logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Industri & Perdagangan    Peternakan    Peternakan Ayam Broiler

Budidaya Ayam Broiler


Ilustrasi ayam broiler
Ayam Broiler dikenal juga sebagai ayam pedaging, merupakan ayam ras yang pertumbuhannya tidak memerlukan waktu yang terlalu lama. Dengan demikian, tidak memerlukan waktu yang lama untuk bisa segera dipanen oleh peternak. Jenis ras unggulan hasil persilangan dari bangsa-bangsa ayam yang memiliki daya produktivitas tinggi, terutama dalam memproduksi daging ayam.  Keuntungan beternak ayam jenis ini juga sangat menguntungkan. Dalam waktu 35 hari, hasil sudah bisa terlihat. Bagaimanakah meraup keuntungan dari ternak ini?

Panen Cepat, Kerja Tak Terlalu Keras

Untuk memanen ayam broiler, peternak bahkan cukup memeliharanya dalam waktu 5 hingga 7 minggu saja. Dengan waktu pemeliharaan yang relatif singkat dan menguntungkan, maka banyak peternak baru serta peternak musiman yang bermunculan di berbagai wilayah di Indonesia. Wilayah yang dijadikan tempat berternak ayam satu ini harus dipilih yang agak jauh dari daerah pemukiman. Baunya yang menyengat bisa mengganggu indera penciuman.

Pasti akan menimbulkan banyak protes kalau diternakan di daerah pemukiman. Apalagi setelah ada isu flu burung yang mengancam. Peternakan ayam satu ini menjadi salah satu yang dituding sebagai tempat paling efektif dari penyebaran flu burung. Belum lagi lalat yang banyak karena selain bau pakan, juga bau ayam dan kotorannya yang sangat mengganggu. Banyak kejadian di beberapa tempat seperti Yogyakarta ketika masyarakat memprotes peternak ayam.

Tidak heran kalau akhirnya ternak ayam ini terdapat di persawahan, di dekat sungai, di perkebunan yang jauh dari perumahan. Peternakan ini memang terlihat agak kurang bersih. Tetapi itulah ciri peternakan yang ada di Indonesia. Bisnis yang menggiurkan ini membuat banyak orang berusaha menjalankannya. Pihka perbankan juga mudah mengucurkan dana pinjaman bagi peternakan ayam satu ini.

Panen yang cepat dengan wilayah pemasaran yang cukup luas karena adanya kebutuhan protein hewan yang cukup tinggi, membuat bank merasa ini adalah bisnis yang menjanjikan. Dana yang dipinjam biasanya berkisar pada angka 20-an juta rupiah. Keuntungannya bisa cukup tinggi sehingga pinjaman bisa langsung dilunasi. Biasanya yang bisa meminjam dalam jangka pendek ini adalah orang dengan reputasi yang bagus dan ia mempunyai agunan yang bisa dipertanggungjawabkan.

Peluang bisnis dengan kemauan yang bagus dan sedikit nekad, membuat anak muda yang bergelut dibidang ini cukup banyak. Mereka sangat berani. Berusaha tanpa modal karena memang semua modal meminjam dari bank, lalu dalam waktu kurang dari 40 hari, mereka melunasi utangnya. Keuntungan yang diperoleh bisa melanjutkan perjuangan membuat ayam lebih besar dalam waktu yang kurang lebih sama. Banyak contoh peternak yang sukses dengan menjadi peternak ayam.

Memang ada yang gagal dan harus membayar utang dengan agunan. Tetapi kegagalan itu bukan sesuatu yang menghentikan. Kegagalan itu sesuatu yang membuat hati semakin teguh dan semakin penasaran bagaimana menahlukan potensi yang ada dan meraih apa yang tertunda didapatkan. Semangat ini harus ditularkan kepada banyak orang. Kematian akibat flu burung sempat membuat peternakan ini terpukul, namun, mereka yakin bahwa kehidupan ini bisa diubah kalau mereka sendiri mau mengubahnya.

Adalah janji Tuhan bahwa tidak ada yang bisa mengubah nasib seseorang kalau bukan ia sendiri yang mau melakukannya. Menjadi peternak atau menjadi salah satu pemegang saham untuk peternakan ayam pedaging ini, menjadi salah satu cara mendapatkan masa depan yang lebih cerah. Ini bisa dikategorikan sebagai bisnis bau yang menguntungkan. Terlihat cukup menjijikan bagi yang tidak biasa, tetapi sangat menyenangkan kalau sudah mendapatkan keuntungan berlipat ganda.

Sumber Protein

Sebenarnya, ayam broiler ini baru populer di Indonesia sejak tahun 1980-an, dimana pemegang kekuasaan mencanangkan panggalakan konsumsi daging ruminansia yang pada saat itu semakin sulit keberadaannya. Selama ini peternak masih belum mampu membuat bibit ayam jenis ini sendiri, dan ini memang tidak perlu, karena tentu membutuhkan biaya yang cukup besar  jika produksinya hanya sedikit. Beberapa perusahaan lokal telah bekerjasama dengan perusahaan di luar negeri dalam menyediakan bibitnya.

Dengan berbagai macam jenis ayam ras pedaging yang telah beredar dipasaran, peternak tidak perlu risau dalam menentukan pilihannya. Bibit yang disediakan beberapa perusahaan yang ada di Indonesia saat ini telah banyak membantu peningkatan produktivitas, kuantitas, kualitas dan efisiensi usaha peternakan ayam broiler.

