logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Agama & Kepercayaan    Islam    Al-Quran

Seni Bacaan Quran: Antara Pendukung dan Penentang


Ilustrasi bacaan quran

Al-Quran adalah cahaya yang akan memandu manusia untuk menemukan jalan kebenaran di tengah kegelapan. Siapa pun yang menjadikan Al-Quran sebagai panduan hidup, tidak ada yang akan ia dapatkan selain kemuliaan yang sejati. (QS Al-Anbiyâ’, 21: 10).

Membaca Al-Quran adalah tahap awal dan ”minimal” dalam membangun interaksi dengan Al-Quran. Itulah mengapa, kaum Muslimin gererasi awal senantiasa membaca dan mengkhatamkan Al-Quran dalam periode waktu tertentu. Ada yang satu bulan sekali, dua minggu sekali, atau seminggu sekali. Membiasakan diri untuk membaca Al-Quran. Bagi mereka, bacaan quran menjadi nada musikal terindah.

Pada perkembangan selanjutnya, aktivitas membaca Al-Quran bukan lagi sekadar membaca untuk ”sekadar” ibadah, tetapi juga mulai memperhatikan aspek keindahan dari bacaan tersebut.

Hal ini ditandai dengan munculnya beragam lagu, lagam, atau gaya membaca Al-Quran. Akhirnya, seni membaca Al-Quran ini tumbuh dan berkembang sehingga menjadi kesenian yang digemari umat Islam di seluruh dunia.

Para ulama dan qari yang mempelopori seni membaca Al-Quran berargumen bahwa Islam tidak melarang kesenian selama tidak menodai kesucian Al-Quran. Melagamkan bacaan Al-Quran dengan merdu, menurut mereka, termasuk salah satu kebaikan yang akan menambah kesan kemuliaan dan keagungan Al-Quran.

Ada beberapa ulama yang membolehkan membaca Al-Quran dengan suara merdu, selama tidak berlebih-lebihan, di antara adalah Imam Syafi’i, Imam Abu Hanifah, dan Ibnul Mubarak. Mereka mendasarkan pendapatnya pada sebuah hadits Nabi saw, ”Perindahlah Al-Quran itu dengan suaramu”.

Walaupun demikian, ada sebagian ulama yang tidak mementingkan lagam tersebut. Isi dan pemahaman adalah hal terpenting, bukan pada lagu. Bahkan, sebagian dari mereka melarang melagukan atau melagamkan bacaan Quran karena bisa merusak makhraj dan tata bahasa yang dikandungnya.

Ambil contoh Imam As-Sayuthi, beliau mengatakan bahwa membaca Al-Quran dengan menggunakan suara yang menggeletarkan seperti orang kesakitan termasuk setengah dari bid’ah.

Pendapat ini tentu saja memiliki alasan yang kuat. Semua ulama sepakat bahwa hal terpenting dari membaca Al-Quran, bukanlah lagam-lagamnya yang indah, suara yang tinggi dan rendah, atau naik turunnya irama, akan tetapi bacaaan yang baik, fasih, kejelasan dalam mengucapkan huruf-huruf dan kata-katanya sehingga bacaan Al-Quran dapat meresap dan memberikan efek positif bagi jiwa orang-orang yang membaca atau mendengarkannya.

Hanya saja, ada yang sangat berhati-hati, ada yang moderat, dan ada yang sangat tegas sehingga terjadi perbedaan pendapat di antara para ulama.

Terlepas dari adanya perbedaan pendapat, sejarah peradaban Islam telah mencatat hadirnya para qari terkenal di Mekah, Madinah, Syria, Mesir, dan sekitarnya. Mereka menjadi guru dalam bidang ilmu qiraat bagi para santri yang datang dari seluruh penjuru dunia Islam, termasuk dari Indonesia.

Merekalah yang kemudian memperkenalkan seni membaca Al-Quran di Tanah Air. Di antara lagu-lagu yang terkenal ialah Husaini, Rukbi, Sika, Masri, Duka, Banjaka, Nahwan, Razi, Hijazi, dan Iraqi. Qurra’ yang ternama biasanya diukur tidak saja dari kefasihan bacaannya, tetapi juga karena kemampuannya dalam melagamkan bacaan Al-Quran.

Di Indonesia, pada dekade 1950-1960-an, terdapat beberapa pembaca Al-Quran terkenal, misalnya KH Abdul Karim Bojonegoro, KH. Abdul Fatah Surabaya di Kediri, Kiai Mas’ud Sedayu, Kiai Damanhuri Malang, Kiai Hidayat Wonokromo, dan Kiai Abdullah Krapyak Yogyakarta, Kiai Anwari Solo, Sitti Nurjannah Minangkabau, Tengku Hasyim Lam Penerut (Aceh), Ustadz Abdul Rasyid Kalimantan, dan sebagainya. Pada era tahun 80-90an terdapat nama-nama terkenal, seperti Ustadz Muamar ZA dan Ustadz Nanang Qosim.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Fungsi Kamus Al Quran bagi Umat Islam
  • Memilih Nama Bayi Laki-laki Islam yang Baik dan Syar’i
  • Pengobatan dengan Ayat Ruqyah
  • Tafsir Fi Zilalil Qur'an, Dialog Kitab Suci dengan Realitas
  • Mengenal Rahasia Huruf-Huruf Hijaiyah
  • Mau Sukses? Bacalah Al Quran dan Terjemahannya
  • Kutipan Ayat Alquran Tentang Sabar
  • Ihwal Rahasia Surat Al-Fatihah
  • Kisah di Balik Ayat Al-Kursi
  • Terangilah Rumah tangga dengan Ayat Al-Qur'an
  • Sifat-Sifat Allah Penuntun Hidup Manusia
  • Manfaat Surat Al Ikhlas
  • Mengenal Bacaan dan Ayat Ayat Ruqyah
  • Pandangan Surga dan Neraka Menurut Beberapa Agama
  • Ilmu Bantu bagi Para Ahli Tafsir Quran
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA