Maha Menetapkan
- Al-`Adl Maha-adil
- Al-Lathiif Mahalembut
- Al-Khabiir Maha Mengetahui Rahasia
- Al-Haliim Maha Penyantun
- Al-`Azhiim Maha-agung
- Al-Ghafuur Maha Pengampun
- As-Syakuur Maha Pembalas Budi (Menghargai)
- Al-`Aliy Mahatinggi
- Al-Kabiir Mahabesar
- Al-Hafizh Maha Menjaga
- Al-Muqiit Pemberi Kecukupan
- Al-Hasiib Maha Membuat Perhitungan
- Al-Jaliil Mahamulia
- Al-Kariim Maha Pemurah
- Ar-Raqiib Maha Mengawasi
- Al-Mujiib Maha Mengabulkan
- Al-Waasi` Mahaluas
- Al-Hakiim Mahabijaksana
- Al-Waduud Maha Pencinta
- Al-Majiid Mahamulia
- Al-Baa`its Maha Membangkitkan
- As-Syahiid Maha Menyaksikan
- Al-Haqq Mahabenar
- Al-Wakiil Maha Memelihara
- Al-Qawiyyu Mahakuat
- Al-Matiin Mahakokoh
- Al-Waliyy Maha Melindungi
- Al-Hamiid Mahaterpuji
- Al-Mushii Maha Mengkalkulasi
- Al-Mubdi` Maha Memulai
- Al-Mu`iid Maha Mengembalikan Kehidupan
- Al-Muhyii Maha Menghidupkan
- Al-Mumiitu Maha Mematikan
- Al-Hayyu Mahahidup
- Al-Qayyuum Mahamandiri
- Al-Waajid Maha Penemu
- Al-Maajid Mahamulia
- Al-Wahiid Mahatunggal
- Al-Ahad Maha Esa
- As-Shamad Maha Dibutuhkan, Tempat Meminta
- Al-Qaadir Maha Menentukan, Maha Menyeimbangkan
- Al-Muqtadir Maha Berkuasa
- Al-Muqaddim Maha Mendahulukan
- Al-Mu`akkhir Maha Mengakhirkan
- Al-Awwal Maha-awal
- Al-Aakhir Maha-akhir
- Az Zhaahir Mahanyata
- Al-Baathin Mahagaib
- Al-Waali Maha Memerintah
- Al-Muta`aalii Mahatinggi
- Al-Barri Maha Penderma
- At-Tawwaab Maha Penerima Tobat
- Al-Muntaqim Maha Penyiksa
- Al-Afuww Maha Pemaaf
- Ar-Ra`uuf Maha Pengasih
- Malikul Mulk Penguasa Kerajaan (Semesta)
- Dzul Jalaali Wal Ikraam Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan
- Al-Muqsith Maha-adil
- Al-Jamii` Maha Mengumpulkan
- Al-Ghaniyy Maha Berkecukupan
- Al-Mughnii Maha Memberi Kekayaan
- Al-Maani Maha Mencegah
- Ad-Dhaar Maha Memberi Derita
- An-Nafii` Maha Memberi Manfaat
- An-Nuur Maha Bercahaya (Menerangi, Memberi Cahaya)
- Al-Haadii Maha Pemberi Petunjuk
- Al-Baadii Maha Pencipta
- Al-Baaqii Mahakekal
- Al-Waarits Maha Pewaris
- Ar-Rasyiid Mahapandai
- As-Shabuur Mahasabar
Asmaul Husna merupakan suatu sifat yang tidak ada bandingannya dan termasuk sifat yang qadim (azali); bukan pemberian manusia, tetapi Allah Swt sendirilah yang telah menamakan Zat-Nya sejak semula dan seterusnya.
Seyogianya, dalam beribadah umat Muslim mencurahkan segenap pikiran dan kemauannya semata-mata kepada Allah SWT, tidak melihat kepada yang lain dan tidak menoleh kepada selain-Nya. Berdoalah dengan nama-nama Allah yang indah. Cukuplah Allah sebagai penolong yang agung, dan jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah. Sebab, kesabaran di dalam berdoa terpancar dengan mata akal dan tertuju kepada mata batin. Barangsiapa yang percaya kepada Allah, Allah akan menaikkan deratnya sampai tidak berujung dan bertepi.
| Beri rating untuk artikel di atas |








