Aturan Futsal tentang Pergantian Pemain
Ilustrasi aturan futsal
Permainan futsal berasal dari hasil kreasi sepak bola konvensional sehingga memiliki komponen-komponen yang mirip dengan sepak bola. Seperti halnya dengan sepak bola, permainan futsal juga mengenal adanya pergantian pemain.
Namun aturan futsal tentang pergantian pemain sangat berbeda dengan sepak bola baik dari segi jumlah pemain pengganti dan metode pergantian pemain.
Pergantian pemain adalah mekanisme pertukaran pemain cadangan dengan pemain yang ada di lapangan. Seorang pemain dapat menggantikan rekan setimnya yang sedang mengalami cedera sehingga tidak dapat melanjutkan sisa waktu permainan. Di sisi lain pergantian pemain dilakukan atas dasar pertimbangan taktik oleh pelatih agar terjadi perubahan pola permainan yang dapat mempengaruhi hasil pertandingan.
Di sepak bola konvensional, pergantian pemain dilakukan sebanyak 3 (tiga) kali dalam satu pertandingan. Pemain yang telah digantikan oleh pemain dari bangku cadangan tidak diperbolehkan masuk kembali bermain di lapangan. Tentunya hal ini juga mengikuti peraturan kompetisi resmi yang ditetapkan oleh federasi sepak bola dunia, yaitu FIFA.
Aturan futsal, menyebutkan bahwa jumlah pemain pengganti yang diijinkan adalah sebanyak 7 (tujuh) orang. Tidak ada batasan jumlah pemain yang boleh menggantikan pemain yang ada di dalam lapangan. Bahkan pemain yang digantikan boleh masuk kembali menjadi pemain pengganti. Termasuk kiper diijinkan berganti posisi dan berubah peran dengan pemain lain.
Metode pergantian dalam permainan futsal disebut dengan pergantian melayang. Waktu pergantian pemain dapat dilakukan baik saat bola sedang dimainkan atau bola berada di luar lapangan.
Dengan kata lain, aturan futsal menyebutkan bahwa pemain pengganti dan pemain yang digantikan kecuali penjaga gawang dapat memasuki dan keluar lapangan kapan saja atas persetujuan dari wasit.
Prosedur Pergantian Pemain
Persyaratan pergantian pemain yang harus dipatuhi pemain futsal baik pemain pengganti maupun pemain yang digantikan adalah.
- Pemain yang akan digantikan berada di daerah pergantiannya sendiri.
- Pemain pengganti yang akan memasuki lapangan harus melakukan pergantian berada di daerah pergantiannya sendiri dan pemain yang digantikan telah melewati batas lapangan.
- Pergantian pemain dianggap sah ketika pemain pengganti telah memasuki lapangan dan yaitu pemain tersebut telah menjadi pemain aktif dan pemain yang digantikan telah keluar dan berhenti menjadi pemain aktif.
- Pergantian pemain menjadi kewenangan wasit untuk memanggil pemain yang akan bermain atau tidak bermain.
Jika seorang pemain tidak mengikuti prosedur pergantian pemain yang telah ditetapkan maka pemain tersebut dianggap telah melakukan pelanggaran.
Tindakan yang akan dilakukan wasit adalah menghentikan permainan sementara untuk memberi waktu kepada pemain yang digantikan meninggalkan lapangan. Sebagai bentuk hukuman disiplin, pemain pengganti dan pemain yang digantikan memperoleh peringatan, berupa kartu kuning, dan diminta meninggalkan lapangan.
Permainan dilanjutkan tepat di area bola dimainkan sebelum dihentikan sementara oleh wasit. Tim lawan akan memperoleh kompensasi atas pelanggaran tersebut berupa tendangan bebas tidak langsung. Hal ini berarti tendangan bebas tidak boleh dilakukan secara langsung dengan satu kali tendangan tetapi harus melalui dua kali sentuhan oleh dua pemain dari satu tim.

