logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Olah Raga    Atletik    Sprint

Mengenal Atletik Lompat Tinggi


Ilustrasi atletik lompat tinggi
kwd]Atletik lompat tinggi[/kwd] merupakan olahraga yang menguji keterampilan melompat dengan melewati tiang mistar. Tujuan olah raga ini untuk memperoleh lompatan setinggi-tingginya saat melewati mistar tersebut dengan ketinggian tertentu. Walaupun selama ini, para atlit Indonesia belum bisa berbicara banyak dikancah pertandingan internasional, olahraga satu ini tetap saja harus diberi perhatian karena memang dipertandingkan di tingkat yang cukup bergengsi.

Perhatian Pemerintah

Mengapa pemerintah harus memberikan perhatian lebih kepada olahraga satu ini. Pertama, olahraga ini tidak terlalu menarik karena memang tidak mudah melakukannya. Para anak muda lebih senang melakukan olahraga seperti Bola Volly, Basket, Sepakbola, Badminton, Balapan Sepeda Motor, dan olahraga lainnya yang dianggap menarik termasuk juga futsal. Sangat jarang ada ajang olahraga atletlik yang menarik minat orang banyak terutama anak muda.

Kalaupun ada ajang perlombaan jenis atletik, biasanya malah lebih sering lomba lari jarak dekat maupun marathon. Sedangkan pertandingan olahraga khusus untuk lompat tinggi memang belum ada yang terdengar hingga menarik perhatian jutaan orang. Kurangnya perhatian masyarakat terhadap olahraga satu ini berdampak pada sponsor untuk para atlitnya. Kebanyakan para penggemar olahraga yang cukup serius biasanya memang mencari penghidupan dari olahraga yang ditekuninya.

Jangan heran kalau sepakbola menjadi salah satu idola olahraga yang paling digemari. Lihatlah para bintang lapangan hijau tingkat dunia yang mempunyai mobil super mewah dengan rumah yang tidak kalah mewahnya serta kehidupan yang tidak kenal kemiskinan. Walaupun terdengar kabar pemain sepakbola yang merana karena tidak digaji oleh klubnya atau bahkan yang meninggal dunia karena penyakitnya tidak terobati, orang tetap melihat bahwa sepakbola adalah olahraga yang menguntungkan.

Banyaknya klub swasta yang menjadi wadah latihan dan menyalurkan bakat, merupakan satu bukti kuatnya pengaruh olahraga paling populer satu ini di seluruh dunia. Coba iseng sebutkan nama atlit cabang lompat tinggi, adakah yang tahu? Jangankan nama atlit tingkat nasional yang mungkin terlupakan begitu saja, atlit internasional yang meraih medali emas di Olimpiade pun mungkin orang tidak ada yang tahu. Mereka seolah tidak ada dan kalaupun menyumbangkan medali, mungkin hanya sebagai penggembira. Kenyataan inilah yang membuat pemerintah harus turun tangan dan berupaya memberikan yang terbaik kepada atlit lompat tinggi yang memang potensial mendapatkan medali.

Untuk Paraolimpiade, lompat tinggi juga menjadi salah satu cabang yang dipertandingkan. Orang yang pernah menyaksikan lompatan seorang atlit lompat tinggi yang mengalami difabel, pasti akan berdecak kagum. Bagaimana seseorang yang tidak mempunyai organ tubuh yang lengkap, bisa melakukan gerakan yang luar biasa sulitnya. Ketekunan dan motivasi yang kuat untuk berprestasi, pasti merupakan sesuatu yang tak terpisahkan dari kehidupan sang atlit. Kalau bukan karena cinta pada olahraga satu ini, latihan yang keras tidak mungkin akan dilakukan.

Sekilas Tentang Lompat Tinggi

Tinggi tiang mistar yang harus dilewati atlit minimal 2,5 meter. Sedangkan panjang mistar 3,15 meter. Lompat tinggi dilakukan di arena lapangan atletik. Lompat tinggi dilakukan tanpa bantuan alat. Dalam pertandingan, mistar akan dinaikkan setelah peserta berhasil melewati ketinggian mistar. Setiap peserta akan diberi peluang sebanyak tiga kali untuk melakukan lompatan. Lompatan yang mulus tidak akan membuat mistar jatuh. Sensitivitas mistar ini terkadang terlihat sangat tinggi. Sedikit saja tersentuh badan, maka sang mistar akan terjatuh.

Hanya atlit yang berbakat dan sangat tekun berlatih yang akan menjadi pemenang. Cedera juga cukup mudah didapatkan atlit kalau tidak menggunakan teknik lompatan yang tepat. Kerusakan tulang belakang bisa menjadi sesuatu yang sangat serius. Tulang belakang yang patah akan menyebabkan kelumpuhan. Terkilir sedikit saja akan membuat bagian tubuh yang sakit, tidak akan tertahankan. Kelenturan tulang dan ketepatan titik lompatan adalah sesuatu yang harus dipertimbangkan dengan matang. Bila asal lompatan saja, maka akibatnya bisa sangat fatal.

Padahal secara hadiah, para atilit lompat tinggi ini tidak mendapatkan hadiah uang yang berlimpah seperti pada olahraga populer. Kalau cabang renang, para atlitnya kini mempunyai pakaian khusus yang bisa membuat mereka berenang lebih cepat dan lebih gesit, tidak demikian dengan cabang lompat tinggi. Tidak ada baju atau pakaian khusus atau sepatu istimewa yang bisa membantu lompatan. Semuanya bergantung pada kehebatan sang atlit dalam menterjemahkan alur lompatan dan teknik yang telah dipelajari.

Jika peserta tidak berhasil melewati mistar sebanyak tiga kali berturut-turut, dia dinyatakan gagal. Untuk menentukan kemenangan, para peserta harus berusaha melompat setinggi yang dapat dilakukan. Latihannya memang cukup lama dan ketahanan fisik merupakan sesuatu yang mutlak. Kalau seorang Christiano Ronaldo, mampu melompat hingga puluhan cm, maka para atlit lompat tinggi ini harus mempunyai lompatan yang lebih tinggi. Lompatan Ronaldo itu jauh lebih tinggi beberapa cm dibandingkan dengan lompatan para pemain bola basket.

Ini artinya, teknik yang matang memang harus dipelajari sebelum mempunyai kemampuan melakukan lompatan yang sempurna. Tentu akan menjadi sesuatu yang sangat menarik menyaksikan seorang atlit berhasil menambah tinggi mistar setelah berhasil melewatinya. Tambahan tinggi tersebut biasany beberapa cm saja. Kalau memang yakin, bisa saja tambahan itu hingga 10 cm. Tetapi biasanya 5 cm atau lebih sedikit. Per 5 cm saja akan terlihat jauh lebih susah. Namun inilah pertandingan.

Sejarah Lompat Tinggi

Meskipun event lompat tinggi diikutsertakan dalam kompetisi pada Olimpiade awal Yunani kuno, kompetisi pertama lompat tinggi tercatat berlangsung pada awal abad ke-19, tepatnya di Skotlandia, dengan ketinggian hingga 1,68 meter. Pelompat pada masa itu menggunakan metode pendekatan langsung atau teknik gunting. Lompat tinggi tidak dilakukan secara sembarangan. Ada gaya-gaya tertentu yang harus dikuasai oleh para atlet agar terhindar dari kecelakaan.

Pada abad ke-19, peserta lompat tinggi melompat dan mendarat di atas tanah yang berumput dengan menggunakan gaya gunting, yaitu dengan cara membelakang. Gaya ini ternyata banyak mengakibatkan cedera para peserta. Sementara kini, lompat tinggi dilakukan dengan mendarat di sebuah matras. Atlit lompat tinggi sekarang banyak mengunakan teknik fosbury flop.

Gaya dalam Lompat Tinggi
Biasanya, atlit yang mengambil bagian dalam lompat tinggi mempunyai postur badan kurus dan tinggi. Berikut adalah gaya-gaya yang biasa digunakan atlet dalam lompat tinggi.

Gaya Fosbury Flop
Gaya fosbury flop diperkenalkan oleh Dick Fosbury pada 1968.Dalam gaya fosbury flop, awalan harus dilakukan dengan cepat dan menikung atau agak melingkar. Saat menolakkan, kaki harus kuat, dibantu dengan ayunan kedua tangan untuk membantu mengangkat seluruh badan. Bila kaki tolakan menggunakan kaki kanan, tolakan harus dilakukan di sebelah kiri mistar.

Pada waktu menolakkan kaki bersamaan dengan kedua tangan ke atas di samping kepala, badan melompat ke atas membuat putaran 180 derajat dan dilakukan bersama-sama.  

Gaya gunting (Scissors)  
Gaya gunting disebut juga dengan gaya sweney. Pada saat melakukan gaya ini, atlet lompat mengambil awalan dari tengah. Bila melakukan tumpuan menggunakan kaki kiri pada saat akan melompat, ia mendarat dengan kaki kiri lagi. Saat di udara, badan berputar ke kanan, mendarat dengan kaki kiri, dan sikap badan menghadap kembali ke posisi awalan tadi.  

Gaya Guling Sisi (Western Roll)
Gaya ini bisa dikatakan menyerupai gaya gunting. Apabila kaki kiri digunakan sebagai tumpuan, mendarat pun dilakukan dengan kaki kiri lagi. Sementara itu, bila kaki kanan yang dijadikan tumpuan, mendarat pun menggunakan kaki kanan. Perbedaannya terlihat dari teknik awalan. Gaya gunting mengambil awalan dari tengah, sedangkan gaya guling sisi dari samping.

Gaya Guling (Straddle)
Dalam gaya guling ini, pelompat melakukan awalan dari samping antara 3, 5, 7, atau 9 langkah, bergantung ketinggian yang diperlukan. Satu hal yang  penting, saat mengambil awalan, langkahnya ganjil. Gunakan kaki kanan atau kiri untuk menumpu. Sementara kaki lainnya untuk mengayun ke depan. Jika kaki ayun telah melewati mistar, balikkan badan hingga sikap badan menelungkup saat di atas mistar. Posisi pantat usahakan lebih tinggi dari kepala sehingga kepala jadi tertunduk.

Pada waktu mendarat, jika tumpuan menggunakan kaki kiri, yang pertama kali mendapat adalah kaki kanan dan tangan kanan. Lalu, berguling menyusuri punggung tangan dan berakhir pada bahu.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Mengenal Cabang Atletik, Lompat Jauh
  • Hal-hal Penting Mengenai Lari Sprint
  • Mengenal Olahraga Lompat Jauh
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA