Ayam Kampus atau Ayam Kampung?
Entah kenapa belakangan ini kondisi kampus sedang banyak desas desus. Kabarnya dikampus ada ayam kampus alias cewek bispak (bisa dipakai). Walah, gaswat nih!. Jangan sampai kampus kami tercinta ini dimeriahkan oleh kehadiran para mahluk cantik yang justru berbahaya. Mau dibawa kemana masa depan kampus jika ternyata banyak ayam kampus didalamnya?
Julukan Ayam Kampus
Tentu kita semua paham kenapa sampai ada julukan ayam kampus. Mereka adalah para mahasiswi cantik dan manis yang rela menjajakan diri demi lembaran rupiah sekali main. Tak ubahnya para pekerja seks komersial yang sudah lebih dulu terkenal, cara kerja mereka lebih professional dan termasuk papan atas (high class).
Awal mulanya adalah mereka beralasan untuk mencari biaya tambahan dikarenakan semakin tingginya biaya kuliah dan perangkat pendukungnya. Tapi belakangan ini, hal tersebut seolah-olah bergeser karena beberapa dari para ayam kampus adalah orang yang memiliki harta berlebih alias berasal dari keluarga mampu.
Jadi alasan masalah ekonomi sudah bukan dasar perbuatan negatif mereka lagi. Gaya hidup tingkat tinggi dan ingin mendapatkan uang dengan cara mudah barangkali adalah alasan utamanya. Bahkan, ada juga yang menjalankan profesi ini dikarenakan hobi. Benar-benar mencengangkan!
Sistem Kerja Ayam Kampus
Kebanyakan dari mereka bekerja secara terorganisir. Umumnya para pelanggannya bukan berasal dari kalangan biasa. Kebanyakan mereka adalah para eksekutif, pejabat, dan para anggota dewan yang terhormat, yang tidak ragu mengeluarkan biaya berapapun demi sebuah kesenangan sesaat.
Beberapa tahun lalu, sistem operasional mereka biasanya tidak terang-terangan dan cenderung tertutup. Tetapi sekarang ini, dengan dukungan kecanggihan alat komunikasi seperti HP dan internet, membuat segala sesuatu menjadi mudah. Pun begitu untuk hal-hal yang berbau asusila ini. Selain melalui para agen rahasia, semisal calo-calo/agen khusus, sekarang ini mereka berani menjajakan diri melalui situs jaringan sosial dan website komersil lainnya.
Tarif Dasar Ayam Kampus
Konon, tinggi rendahnya tarif main mereka ikut dipengaruhi juga oleh nama kampus tempat mereka menuntut ilmu. Bila kampusnya adalah kampus negeri atau swasta ternama, harga mereka biasanya cukup mahal untuk kantong orang normal. Tapi bila kampusnya hanya kampus biasa saja, pasaran harga mereka standar biasa saja. Halah, tega benar mereka menjual nama baik kampus mereka sendiri ?!
Betapa amat memalukan ulah para mahasiswi ini! Gelar mahasiswa mereka disalah gunakan seenak udelnya sendiri. Mereka mencoreng nama baik kampus menjadi kampus maksiat. Bahkan pernah juga ada dosen yang sudah jelas-jelas merupakan seorang pendidik, malah bermain mesum dengan ayam kampus yang notabene adalah mahasiswinya sendiri. Alamakk!
Dampak Ulah si Ayam Kampus
Tidak ada satu agama pun yang mengizinkan perbuatan para ayam kampus tersebut. Perbuatan mereka sudah melanggar norma-norma susila dan agama. Pekerja seks seperti mereka, apapun alasannya. tidak dibenarkan oleh agama dan merupakan zina besar dan bisa menghilangkan nasab seorang anak.
Belum lagi dampak yang bisa ditimbulkan akibat pergaulan bebas dan liar seperti itu. Hamil diluar nikah, penyakit kelamin dan kulit, yang bisa menularkan virus HIV dan penyakit AIDS. Berapa banyak janin yang digugurkan? berapa banyak bayi yang dibuang dan lahir tanpa diharapkan?
Saya teringat dengan salah satu buku yang bercerita tentang kisah-kisah anak kos yang terkait dengan masalah ini. Entah bagaimana caranya, daftar nomor telephone beberapa mahasiswi sebuah kampus di Jogjakarta berubah fungsi menjadi daftar para cewek kampus yang bispak alias ayam kampus. Terkaget-kagetlah mereka ketika menerima banyak telephone orderan dari orang-orang yang tidak dikenal. Mereka menjadi marah, jengkel dan stress dibuatnya. Terbayang kan jika kita sebagai orang yang baik tiba-tiba diajak tidur oleh seseorang yang sama sekali asing?
Dunia memang sudah gila. Jika kita meletakkan dunia diatas tangan dan hati kita, maka tak akan habis-habisnya nafsu menguasai kita. Segala cara akan dilakukan demi memuaskan hawa nafsu kita. Kebutuhan yang dicari bukan lagi sekedar primer atau sekunder, tapi yang tersierlah yang menjadi tujuan kita. Pun begitu juga ulah para mahasiswi kampus yang berprofesi ganda sebagai pekerja seks komersial. Tak ada lagi batasan moral dalam hati mereka, yang ada hanya uang uang dan uang.
Ayam Kampus Itu Ternyata…
Kembali ke ayam kampus yang semula disinggung. Dari beberapa cerita teman diperoleh, seorang gadis berambut panjang dan berwajah manis adalah salah satu pelaku praktek asusila ini. Duh, kenapa musti dia gadisnya ya? saya mengelus dada tak percaya. Gadis yang setiap pagi rutin datang ke kantin itu rasanya bukan gadis seperti itu. Jauhlah dengan penampilannya yang tampak begitu bersahaja dan cukup ramah itu. Tapi hati seseorang tidak bisa ditebak bukan?
Sampai akhinya saya menerima informasi terbaru tentang si ayam kampus tersebut. Saya mendapatkan informasi akurat dari seorang teman lainnya. Dia melaporkan bahwa gosip ayam kampus salah alamat. Katanya lagi, julukan ayam kampus itu bukan karena dia gadis bispak tetapi karena dia memiliki bisnis pemasok ayam kampung dikantin kampus. Ya ampun, kenapa bisa jadi begini? Teganya gosipp! Ternyata oh ternyata...
| Beri rating untuk artikel di atas |








