Mengenal Bacaan Doa Qunut

Qunut di dalam Islam terbagi pada dua jenis: Qunut nazilah dan Qunut shalat. Dalam masalah qunut shalat, para imam dan ulama mazhab berbeda pendapat tentang pelaksanaannya. Ada yang bilang hanya di dalam shalat witir dan ada yang berpendapat di shalat subuh. Sedangkan Qunut nazilah, qunut yang dilakukan saat adanya bencana.
Pertanyaannya sekarang, apakah ada aturan khusus harus membaca doa tertentu? Bila dikaji dalam khazanah ilmu fiqh, para ulama tidak mengkhususkan harus membaca doa khusus saat qunut. Bahkan, jika dirujuk dalam sejarah kehidupan para khulafaurrasidin (khalifah yang empat: Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib), mereka sendiri berbeda-beda bacaan doa qunutnya.
Karena itu, dapat dikatakan, tidak ada ketentuan baku harus membaca doa qunut tertentu. Barangkali penyebabnya, dikarenakan makna qunut sendiri adalah bacaan di dalam shalat yang mengandung pujian kepada Allah dan permohonan kepada-Nya.
Artinya, segala permohonan kepada Allah yang dilakukan di dalam shalat adalah qunut. Memang, jika diperhatikan dari qunut yang dilakukan Rasulullah dan para sahabatnya semuanya berisi tentang pujian dan munajat kepada Allah.
Bacaan Doa Qunut Rasulullah SAW
Allahummahdini fiman hadait wa ‘aafinii fiiman ‘aafait wa tawallanii fiman tawallait wabaarik li fima a’thait wa qinii syarramaa qadait pa innaka taqdhi wa laa yuqdha ‘alaik wa innahu laa yajillu man waa lait wa laa ya’izzu man ‘aadait tabaaraktarabbana wa ta’aalait falakalhamdu ‘ala maa qadhait astghfiruka wa atuubu ilaik
(Ya Allah, berilah aku petunjuk seperti orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk dan sehatkanlah aku sebagaimana orang-orang yang kau sehatkan. Lindungilah aku seperti orang-orang yang mendapatkan perlindungan-Mu. Berkahilah aku dari segala apa yang telah Engkau berikan kepadaku, dan peliharalah aku dari kejahatan yang telah Engkau pastikan. Sesungguhnya hanya Engkaulah yang dapat memastikan atas sesuatu dan tak ada lagi yang berkuasa di atas Engkau. Sesunguhnya tidak akan hina orang yang mendapatkan perlindungan-Mu dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Berkah Engkau Tuhan kami, dan Engkau Maha Luhur. Bagi-Mu segala puji atas perkara yang Engkau pastikan. Aku memohon ampun dan bertobat ke hadirat-Mu).
Bacaan Doa Qunut Umar bin Khattab
Allahumma nasta’inuka wa nastghfiruka wa nastahdiika wa nu´minu laka wa natawakkal ‘alaika wa nutsanniya ‘alaikal khaira kullahu nasykurukan wa la nakfuruka wa nakhla’u wa natruka man yufjiruka. Allahumma Iyyaka na’bu wa laka nushalli wa nasjudu wa ilaika nas’aa wa nahfid narju rahmataka wa nakhsyaa ‘azaaba inna ‘azaabaka jiddu bilkuffari mulhiq
(Ya Allah, sesungguhnya kami memohon pertolongan-Mu, ampunan-Mu, petunjuk-Mu. Kami beriman, bertawakkal, dan memuji hanya ke hadirat-Mu dengan semua kebaikan. Kami bersyukur dan tidak kufur ke hadirat-Mu. Kami lepas dan tinggalkan orang-orang yang mendurhakai-Mu. Ya Allah, ke hadirat-Mu kami menyembah, shalat dan sujud. Serta ke hadirat-Mu kami berjalan dengan cepat, karena mengharap rahmat_Mu dan takut akan siksaan-Mu pasti terjadi menyergap orang-orang kafir)
Di lain waktu, Umar bin Khattab juga membaca bacaan doa qunut:
Allahumma ‘azzibil kufarata wal musyrikin alladzina yashudduna ‘an sabiilika wa yukazzibuana rusulaka wa yuqatiluunaka auliya aka. Allahumaghfirlilmu’minina wal mu’minaat wal muslimiina wal muslimat wa ashlih zdaata bainihim wa allif baina Qulubihim waj’al fii quluubihim al-Iimana wal hikmat wa tsabbithum ‘ala millati rasuulika wa awji’hum an yuufu bi’ahdikalladzi ‘aahattum ‘alaihi wanshurhum ‘ala ‘aduwwika wa ‘aduwwihim ilaahal haqqi wa’z’alnaa min hum
(Ya Allah, siksalah orang-orang kafir dan orang-orang musyrik, yaitu orang-orang yang menghalang-halangi jalan-Mu, mendustakan rasul-rasul-Mu dan memerangi kekasih-Mu. Ya Allah, ampunilah semua orang mukmin laki-laki dan mukmin perempuan, muslimin dan muslimat. Damaikanlah di antara mereka. Saling sayang menyayangi di antara mereka, jadikanlah dalam hati mereka iman dan hikmat, dan tetapkanlah mereka pada agama Rasul-Mu, berilah ilham kepada mereka untuk memenuhi janji-Mu yang telah Engkau janjikan mereka atasnya dan tolonglah mereka untuk mengalahkan musuh-Mu dan musuh mereka. Wahai Tuhan yang hak, jadikanlah kami di antara mereka)
Jadi, pada dasarnya bacaan doa qunut itu diserahkan kepada yang mengerjakan shalat, selama masih berisi tentang pujian dan permohonan kepada Allah. Tentunya doa tersebut harus dilafalkan dengan bahasa Arab seperti Al-Qur’an. Bukan bahasa Arab yang dipakai dalam pergaulan sehari-hari orang Arab.






