Ayat Suci Al Quran Sebagai Pedoman Hidup

Al Qur’an merupakan bagian dari rukun iman. Begitu pentingnya Al Qur’an sehingga Allah menjadikannya sebagai rukun iman yang ke-empat setelah beriman kepada Rasul. Beriman berarti tidak hanya mengetahui saja, tetapi juga wajib dibaca dan diamalkan ke dalam kehidupan kita sehari-hari.
Ayat Suci Al Quran sebagai pedoman hidup juga memuat hukum-hukum yang mengatur kehidupan umat beragama, keterangan mukjizat yang Allah berikan melalui nabi-nabi-Nya, serta memuat berbagai ulasan ilmu pengetahun.
Hukum-hukum yang termuat dalam ayat suci Al Qur’an di antaranya ada hukum perkawinan, hukum waris, hukum perjanjian atau muamalah, hukum pidana, hukum disiplin, hukum perang dan hukum antar bangsa.
Sebagai mukjizat, Allah buktikan dengan adanya ayat yang menerangkan kisah Nabi Musa As., yang diberi kekuatan membelah lautan dengan hentakan tongkat kayunya (QS Asy Syu’araa: 45, 63-66), kemudian mukjizat yang diberikan kepada Nabi Isa as., yang dapat menghidupkan orang yang telah mati (QS Ali ’Imran: 49).
Sedangkan mukjizat yang Allah berikan kepada Nabi Muhammad SAW, di antaranya perjalanan Isra’ Mi’raj dalam waktu satu malam (QS Al Israa’: 1), serta diturunkannya Al Qur’an (QS Al Hijr: 9).
Sebagai pedoman hidup, sudah tentu Al Qur’an wajib dibaca bagi umat Islam sedunia. Membaca ayat suci Al Qur’an tidak sama dengan kita membaca buku. Ada beberapa aturan yang harus kita perhatikan. Jika kita membaca dengan tidak benar, akan membuat orang yang mendengarnya tidak mendapat pahala.
Karena hukum membaca dan mendengar Al Qur’an sama, yakni mendapatkan pahala. Sehingga bagi yang sedang membaca atau mengaji Al Qur’an sebaiknya membaca sesuai dengan aturan tajwid atau tanda baca yang ditetapkan Allah dan rasul-Nya untuk membaca Al Qur’an.
Dalam membaca ayat suci Al Qur’an kita juga harus memperhatikan aspek adab membaca Al Qur’an yang baik, di antaranya sebagai berikut.
- Disunnatkan membaca Al Qur’an sesudah berwudhu atau dalam keadaan suci dan bersih. Lalu, mengambil Al Qur’an hendaknya menggunakan tangan kanan dan sebaiknya memeganggnya dengan kedua belah tangan.
- Disunnatkan membaca Al Qur’an di tempat yang bersih, yang jauh dari najis. Lebih diutamakan membaca di masjid.
- Disunnatkan membaca Al Qur’an dengan menghadap kiblat, membacanya dengan khusyu dan tenang.
- Mengenakan pakaian yang pantas. Untuk wanita mengenakan jilbab dan bagi laki-laki mengenakan sarung.
- Ketika membaca Al Qur’an, mulut hendaknya bersih, tidak sedang makan, minum, dan sebaiknya sebelum membaca Al Qur’an mulut dan gigi kita bersihkan terlebih dahulu.
- Sebelum membaca Al Qur’an disunnatkan membaca ta’awwudz, yang berbunyi, “a’udzubillahi minasy syaithanirrajim”, dan diakhiri dengan bacaan “shadaqallahul azim”.
- Membaca Al Qur’an dengan tartil, yaitu membaca dengan tenang dan pelan-pelan dengan suara yang bagus lagi merdu.
- Membaca Al Qur’an dengan khusyu’ , karena sentuhan dari ayat suci Al Qur’an yang dibaca bisa menyentuh jiwa dan perasaan.






