Asyiknya Berselancar dengan Axis

Persaingan antar operator seluler selalu akan menguntungkan konsumennya. Apalagi perkembangan jumlah pengguna internet yang bertambah besar menyebabkan bertambah pula jumlah pemakai kartu seluler untuk kepentingan transfer data. Salah satu operator seluler yang cukup gencar mempromosikan murahnya berinternet ria adalah Axis.
Dibandingkan operator seluler berbasis CDMA, operator GSM terlihat lebih sengit dalam bersaing. Anda bisa melihat iklan-iklan yang cenderung provokatif dilakukan operator GSM dalam menarik minat konsumen. Baik iklan yang ditayangkan di media massa cetak harian, majalah, radio, maupun televisi.
Kampanye yang dilakukan para operator seluler tersebut bukan hanya menyangkut tarif layanan untuk telepon ataupun sms, tapi juga untuk layanan jenis lainnya. Termasuk tarif untuk layanan transfer data dan internet.
Perang Tarif yang Menguntungkan Konsumen
Sebagai konsumen, tentu Anda merasa gembira dan diuntungkan dengan adanya perang tarif antar operator seluler tersebut. Apalagi selama ini tarif internet di Indonesia terbilang sangat mahal dibandingkan negara-negara lainnya. Dengan adanya perang tarif ini, maka biaya untuk berselancar di dunia maya diharapkan dapat makin ditekan dan diturunkan.
Sebagai pengguna internet yang memanfaatkan modem dengan kartu seluler dalam berselancar, Anda tentu juga akan memperoleh pilihan yang cukup banyak, dan tentunya juga lebih murah. Begitu juga dengan saya. Untuk berselancar, selama ini saya sering berganti kartu seluler karena ingin yang murah dan cepat aksesnya.
Tarif Axis
Dibandingkan kartu-kartu seluler yang ada, saya lebih tertarik menggunakan Axis. Pertimbangan utama tentu saja tarifnya jauh lebih murah. Untuk kuota 10 MB, hanya dikenakan tarif Rp 1.000 (seribu perak). Padahal dengan kartu seluler lainnya, uang Rp 1.000 hanya mendapatkan kuota 1 MB.
Belakangan, axis mendapat saingan berat dengan promosi yang dilakukan 3 (three). Operator GSM terakhir ini menawarkan kuota akses internet yang setara. Kedua operator seluler tersebut bahkan memiliki standar tarif yang hampir mirip. Untuk langganan bulanan dengan kuota 500 MB hanya dikenakan tarif Rp 25 ribu, sedangkan untuk 1 GB tarifnya Rp 35 ribu, dan Rp 50 ribu untuk 2 GB.
Namun belakangan saya mulai kecewa dengan Axis. Kecepatan aksesnya mulai lamban, tidak stabil, dan sering putus-putus. Berbeda dengan 3 (three) yang relatif stabil dan kencang aksesnya. Mungkin kondisi ini bisa pahami sekaligus dimaklumi sebagai hukum alam persaingan operator seluler.
Ketika pelanggan belum banyak yang menggunakannya, kecepatan dan stabilitas akses data terjaga dengan baik. Namun ketika jumlah pengguna makin banyak tentu saja akan menyebabkan akses data akan menurun kecepatannya. Setelah axis mulai melamban, bisa ditebak 3 (three) pun tidak lama lagi juga akan menurun kualitas aksesnya. Tampaknya pengguna internet di tanah air masih akan terus menunggu dalam menikmati murahnya biaya internet tapi dengan kecepatan tinggi.






