logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Olah Raga    Ketangkasan    Pemain

Hop, Step, dan Jump, 3 Gerakan Atletik Lompat Jangkit


Ilustrasi atletik lompat jangkit

Salah satu cabang atletik adalah lompat jangkit. Cabang atletik lompat jangkit ini, termasuk yang agak sulit dilakukan. Lompat jangkit atau dikenal pula dengan nama triple jump, terdiri dari tiga gerakan yang harus dilakukan secara sempurna oleh seorang alit atletik dalam setiap pertandingan.

Olah Raga Atletik

Sebagian dari Anda, bahkan semua orang di dunia, yang pernah mengenyam dunia pendidikan, terutama mata pelajaran Olahraga atau Pendidikan Jasmani, pasti pernah mengenal atletik.

Atletik merupakan salah satu cabang olahraga yang bisa dibilang menjadi dasar dari semua cabang olahraga yang ada. Atletik juga merupakan cabang olahraga tertua yang terlahir pertama kali di Bumi ini. Sebagian besar orang di dunia beranggapan bahwa atletik berkembang pertama kali dari Yunani, namun hal itu tidaklah benar.

Olahraga atletik telah ada jauh sebelum dunia mengetahui kemunculan pertamanya pada Olimpiade pertama di Yunani. Menurut penelitian di bidang kesustraan dan ikonografi, olahraga atletik telah ada jauh sebelum masa Olimpiade pertama di Yunani.

Olahraga atletik telah berkembang sejak perkembangan peradaban dunia yang pertama di masyarakat Mesir kuno dan Mesopotamia sekitar 3000 SM. Pada awal perkembangannya, olahraga atletik dimainkan oleh masyarakat kuno di sekitar area kuil dan makam kuno. Jenis olahraga yang telah dimainkan beragam mulai dari gulat, pertarungan tongkat, mendayung, tinju, hingga akrobat.

Olahraga atletik memang telah berkembang pada 3000 SM. Namun, perkembangan olahraga atletik dalam sebuah kompetisi yang berlangsung hingga sekarang, berawal pada 776 SM di Olimpiade pertama di Yunani.

Pada awalnya, kompetisi olahraga ini hanya boleh diikuti oleh para pria dalam stadium Olympia yang berkapasitas antara 45000-50000 orang. Entah kenapa, pada waktu itu seluruh pria yang mengikuti kompetisi diharuskan untuk telanjang.

Namun, alasan mengenai wanita dilarang mengikuti kompetisi tersebut, bukan karena faktor ketelanjangan tersebut. Olympia, yang merupakan kota suci tempat Dewa Zeus bermukim adalah sebuah tempat sakral bagi para pria.

Pada awal perkembangan sejarah Olimpiade pertama hingga perhelatannya yang ke-13, hanya satu jenis olahraga yang dimainkan, yaitu stade yang merupakan jenis olahraga lari.

Stade berasal dari kata “stadia”, yang merupakan jarak perlombaan tersebut, yaitu sekitar 85 meter. Perlombaan stade lainnya melibatkan jarak yang lebih panjang yaitu “diaulos” (365 meter) dan “dolichos” (24 “stadias” atau 2 km).

Pemenang lomba ini akan mendapatkan sebuah mahkota sederhana yang terbuat dari ranting pohon olive. Walaupun sangat sederhana, namun derajat pemenang menjadi meningkat dan terkenal bagaikan seorang selebritas.

Selain itu, mereka juga mendapatkan beberapa fasilitas lain seperti makanan gratis untuk seumur hidup dan juga kebebasan dalam pembayaran pajak. Pada era klasik Eropa, olimpiade pun menampilkan beberapa games di antaranya sebagai berikut.

1. Panhellenink Games

  • The Pythian Games. Game ini dimulai pada 527 SM. Diadakan di Delphi setiap empat tahun sekali.
  • The Nemean Games. Game ini dimulai pada 515 SM. Diadakan di Argolid setiap dua tahun sekali.
  • The Isthmian Game. Game ini diadakan pertama kali pada 523 SM. Diselenggarakan di Isthmus dari Corinth setiap dua tahun sekali.

2. The Roman Games

The roman games berasal dari Yunani murni yang menggunakan perlombaan lari dan melempar.

Dahulu, atletik dikenal sebagai olahraga tempur karena pada abad pertengahan seorang anak bangsawan akan dilatih dalam hal berlari, bertarung, bergulat, berkuda, memanah, dan pelatihan senjata. Bangsa lain pun sangat menggemari kontes atletik ini, antara lain bangsa Celtic, Teuton, dan Goths.

Pada abad ke-19, organisasi formal dari event modern pun dimulai. Pada saat itu, mulailah dimasukkan olahraga regular dan latihan rezim sekolahan. Pada 1869, saat berlangsungnya olimpiade modern, atletik modern pada saat itu diorganisasi di trek lari berjarak 400 m. Adapun acara lapangan lainnya, yakni melompat dan melempar dengan menggunakan tempat yang berada di dalam trek.

Pada 1928, kaum wanita baru mulai diperbolehkan ikut berpartisipasi dalam acara olimpiade, baik yang berada di dalam trek maupun lapangan. Pada 1912, dibentuklah IAAF. Sebuah badan pengelola internasional.

Pada 1983, IAAF menyelenggarakan beberapa kejuaraan dunia outdoor. Sebagian ada yang merupakan pertandingan regional, seperti kejuaraan Eropa, American Games, dan Commonwealth Games.

Selain itu, ada Sirkuit Liga Emas Profesional yang diakumulasikan dalam IAAF World Athletics Final dan kejuaraan dalam ruangan seperti World Indoor Championship. Olahraga tersebut memiliki profil tinggi selama kejuaraan besar, khususnya olimpiade.

Olah Raga Lompat

Meskipun event lompat tinggi diikutsertakan dalam kompetisi pada Olimpiade awal Yunani kuno, kompetisi pertama lompat tinggi tercatat berlangsung pada awal abad ke-19, tepatnya di Skotlandia, dengan ketinggian hingga 1,68 meter. Pelompat pada masa itu menggunakan metode pendekatan langsung atau teknik gunting. Lompat tinggi tidak dilakukan secara sembarangan. Ada gaya-gaya tertentu yang harus dikuasai oleh para atlet agar terhindar dari kecelakaan.

Pada abad ke-19, peserta lompat tinggi melompat dan mendarat di atas tanah yang berumput dengan menggunakan gaya gunting, yaitu dengan cara membelakang. Gaya ini ternyata banyak mengakibatkan cedera para peserta. Sementara kini, lompat tinggi dilakukan dengan mendarat di sebuah matras. Atlet lompat tinggi sekarang banyak mengunakan teknik fosbury flop.

Atletik lompat tinggi merupakan olah raga yang menguji keterampilan melompat dengan melewati tiang mistar. Tujuan olah raga ini untuk memperoleh lompatan setinggi-tingginya saat melewati mistar tersebut dengan ketinggian tertentu.

Tinggi tiang mistar yang harus dilewati atlet minimal 2,5 meter, sedangkan panjang mistar 3,15 meter. Lompat tinggi dilakukan di arena lapangan atletik. Lompat tinggi dilakukan tanpa bantuan alat.

Dalam pertandingan, mistar akan dinaikkan setelah peserta berhasil melewati ketinggian mistar. Setiap peserta akan diberi peluang sebanyak tiga kali untuk melakukan lompatan.

Jika peserta tidak berhasil melewati mistar sebanyak tiga kali berturut-turut, dia dinyatakan gagal. Untuk menentukan kemenangan, para peserta harus berusaha melompat setinggi yang dapat dilakukan. Biasanya, atlet yang mengambil bagian dalam lompat tinggi mempunyai postur badan kurus dan tinggi.

Olah Raga Atletik Lompat Jangkit

Selain lompat tinggi, dalam cabang olah raga atletik lompat, ada lompat jangkit. Indonesia memiliki atlet lompat jangkit yang memberi harapan bisa berkiprah lebih jauh di event lomba yang lebih tinggi. Dia adalah Maria Natalia Londan, atlet lompat jangkit dari Bali.

Pada saat PON yang lalu, Maria berhasil melompat sejauh 13,16 meter melampaui rekor PON sebelumnya atas nama Nyoman Rae dari Sumatera Selatan. Maria juga pada 2008 berhasil meraih tempat kedua pada Kejuaraan Atletik Junior Asia.

Dalam setiap kejuaraan resmi, atlet lompat jangkit harus melakukan tiga tahap lompatan yang dikenal dengan nama hop-step-jump. Untuk mencapai melakukan tumpuan yang maksimal, seorang atlit lompat jangkit memerlukan lari tanpa hambatan dengan jarak awal antara 35-49 meter. Gerakan lari ini harus dilakukan dengan cara yang konstan, sehingga bisa dengan tepat ketika akan menempatkan kaki pada balok tumpuan.

Yang dimaksud dengan gerakap hop adalah sebuah gerakan yang menumpu pada kaki yang sama tanpa mengurangi kecepatan lari. Sementara gerakan step dilakukan setelah gerakan hop. Gerakan step ini dimaksudkan untuk mengubah gerakan hop yang bertumpu pada dua kaki, sehingga memberi kesempatan mengangkat beban tubuh condong ke depan, sebagai persiapan melakukan gerakan jump.

Untuk mencapai ketinggian pada saat jump, gerakan menumpu kaki dipertahankan dalam posisi tergantung, kemudian secara cepat dihentakkan ke atas, sehingga diperoleh ketinggian yang diinginkan.

Gerakan terakhir dari triple jump ini adalah gerakan jump. Yang dimaksud dengan gerakan jump adalah melakukan pendaratan dengan sempurna. Untuk mencapai pendaratan yang sempurna, maka seorang atlit lompat jangkit harus memperhatikan beberapa hal di antaranya adalah ketika melakukan gerakan step, kaki yang tergantung diayunkan ke arah depan dibantu dengan ayunan kedua tangan. Jarak lompat yang bisa dicapai oleh seorang atlit, tergantung pada gerakan-gerakan awal.

Untuk memperoleh ketinggian yang diinginkan, pada saat melakukan step, seorang atlit harus menjaga posisi agar badan tetap tegak. Sementara untuk menjaga agar badan tidak turun lebih cepat, seorang atlit harus merentangkan kedua belah lengan ke atas.

Pada saat akan mendarat, pusat perhatian pada kaki yang diayunkan sejauh mungkin ke arah depan, lutut diangkat ke depan, sehingga sejajar dan kedua lengan digerakkan ke depan membantu gerakan kaki. Hal ini dilakukan setelah tumit menyentuh pasir.

Memang sangat sulit sekali dilakukan olah raga tersebut. Akan tetapi, jika banyak berlatih dan berusaha keras, olah raga atletik lompat jangkit ini akan terasa mudah dan menyenangkan. Semoga uraian tersebut bermanfaat.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Manfaat Olahraga Bagi Tubuh
  • Olimpiade � Kompetisi Olah Raga Berusia Tua
  • Senam Muka, Olahraga Aneh dan Lucu
  • Permainan Olah Raga - Berolahragalah Secara Baik dan Teratur Manfaat Olahraga
  • Jurnal Olahraga, Memperkaya Wawasan Dunia Olahraga
  • Inspirasi Bintang Minggu Ini: Taufik Hidayat
  • Pengertian Olahraga dan Manfaatnya bagi Manusia
  • Tips Menambah Tinggi Badan
  • Olahraga untuk Ibu Hamil
  • Baju Aerobik yang Nyaman
  • Beragam Cara Membentuk Kondisi Fisik Olahraga
  • Jenis-Jenis Olahraga Ibu Hamil
  • Gerakan Senam Otak
  • Gerakan Aerobik yang Dinamis dan Penuh Semangat
  • Membuat Prediksi Hasil Pertandingan Olahraga
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA