Fenomena Aurora Kutub Utara

Aurora merupakan pemandangan spektakuler yang terlihat di langit sebelah utara dan selatan, khususnya di daerah kutub. Aurora kutub utara bisa dikatakan sebagai fenomena alam berupa cahaya yang menyala-nyala di atas langit.
Aurora terjadi pada lapisan ionosfer sebuah planet yang diakibatkan karena terjadi interaksi antara medan magnetik yang dimiliki planet tersebut dengan partikel bermuatan yang dipancarkan oleh matahari.
Bagaimana Aurora Terjadi?
Matahari memiliki partikel bermuatan yang disebut plasma, yaitu gas yang telah terionisasi akibat suhu panas matahari. Partikel yang disebut plasma ini dilemparkan matahari dengan kecepatan lebih dari 500 mil per detik hingga ke segala arah, termasuk bumi. Partikel ini kemudian terhisap oleh medan magnet di kutub utara dan selatan bumi. Ketika plasma berbenturan dengan partikel atmosfer bumi, akan memendarkan cahaya gemerlapan yang indah di angkasa.
Mengapa Aurora Hanya Ada di Kutub/ Ujung Bumi?
Seperti yang telah disinggung di atas, elemen yang memengaruhi terbentuknya Aurora adalah medan magnet. Itu sebabnya, Aurora lebih sering terjadi di kutub utara dan selatan karena di sana medan magnetnya sangat kuat. Aurora yang terlihat di kutub utara disebut Aurora Borealis, sedangkan di selatan disebut Aurora Australis.
Nama Aurora Borealis
Penggunaan nama Aurora pertama kali digunakan oleh seorang ilmuwan yang berasal dari abad ke-17. Nama ilmuwan ini adalah Pierre Gassend. Sementara nama “Aurora Borealis” diambil dari nama Dewi Romawi “Aurora” dan Dewa Yunani “Boreas”. Aurora adalah nama Dewi Fajar, sedangkan Boreas adalah nama Dewa Penguasa Angin Utara.
Aurora Borealis sering muncul di Fairbanks, Alaska, Norwegia, dan sejumlah tempat di Kanada Timur, Islandia, serta di Skandinavia Utara. Kualitas aurora bergantung pada lokasi, polusi, cuaca, dan juga cahaya. Aurora terlihat lebih indah saat malam hari dan cuaca cerah, di mana langit gelap sehingga cahaya aurora lebih jelas.
Warna-Warni Aurora
Keindahan warna-warni Aurora disebabkan karena benturan partikel dan molekul atau atom yang berbeda. Warna yang dihasilkan Aurora ini tergantung pada komposisi atmosfer dan ketinggiannya, sehingga warnanya bisa berubah-ubah.
- Apabila partikel yang bersangkutan berbenturan dengan oksigen pada ketinggian 140 km, warna aurora menjadi biru atau ungu.
- Apabila partikel yang bersangkutan berbenturan dengan oksigen dan nitrogen pada ketinggian 100 km, warna aurora menjadi kemerah-merahan.
- Apabila partikel yang bersangkutan berbenturan dengan hidrogen pada ketinggian 300 km, warna aurora menjadi hijau atau merah muda.
| Beri rating untuk artikel di atas |








