Kelebihan Atap Baja Ringan

Apakah Anda termasuk orang yang sering bermasalah dengan atap? Atap bocor, kena rayap, atau tidak tahan lama. Apalagi, saat musim hujan seperti ini. Kebocoran akan menjadi masalah utama jika atap rumah Anda bermasalah. Bagaimana jika Anda beralih melirik atap baja ringan?
Pada umumnya, atap rumah menggunakan genteng dengan kuda-kuda dari kayu. Namun, karena proses pembalakan liar, kebakaran hutan, dan alih fungsi lahan, jumlah kayu berkualitas di Indonesia terus menyusut. Akibatnya, harga kayu di pasaran terus merangkak naik.
Parahnya, harga mahal pun tidak menjamin kualitas kayu. Padahal, atap sangat penting. Selain melindungi dari panas dan hujan, atap merupakan pelindung isi rumah seperti furniture, alat elektronik, dan peralatan lainnya.
Pengenalan Atap Baja Ringan
Menjawab pertanyaan ini, sejak 1995, Indonesia mulai mengenal atap baja ringan. Namun, atap baja ringan ini baru booming pada 2000-an. Harganya pun sama dengan kayu berkualitas nomor wahid.
Atap baja ringan terbuat dari bahan baku baja lapis zin-calume atau baja galvanis yang telah dibentuk menjadi profil-profil batangan dengan ketebalan dan panjang tertentu.
Kisaran Harga
Rangka baja ringan jenis zinc aluminium ukuran 0,80 mm ditawarkan seharga Rp130.000,00 per meter persegi (bentuk atap pelana/biasa), sedangkan atap bentuk jurai (limas) dihargai Rp135.000,00 per meter persegi.
Kelebihan Atap Baja Ringan
Berikut ini adalah beberapa kelebihan atap baja ringan.
- Lebih kuat, praktis, irit desain, perawatannya mudah, dan ketahanannya bisa mencapai 15 tahun.
- Dilihat dari strukturnya, baja ringan lebih tipis. Ketebalan yang banyak ditemui di pasaran mulai 0,4 milimeter hingga 1 milimeter.
- Derajat kekuatan tarik baja ringan mencapai 550 Mpa, lebih tinggi dibanding baja biasa sekitar 300 MPa. Kekuatan tarik dan tegangan ini untuk mengompensasi bentuknya yang tipis.
- Tidak mudah ambruk ataupun patah. Bahkan, jika gempa menerjang. Hal ini disebabkan elastisitas baja yang baik.
- Ketika terjadi kebakaran, atap baja ringan tidak langsung dilalap api. Bukan berarti atap baja ringan tahan terhadap api, namun atap baja ringan tidak seperti kayu, jika terjadi kebakaran malah memperbesar api.
- Tidak dimakan rayap, berbeda dengan kayu yang setiap saat terancam rayap.
Meskipun memiliki banyak kelebihan, atap baja ringan juga memiliki kelemahan, yakni dalam hal pemasangan.
Pemasangan baja ringan berbeda dengan kayu. Baja ringan, harus dipasang oleh orang terlatih karena struktur rangka baja telah dihitung secara tiga dimensi menjadi satu kesatuan.
Jika ada satu saja pemasangan yang tidak tepat, akan melemahkan struktur lainnya walaupun sebenarnya pemasangan baja ringan lebih praktis. Tinggal menyambungkan setiap ujung-ujung baja dengan baut. Biasanya, di setiap ujung ada pengunci.