Sebab, semua jenis yang telah beredar memiliki daya produktifitas relatif sama. Perbedaan yang ada pada tiap jenis tidak terlalu banyak. Dalam menentukan pilihan jenis apa yang akan dipelihara, peternak dapat meminta daftar produktifitas atau prestasi bibit yang dijual di Poultry Shop (toko sarana perlengkapan peternakan).

Jenis dan Bibit Ayam Ras
Beberapa jenis ayam ras pedaging yang banyak beredar di pasaran adalah: Super 77, Tegel 70, ISA, Kim cross, Lohman 202, Hyline, Vdett, Missouri, Hubbard, Shaver Starbro, Pilch, Yabro, Goto, Arbor arcres, Tatum, Indian river, Hybro, Cornish, Brahma, Langshans, Hypeco-Broiler, Ross, Marshall”m”, Euribrid, A.A 70, H&N, Sussex, Bromo, CP 707.

Bibit yang bisa dipilih peternak haruslah sehat dan aktif bergerak, tubuh gemuk (bentuk tubuh bulat), bulu bersih dan kelihatan mengkilat, hidung bersih, mata tajam dan bersih serta lubang kotoran (anus) bersih.

Pemeliharaan Ayam Pedaging

Dalam beternak ayam pedaging jenis broiler, usahakan supaya kandang diletakkan jauh dari pemukiman penduduk, tempatnya strategis sehingga transportasinya tidak sulit. Sumber air mudah dijangkau, dan kandang ayam harus berarah membujur dari timur ke barat. Perhatikan juga ventilasi juga suhu udara dalam kandang. Lokasi tempat berbelanja sarana peternakan upayakan juga tak terlalu jauh.

Tipe kandang ayam jenis ini ada dua, yaitu bentuk panggung dan tanpa panggung (litter). Pada awal pemeliharaan, kandang ditutupi plastik untuk menjaga kehangatan, sehingga energi yang diperoleh dari pakan seluruhnya untuk pertumbuhan, bukan untuk produksi panas tubuh. Kepadatan kandang yang ideal untuk daerah tropis seperti Indonesia adalah 8-10 ekor/m2.

Lebih dari angka tersebut, suhu kandang cepat meningkat, terutama pada siang hari. Pada umur dewasa yang menyebabkan konsumsi pakan menurun, ayam cenderung banyak minum, stress, pertumbuhan terhambat dan mudah terserang penyakit.

Biaya Pemeliharaan Ayam Jenis Broiler
Bagi peternak, biaya pakan memerlukan 70% biaya pemeliharaan. Pakan yang diberikan harus memberikan zat pakan (nutrisi) yang dibutuhkan ayam broiler, yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral, sehingga pertambahan berat badan perhari (Average Daily Gain/ADG) tinggi.

Pemberian pakan dengan sistem ad libitum (selalu tersedia/tidak dibatasi). Tahap pertama umur 1 sampai 20 hari disebut tahap pembesaran, makanan yang diberikan harus mengandung kadar protein minimal 23%. Tahap kedua  umur diatas 20 hari disebut penggemukan, makanan yang diberikan harus mengandung kadar protein 20 %.

Penyakit pada Ayam Jenis Broiler
Penyakit yang sering menyerang ayam jenis broiler antara lain; Tetelo (Newcastle Disease/ND), Gumboro (Infectious Bursal Disease/IBD),  Penyakit Ngorok (Chronic Respiratory Disease),  Berak Kapur (Pullorum). Selain itu ayam juga bisa diserang oleh hama tungau (kutuan).

Dalam mencegah dan mengobati penyakit, ayam jenis broiler ini diberikan vaksinasi. Vaksinasi adalah pemasukan bibit penyakit yang dilemahkan ke tubuh ayam untuk menimbulkan kekebalan alami. Vaksinasi penting yaitu vaksinasi ND/tetelo. Dilaksanakan pada umur 4 hari dengan metode tetes mata, dengan vaksin ND strain B1 dan pada umur 21 hari dengan vaksin ND Lasotta melalui suntikan atau air minum.
Perawatan sanitasi kandang harus dilakukan setelah panen. Dilakukan dengan beberapa tahap yaitu:

* Pencucian kandang dengan air hingga bersih dari kotoran limbah budidaya sebelumnya.
* Pengapuran di dinding dan lantai kandang.
* Penyemprotan dengan formalin, untuk membunuh bibit penyakit.
* Minimal selama 10 hari sebelum budidaya lagi untuk memutus siklus hidup virus dan bakteri, yang tidak mati oleh perlakuan sebelumnya.

Ayam telah dikembangkan sangat pesat disetiap negara. Di Indonesia usaha ternak ayam broiler (pedaging) juga sudah dijumpai hampir di setiap propinsi. Beternak  ayam  telah memberi kontribusi yang besar pada pendapatan asli daerah, menyerap tenaga kerja, menambah produktivitas masyarakat dan tentu saja hasil utamanya berupa daging ayam yang bisa memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap protein hewani.  Sebagai hasil tambahan ternak ayam broiler (pedaging) adalah berupa tinja atau kotoran kandang untuk pupuk dan bulu ayam untuk industri kerajinan tangan.

Tolong di SHARE :
Share
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA