logo anne ahira
AnneAhira.com    Referensi    Astronomi
Close x

Astronomi

Bintang dan bulan yang kadang sering Anda nikmati karena keindahannya bagi sebagain orang itu adalah objek penelitian. Belajar memang bisa mengenai apapun. Belajar tidak mengenal batasan waktu, tempat, dan usia.

Jika Anda ingin, Anda bisa belajar tentang apa pun. Benda-benda yang ada di Bumi atau bahkan luar angkasa. Jika Anda mempunyai ketertarikan berlebih terhadap benda-benda luar angkasa dan ingin mempelajarinya lebih lanjut, maka astronomi adalah jawabannya.

Tanpa kita sadar, Tuhan menciptakan dunia juga sebagai sarana pembelajaran bagi umatnya. Mengapa bumi bulat? Mengapa buah apel bisa jatuh saat Issac Newton duduk di bawah pohon apel? Pertanyaan-pertanyaan itu mau tidak mau memaksa manusia untuk berpikir.

Begitu pun yang terjadi dengan kehidupan yang ada di luar angkasa. Rahasia mengapa malam gelap dan mengapa bintang terlihat lebih kecil daripada bulan akan terjawab jika manusia itu mau berpikir. Berpikir juga menandakan bahwa manusia itu hidup.

Di dunia ini, cabang keilmuan jumlahnya sudah sangat banyak. Hampir semua aspek kehidupan manusia telah diteliti dan menghasilkan berbagai cabang ilmu. Semua ilmu itu menarik untuk diketahui. Ilmu jadi ibarat kunci dalam mengungkapkan rahasia-rahasia dalam kehidupan. Tidak jarang suatu ilmu juga dapat melahirkan ilmu lain yang baru.

Astronomi sebagai Pengungkap Rahasia Jagat Raya

Astronomi adalah ilmu yang mengungkapkan apa-apa saja yang terjadi di jagat raya. Ilmu yang meneliti objek tak tersentuh. Sebuah ilmu yang mempelajari benda-benda langit yang sebagian besar hanya bisa diamati dari jauh. Secara etimologi, Atronomi artinya adalah ilmu bintang. Kata ini berasal dari bahasa Yunani.

Benda-benda langit yang menajdi objek penelitian dari astronomi adalah bintang, planet, komet, nebula, galaksi, matahari, bulan, gugus bintang dan berbagai fenomena alam yang terjadi di luar angkasa. Sebagai sebuah ilmu, astronomi juga tidak bisa lepas dari pengaruh keilmuan yang lain, seperti kimia, fisika, dan meteorologi atau ilmu yang mempelajari meteor.

Astronomi mempelajari bagaimana benda-benda langit itu bergerak, bagaimana benda-benda langit itu tercipta dan bagaimana benda-benda langit itu membentuk satu sistem di jagat raya.

Berdasarkan sejarahnya, astronomi adalah ilmu tertua yang dimiliki oleh umat manusia. Beberapa bukti sejarah mengenai astronomi banyak ditemukan di beberapa negara seperti Mesir, Babilonia, Yunani, China, India, dan bahkan oleh suku Maya.

Secara sederhana, astronomi juga digunakan dalam penanggalan bagi umat manusia. Lebih lanjut ilmu astronomi juga sering dikaitkan dengan astrofisika. Dua cabang ilmu yang hakikatnya sama. Jika astronomi mempelajari benda-benda di luar atmosfer bumi beserta sifat kimia dan fisika yang dimiliki benda-benda tersebut. Maka, astrofisika mempelajari tentang sifat fisik, tingkah laku, proses pergerakan benda-benda langit, dan fenomena yang terjadi.

Cabang Astronomi

Lumrahnya sebuah ilmu besar, astronomi juga memiliki cabang-cabang yang dikelompokkan berdasarkan subjek yang diteliti. Beberapa cabang ilmu astronomi di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Astrometri

Ilmu ini mempelajari tentang pergerakan bintang dan benda langit lain. Selain itu, jarak antara bintang dan benda langit lain juga menjadi fokus dalam ilmu ini. Pada zamannya Hipparchus, seorang astronom di zaman Yunani kuno, astrometri digunakan untuk menyusun katalog perbintangan yang pertama kali muncul.

2. Kosmologi

Cabang dari astronomi ini mempelajari struktur dan sejarah dari benda-benda langit. Ilmu ini fokus pada asal mula dan evolusi atau perubahan yang terjadi pada satu benda langit tertentu.

3. Planetologi

Ilmu ini mempelajari tentang planet dan tata surya. Objek yang dipelajari mulai dari benda-benda langit berbentuk kecil, seperti mikrometeroid, hingga benda langit yang bentuknya besar.

4. Evolusi Bintang

Meskipun sama-sama menjadikan bintang sebagai objek penelitiannya, evolusi bintang berbeda dengan astrometri. Evolusi bintang lebih fokus pada perubahan radikal yang terjadi pada bintang selama bintang itu hidup. Evolusi bintang dipelajari dari berbagai analisis yang telah dikumpulkan oleh para pengamat bintang dari beberapa waktu.

Secara spesifik, astronomi terbagi menjadi beberapa cabang. Berikut ini penjelasan mengenai cabang-cabang astronomi.

Astronomi Surya

Matahari merupakan bintang yang jarangnya paling dekat dengan bumi, sekitar 8 menit kecepatan cahaya. Matahari pun merupakan objek yang sering diteliti. Matahari berusia sekitar 4,6 milyar tahun. Meskipun tidak sampai tingkat variable, matahari mengalami sedikit perubahan cahaya melalui aktivitas yang dikenal dengan nama siklus bintik matahari.

Siklus ini merupakan fluktuasi pada angka-angka bintik-bintik matahari selama sebelas tahun. Bintik matahari adalah daerah dengan suhu yang lebih rendah dan memiliki aktivitas magnetik yang hebat.

Luminositas matahari terus bertambah kuat secara tetap sepanjang hidupnya. Dan, sejak pertama kali menjadi bintang deret utama sudah bertambah sebanyak 40 %.

Matahari pun telah tercatat melakukan perubahan periodik dalam luminositas, yaitu sesuatu yang menyebabkan akibat-akibat yang signifikan atas kehidupan di bumi. Misalnya, periode minimum Maunder yang sampai menyebabkan fenomena zaman es kecil pada abad pertengahan.

Permukaan luar matahari yang bisa kita lihat disebut fotosfer. Di atasnya, ada lapisan tipis yang tidak terlihat karena terangnya fotosfer, yaitu kromosfer. Di atasnya lagi, ada lapisan transisi di mana suhu bisa naik secara cepat. Selanjutnya, di atasnya lagi terdapat lapisan yang disebutr korona. Lapisan korona merupakan lapisan yang sangat panas.

Di tengah struktur matahari, ada bagian yang disebut dengan inti matahari. Dalam inti matahari, ada tingkatan suhu dan tekanan yang cukup sehingga fusi nuklir bisa terjadi. Di tasnya lagi, terdapat zona radiatif. Zona ini memiliki plasma yang mengantarkan panas melalui proses radiasi. Di atas zona radiatif, terdapat zona konvektif.

Di sini, terdapat materi gas yang bisa mengantarkan energi lewat pergerakan materi gas itu sendiri. Zona inilah yang dipercaya sebagai sumber aktivitas magnetis penghasil bintik-bintik matahari.

Astronomi Bintang

Untuk memahami alam semesta, dilakukan penelitian atas bintang-bintang dan bagaimana mereka berevolusi sangatlah fundamental. Bintang terbentuk pada awan-awan molekul raksasa, yaitu daerah yang padat dengan debu dan gas. Ketika kehilangan kestabilan, serpihan-serpihan dari awan-awan ini bisa mengalami runtuh di bawah gaya gravitasi dan membentuk protobintang. Jika bagian intinya mencapai kepadatan dan suhu tertentu, fusi nuklir akan dipicu dan akan terbentuklah sebuah bintang deret utama.

Astronomi bintang memiliki ciri-ciri yang secara umum ditentukan oleh massa awalnya, semakin besar massanya, akan semakin tinggi pula luminositasnya, dan semakin cepat pula ia akan menghabiskan bahan bakar hidrogen yang ada pada inti. Lama-kelamaan, bahan bakar hidrogen akan diubah menjadi helium dan bintang yang bersangkutan akan berevolusi. Untuk melakukan fusi helium, dibutuhkan suhu inti yang lebih tinggi. Oleh sebab itu, intinya dakan semakin padat dan ukuran bintang pun berlipat ganda. Sehingga bintang menjadi sebuah raksasa merah.

Fase raksasa merah ini relatif singkat sampai bahan bakar heliumnya juga sudah habis terpakai. Jika bintang itu memiliki massa yang sangat besar, maka akan dimulai fase-fase evolusi di mana ia akan semakin mengecil secara bertahap sebab terpaksa melakukan nfusi nuklir terhadap unsur-unsur yang lebih berat.

Astronomi Galaksi

Sistem tata suraya kitaa beredar di dalam galaksi Bima Sakti. Galaksi Bima Sakti merupakan salah satu yang paling menonjol di antara kumpulan galaksi. Galaksi merotasi materi-materi gas, debu, bintang, dan benda-benda lainnya. Semuanya berkumpul akibat tarikan gaya gravitasi bersama. Bumi terletak pada sebuah lintasan galaksi Bima Sakti yang ada di bagian luar. Hal itu mengakibatkan banyak daerah-daerah Bima Sakti yang tidak terlihat.

Itulah penjelasan mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan dunia astronomi. Semoga saja penjelasan yang dipaparkan ini bermanfaat bagi Anda yang tertarik pada dunia astronomi. Selamat membaca!

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait

Planet
Planet termasuk benda langit yang ada di antariksa. Diketahui, ada beberapa planet yang ada di sekitar bumi, seperti Merkurius, Jupiter, Pluto, dan lain sebagainya. Di sini, Anda dapat membaca artikel mengenai planet secara gratis.

Bulan
Bulan merupakab benda antariksa. Bulan muncul pada malam hari. Untuk lebih jelasnya lagi, berikut ini akan dijelaskan segal hal yang berhubungan dengan bulan.

Atmosfer
Apa yang ada dalam pikiran Anda ketika mendengar kata atmosfer? Apa itu atmosfer? Temukan jawabannya di artikel ini. Selain menyajikan pengertian atmosfer, di sini juga disajikan seputar fenomena yang terjadi di dalam atmosfer dan lapisan-lapisannya. Artikel ini akan membahas tentang atmosfer lebih lanjut

Buku Astronomi
Astronomi juga salah satu ilmu yang patut untuk dipelajari. Dengan mengetahui segala hal tentang astronomi tentu kita akan semakin mengenal dunia yang kita tempati. Untuk belajar, tidak perlu sekolah atau kuliah, namun bisa juga dengan buku. Jika Anda tertarik untuk belajar tentang astronomi sendiri, di sini ada informasi lengkap mengenai buku astronomi.

Dasar Astronomi
Astronomi adalah ilmu yang memelajari benda-benda angkasa. Sama seperti ilmu yang lainnya, astronomi juga memiliki dasar-dasar ilmu. Untuk lebih jelas tentang dasar astronomi, silahkan baca artikel ini!

Astronomi Untuk Anak
Membuat anak tahu dan mengerti tentang ilmu astronomi, itu sangat baik. Dengan begitu mereka bisa mendapatkan wawasan lebih dan menjadi anak yang lebih cerdas. Dapatkan informasi menarik mengenai astronomi anak di sini.

Boscha
Boscha adalah sebuah planetorium yang ada di Lembang, Bandung. Di tempat iru kita dapat melihat berbagai benda yang ada di luar angkasa. Jika Anda penasaran dengan boscha, dapatkan informasinya di sini.

Teropong Bintang
Sebuah tabung dan beberapa lembar kaca bernama teropong bintang ternyata mampu memberikan kita pemahaman tentang alam semesta, 4 abad usianya berlalu, benda itu tetap terasa mengejutkan dan penuh misteri. Awalnya adalah Hans Lippershey yang pingin bikin benda sejenis ini bukan berangkat untuk tujuan idealis mengubah alam semesta. Sebaliknya, lensmaker Belanda itu melihat peluang bisnis.

Komet
Komet menjadi benda langit paling kontroversial sepanjang sejarah. Kehadirannya di langit sering ditafsirkan sebagai tanda akan datangnya malapetaka yang menimpa sebuah negeri. Meskipun saat ini para ahli sains telah membuktikan bahwa komet hanyalah benda angkasa biasa seperti bintang, planet, satelit, asteroid, atau meteorit, ketakukan manusia terhadapnya tidak dapat dipungkiri.

Meteor
Meteor adalah benda langit yang masuk ke dalam wilayah atmosfer bumi sehingga mengakibatkan gesekan permukaan metor dengan udara dalam kecepatan yang sangat tinggi. Untuk lebih jelasnya lagi, simak ulasannya berikut ini.

Planetarium
Planetarium merupakan gedung yang digunakan untuk memperagakan simulasi susunan bintang dan benda-benda langit. Atap gedung biasanya berbentuk kubah setengah lingkaran. Berbeda dengan observatorium, kubah planetarium tidak bisa dibuka untuk meneropong bintang.

Big Bang
Bigbang ini, bukan nama boyband, namun peristiwa yang menyebabkan pembentukan alam semesta. Fenomena alam ini sudah ada sejak jutaan tahun yang lalu. Informasi lengkap lainnya mengenai fenomena big bang, bisa Anda dapatkan di sini.

Supernova
Supernova adalah salah satu fenomena yang terjadi di angkasa luar. Supernova adalah ledakan bintang di galaxy. Jika kita melihat seperti apa supernova itu, pasti kita akan sangat terkejut. Dapatkan informasi lebih lengkap dari supernova di artikel ini.

Ahli Astronomi
Ahli astronomi pasti sudah mengerti betul dengan segala sesuatu dalam “kehidupan” astronomi. Anda bisa banyak belajar mengenai astronomi dari mereka. Untuk Anda yang sedang mencari informasi mengenai ahli astronomi, Anda bisa mendapatkannya di sini.

Teleskop
Teleskop ini di buat pada 1960, merupakan pemberian atau sumbangan dari UNESCO kepada Observatorium Bosscha. Teleskop ini memiliki optik Schmidt dengan diameter lensa koreksi selebar 51 cm, diameter cermin sepanjang 71 cm dan fokus dengan panjang 125 cm. dengan ukurannya itu teleskop Schmidt bima sakti lebih kecil di antara teleskop-teleskop lainnya, lebih mirip dengan f-ratio kamera biasa.


Beranda | Privacy | Sitemap

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668 Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA