logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Agama & Kepercayaan    Kristen    Injil

Ayat-Ayat Alkitab untuk Pernikahan


Ilustrasi ayat alkitab untuk pernikahan

Pernikahan adalah rancangan Allah bagi manusia karena pada saat penciptaan manusia, Allah menciptakan manusia secara berpasang-pasangan.Tentang pernikahan, di dalam agama Kristen tertulis berbagai hal mengenai hal itu i dalam ayat alkitab untuk pernikahan.

Ayat alkitab untuk pernikahan ini membahas rancangan Allah yang menciptakan manusia secara berpasangan, cinta yang menjadi landasan utama dalam pernikahan, hubungan suami istri, dan pernikahan itu hanya terjadi sekali untuk seumur hidup. Oleh sebab itu, saat membuka alkitab, kita bukan hanya dituntut untuk membacanya, tapi juga dituntut untuk memahami apa yang terkandung dalam ayat-ayat tersebut.

Dengan demikian, pada artikel kali ini, kita akan membahas ayat alkitab untuk pernikahan dengan berbagai pengertian dan pemahaman yang apat diaplikasikan dalam kehidupan sebelum dan setelah pernikahan. Mari kita bahas satu persatu ayat alkitab untuk pernikahan ini.

Rancangan Allah Menciptakan Manusia Berpasangan

Sejak awal mula penciptaan, Allah menciptakan satu orang perempuan untuk satu orang laki-laki. Allah ingin menegaskan agar di dalam hubungan antara laki-laki dan perempuan yang bersatu dalam suatu pernikahan, tidak terjadi kemungkinan adanya perselingkuhan atau perzinahan.

Allah ingin agar satu orang laki-laki dan satu orang perempuan itu hidup berdampingan. Ini tertulis dalam kitab Kejadian 2:24 yang berbunyi,
"Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya menjadi satu daging."

Ayat di atas menerangkan bahwa Allah telah membuat suatu rencana bagi umat-Nya untuk lebih memahami kehidupan berpasang-pasangan. Seseorang yang hidup tidak begitu saja muncul ke permukaan bumi ini, melainkan karena ada sebab yang membuat orang tersebut hidup.

Sebab yang dimaksud tentu saja adalah kedua orang tua yang telah membuat orang tersebut hadir untuk kemudian melaksanakan perintah Allah dan melakukan pelayanan seperti yang dituliskan di dalam alkitab.

Seorang laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya karena telah memilih untuk melangsungkan kehidupan lain bersama istrinya. Hal ini berarti bahwa seorang lelaki memiliki tanggung jawab yang besar dalam pernikahan.

Dengan pengorbanan meninggalkan kedua orang tuanya, itu menandakan bahwa hal penting yang juga membutuhkan pengorbanan akan segera menantinya di dalam kehidupan berikutnya, yakni pernikahan.

Dari hal-hal yang sudah dipaparkan tersebut dapat dikatakan bahwa seorang lelaki memiliki kewajiban untuk lebih memprioritaskan hubungannya dengan istri dibandingkan hubungan pribadinya dengan kedua orang tua. Namun, hal tersebut bukan berarti ia sebagai seorang anak meninggalkan orang tuanya begitu saja.

Kewajiban untuk tetap memberikan kasih sayang terhadap keduanya tetap harus dilaksanakan meskipun ia sudah melakukan pernikahan dan memiliki keluarga baru bersama istri yang dinikahinya tersebut.

Cinta Menjadi Landasan Utama dalam Pernikahan

Dalam pernikahan dibutuhkan cinta. Hanya dengan saling mencintailah. Pasangan suami istri akan rela berkorban satu sama lain, saling menyayangi dan saling menjaga. Dengan cinta pula, komunikasi yang menjadi hal utama dalam suatu hubungan, dapat terjalin dengan baik.

Seperti yang tertulis dalam Amsal 3:3 yang berbunyi,
"Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum berjanji?"

Pernikahan yang didasari cinta akan memiliki komitmen yang kuat untuk hidup berdampingan seumur hidup. Cinta itu sabar, mau mengerti pasangannya, saling menerima segala kelebihan dan kekurangan pasangan.

Seperti yang terdapat pada ayat alkitab untuk pernikahan berikut ini,
"Kasih itu sabar. Kasih itu murah hati. Ia tidak iri. Tidak memegahkan diri. Tidak sombong. Tidak berlaku tak sopan. Tidak mementingkan diri sendiri. Tidak mudah marah. Tidak menyimpan dendam. Kasih itu tidak bersukacita dalam kejahatan, namun bersuka cita dalam kebenaran. Selalu melindungi, selalu percaya, selalu berharap, dan sabar menanggung segala sesuatu." (Korintus 13:4-8)

Dari kedua ayat alkitab di atas, kita dapat melihat bahwa hal paling utama yang bisa memperkuat fondasi kehidupan berumah tangga setelah pernikahan adalah kasih sayang dan rasa cinta.

Itulah sebabnya dibutuhkan niat dan tujuan yang mulia dalam pernikahan. Seseorang tidak dianjurkan untuk menikah dengan niat dan tujuan yang lain, kecuali atas dasar niat dan tujuan yang baik.

Cinta dan kasih sayang haruslah diniatkan dan ditujukan sebelum melakukan pernikahan karena pada dasarnya, kehidupan pernikahan tidak selalu baik. Pernikahan adalah sebuah jalan yang tidak selalu mulus. Namun dengan rasa cinta dan kasih sayang yang besar, berbagai rintangan dalam kehidupan pernikahan pun bisa dihadapi dengan tenang dan sesuai dengan apa yang ada di dalam alkitab.

Hubungan Suami Istri

Ayat alkitab untuk pernikahan yang berisi pembahasan tentang hubungan suami istri terdapat dalam:
"Hendaklah suami memenuhi kewajibannya terhadap istrinya, demikian pula istri terhadap suaminya". (1Korintus 7:3)
"Hai istri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala istri sama seperti Kristus adalah kepala Jemaat". (Efesus 5:22)

Kedua ayat di atas memberi pemahaman bahwa ada hak dan kewajiban yang setara antara istri dan suami. Seorang suami harus melaksanakan kewajibannya dalam berbagai hal, seperti kewajiban memberikan nafkah lahir dan batin terhadap istrinya. Begitu juga sebaliknya.

Kewajiban menafkahi lahir artinya seorang suami harus memberikan kehidupan dunia yang layak untuk istri dan anaknya. Jangan sampai mereka hidup bergantung pada orang lain, sedangkan suami atau ayah hanya bersenang-senang sendirian.

Sementara itu, yang dimaksud dengan kebutuhan batin adalah kebutuhan untuk memberikan keturunan dengan cara yang baik terhadap istrinya, serta membahagiakan istri dengan cara yang baik pula.

Seorang suami yang baik hendaknya tidak berlaku kasar terhadap istri dan anaknya karena hal itu tidak menunjukkan kebesaran hatinya sebagai seorang kepala dalam keluarga.

Dengan perlakuan yang baik dari suami, maka istri pun akan berlaku baik dan melaksanakan kewajibannya untuk tunduk kepada suaminya. Tunduk di sini tentu saja dalam segala kebaikan, bukan dalam keburukan.

Pernikahan untuk Seumur Hidup.

Semua orang ingin pernikahannya langgeng. Begitu pula yang diajarkan dalam alkitab. Tidak ada seorang manusia pun yang ingin pernikahannya berakhir dengan perceraian. Ayat alkitab untuk pernikahan ini pun ada yang menyatakan demikian.

"Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan oleh manusia." (Matius 19:6; Markus 10:9)

Ayat di atas memberikan pemahaman bahwa pernikahan merupakan hal sakral yang tidak boleh dianggap remeh. Oleh karena itu, baik istri maupun suami seyogyanya memiliki tanggung jawab untuk menjaga hubungan pernikahan mereka agar tetap baik.

Kalau pun ada permasalahan, hal itu tentu bisa diselesaikan dengan baik-baik tanpa perlu emosi. Pernikahan merupakan hal yang sudah digariskan oleh Allah. Dengan demikian, segala hal yang berhubungan dengan pernikahan pun perlu diselesaikan dan dibicarakan sesuai dengan apa yang dianjurkan oleh Allah di dalam alkitab.

Tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan dengan baik, asalkan kedua belah pihak memiliki keyakinan yang penuh terhadap rencana yang telah dibuatkan oleh Allah.

Rencana itulah yang nantinya akan membuahkan kebahagiaan kepada pasangan setelah keduanya bisa menempuh berbagai hal dan rintangan dalam pernikahan. Istri harus senantiasa sabar, dan suami seyogyanya memiliki rasa mengalah terhadap istrinya.

Pertengkaran yang berapi-api hanya akan membuat hubungan pernikahan menjadi retak, rumit, dan sulit untuk menemukan jalan keluar. Akan tetapi dengan kepala dingin, keduanya bisa menemukan jalan yang sesuai dengan ketentuan Allah tanpa harus melakukan tindakan perceraian.

Perceraian seyogyanya dapat dihindari dengan cara yang baik, yakni dengan jalan musyawarah atau sharing antara istri dan suami mengenai hal-hal yang dianggap penting untuk dibicarakan dicari jalan keluarnya.

Demikianlah beberapa ayat alkitab mengenai pernikahan. Semoga bisa memberikan pencerahan agar suami dan istri bisa sama sama memberikan pelayanan terbaik di dalam kehidupan pernikahan mereka.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Ayat Alkitab untuk Kartu Ucapan berbagai Event
  • Bible Reader, Alkitab Handphone
  • Beberapa Ayat-Ayat Emas Alkitab Tentang Rezeki
  • Ayat Alkitab Sebagai Teman Berpikir
  • Yuk, Mengenal Alkitab
  • Kumpulan Ayat Alkitab Pernikahan
  • Beberapa Ayat Emas Alkitab untuk Beragam Kondisi
  • Mengenal Injil Jenis Sinoptik
  • Mengenal Alkitab Digital
  • Mengenal Alkitab Injil
  • Kumpulan Ayat Alkitab Favorit : Salah Satu Metode Perenungan
  • Beberapa Ayat Alkitab Tentang Kasih
  • Alkitab Elektronik, Perangkat Ibadah yang Simpel
  • Mengenal Penulis Alkitab
  • Aplikasi Alkitab untuk Blackberry
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA