logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Agama & Kepercayaan    Islam    Wudhu

Bacaan Wudhu Dan Hikmahnya


Ilustrasi bacaan wudhu

Kalau mau sholat, harus terlebih dulu berwudhu, itu salah satu wajibnya wudhu bagi umat Islam. Tetapi selain wajib, ada juga perintah wudhu yang bersifat sunah. Bersuci dengan wudhu dapat menjernihkan hati dan pikiran, maka dari itu ketika marah dan panik dianjurkan mengambil wudhu untuk menenangkan diri. Dan fadlilah-fadlilah wudhu yang lain tercermin dalam bacaan wudhu itu sendiri.

 

Bacaan wudhu yang dimaksud dalam artikel ini adalah doa-doa yang mengiringi wudhu, sebelum dan sesudahnya serta ayat-ayat dalam Al-Quran yang menerangkan tentang wudhu. Dengan memahami bacaan wudhu kita dapat menghayati makna wudhu yang sebenarnya. Terlebih jika kita mau mencermatinya lebih dalam, maka hikmah wudhu akan tersingkap lebih jelas.

 

Wudhu sendiri merupakan satu diantara kegiatan mensucikan diri (thaharah) yang dituntunkan Nabi Saw mulai dari berkumur, membasuh wajah, kedua tangan sampai kesiku, kepala, telinga hingga kedua kaki. Wudhu menjadi syarat sahnya sholat seorang mu’min. Namun dengan menghayati bacaan wudhu, kita akan lebih jauh mengenal cara-cara bersuci yang lebih dalam lagi, meliputi hukum dan hikmahnya.

 

Ibadah wudhu merupakan ibadah bersuci yang paling sering dilakukan oleh umat muslim, setidaknya lima kali dalam sehari semalam ketika bersiap untuk mengerjakan perintah sholat. Karena demikian seringnya berwudhu, terkadang ibadah ini dilakukan sambil lalu sebagai hal yang biasa. Padahal tidak ubahnya amal ibadah yang lain, wudhu pun harus dilakukan dengan khidmat dan penuh kesadaran hati.

 

Wudhu bukan sekedar membasuh sebagian tubuh dengan air semata, tetapi melakukan wudhu dengan bacaan wudhu yang menyertainya merupakan pelaksanaan bersuci yang teramat sakral. Kegiatan ibadah seperti ini harus dilakukan dengan khusuk dan penuh penghayatan supaya membekas hasilnya di dalam jiwa. Sehingga karenanya cahaya wudhu itu akan memancar di wajah kita kelak di akhirat.

 

Ayat Wudhu

 

Dalam setiap bahan bacaan wudhu maupun pembahasan tentang wudhu selalu dinukilkan ayat al quran sebgai sumber dari perintah berwudhu.Dasar atau dalil yang mendasari kewajiban kaum muslimin mengambil wudhu sebelum melaksanakan sholat terdapat pada Al Quran surat Al Maidah ayat 6 yang berbunyi

 

Yaa ayyuhalladzina aamanuu idza qumtum ilash sholati faghsiluu wujuuhakum wa aidiyakum

ilal marafiq wamsahuu biru-usikum wa arjulakum ilal ka’bain. Artinya:

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki.

 

Dari ayat ini kita mendapatkan cara wudhu yang pokok, yaitu tata cara berwudhu yang bersifat wajib semata. Sedangkan bacaan wudhu dan hal-hal yang disunahkan dalam wudhu kita dapatkan dari hadits Nabi. Sebagaimana cara-cara ibadah yang lain, seringkali Al quran hanya memberikan bentuk perintah dan cara pengerjaannya secara pokok, sedang cara yang lebih lengkap diterangkan sendiri oleh Rosullah atau melalui contoh yang dikerjakan oleh beliau.

 

Bacaan Wudhu

 

  •  Sebelum Wudhu

 

Sebelum mengambil wudhu, seorang muslim harus berniat terlebih dahulu. Niat ini diwajibkan dalam rangka membedakan kegiatan yang bersifat ibadah dengan kegiatan lain pada umumnya. Tentu, kegiatan yang diniati ibadah kepada Allah berbeda dengan amal yang tidak diiringi niat ibadah.  Karenanya biasakan meniatkan setiap pekerjaan hanya untuk mencari ridho Allah Swt.

 

Soal wajibnya niat semua ulama telah sepakat. Hanya saja ada perbedaan sedikit di kalangan ulama mengenai cara berniat; apakah niat wudhu itu perlu dilafalkan atau cukup dalam hati saja. Bacaan wudhu yang dimaksudkan sebagai niat adalah berbunyi sebagai  berikut:

 

 Nawaitul wudlu'a lirof'il hadastil asghori fardhu lillahi ta'alaa, yang artinya: saya niat wudhu untuk menghilangkan hadast kecil karena Allah semata.


  •  Sesudah Wudhu

 

Selain bacaan niat yang bersifat wajib, bacaan wudhu yang yang lain bersifat sunnah. Artinya bila dikerjakan akan mendapatkan pahala dan keutamaannya berwudhu, dan apabila tidak dikerjakan tidak membatalkan wudhunya. Bacaan wudhu yang bersifat sunnah sesudah berwudhu adalah doa berikut ini

 

 Asyhadu allaa ilaaha illallaah, wahdahu laa syariika lah. Wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa Rasuuluhu. Allahumma j’alnii minat tawwabiina, waj’alnii minal mutathahiriin. Artinya:

 

 Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, Yang Maha Esa dan tidak ada sekutu bagiNya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba  dan RasulNya. Ya Allah, jadikanlah aku golongan orang-orang yang bertobat dan jadikan aku termasuk golongan orang-orang yang mensucikan diri.


Demikian bacaan-bacaan wudhu baik doa maupun dalil yang bersumber dari Al Quran dan Hadits Nabi Saw. Selanjutnya mari kita dalami makna yang tersirat dari bacaan wudhu tersebut, agar kita dapat meningkatkan kualitas wudhu yang kita kerjakan.

 

Menyerap Hikmah Di balik Bacaan Wudhu

 

Cara untuk meningkatkan kualitas wudhu adalah dengan menghayati bacaan wudhu, karena di dalam bacaan wudhu itulah kandungan makna wudhu. Penting sekali bagi kita untuk mengetahui hal-hal yang tersirat dibalik bacaan wudhu ini, agar kita menjalankan wudhu dengan penuh khidmat.

 

Dalam bacaan niat, kita berikrar bahwa, wudhu yang kita lakukan adalah untuk menghilangkan hadats kecil. Ini berarti penyempurnaan kesucian dari hilangnya hadast besar sampai hilangnya hadats kecil. Jadi orang berwudhu harus tidak sedang berhadast besar, seperti junub dan lain sebagainya. Sehingga dengan berwudhu kita telah bersih dari hadats besar maupun hadats kecil.

 

Kemudian di dalam niat wudhu itu kita mengarahkan kesucian itu hanya untuk Allah semata. Seperti dalam kalimat lillahi ta’ala, hanya karena Allah. Supaya kita tidak berdusta terhadap niat kita sendiri, maka kita harus meluruskan hati dan perbuatan kita kepada satu sasara tunggal yaitu Allah dan segala ridloNya. Kita tidak menjalankan wudhu untuk apapun selain hanya untuk Allah semata.

 

Kenyataan seperti ini harus diwujudkan dalam sikap yang ichlas, tidak memamerkan ibadah untuk mendapatkan pujian orang lain. Dan juga tidak takut dan tidak khawatir terhadap celaan orang saat berwudhu atau tidak berwudhu. Menjalankan perintah Allah berarti bebas dari hubungan sesama, baik buruknya perbuatan itu diukur dari sah dan tidaknya menurut Allah. Demikian dalam hal motivasi, melakukan atau tidak, bukan karena manusia, hanya Allah saja tujuannya.

 

Sedangkan dalam bacaan wudhu yang lain, yaitu doa setelah wudhu, kita tegas berharap kepada Allah akan dua hal. Yang pertama kita memohon kepada Allah agar dijadikan sebagai hambaNya yang bertobat, kemudian yang ke dua agar dijadikan golongan orang-orang yang mensucikan diri. Ini pun harus diwujudkan dalam kesadaran hati dan tindakan yang sesuai dengan bacaan wudhu ini. Kalau tidak, kita telah berbohong dengan ucapan kita sendiri.

 

Misalnya ada orang datang kepada dokter, kemudian minta sembuh dari penyakit, tetapi orang ini tidak mau minum obat, tidak mau disuntik, tidak mau dirawat. Sikap yang seperti itu tidak menunjukkan kalau orang itu butuh kesembuhan, dokter akan menganggapnya berbohong. Sama dengan itu, kita yang minta dijadikan golongan orang yang bertobat, tetapi tidak mau meninggalkan dosa, tentu ucapan kita tidak sesuai dengan kenyataannya. Bukankah bacaan wudhu yang seperti ini berbohong kepada Allah.

 

Menurut hukum fikih memang tidak salah, tetapi kalau kita mau meningkatkannya dari segi ilmu hikmah, tentu ucapan yang tidak sesuai dengan perbuatan itu dusta namanya. Ketika kita mengerjakan wudhu, dan kemudian selesai berwudhu membaca bacaan wudhu seperti ini dengan kesadaran hati dan sikap yang benar, pasti hasilnya akan lain. Wudhu kita menjadi lebih bermakna dan akan menghasilkan perubahan yang berarti setelah wudhu.

 

Itulah hasil dari ibadah wudhu yang kita kerjakan. Semakin sering kita melakukan cara yang sama setiapkali berwudhu, pasti lambat laun kita benar-benar menjadi ahli tobat dan termasuk golongan orang-orang suci. Dan itulah yang menjadi tujuan akhir dari wudhu kita. Kalau kita sehari lima kali berwudhu, berarti sebulan 150 kali, dan setahun 1800 kali berwudhu, tetapi tidak juga mengubah prilaku kita, tentu bukanlah hal yang tepat.

 

Seharusnya kita melakukan evaluasi diri, terutama dengan mengontrol sikap batin kita saat berwudhu. Dan melakukan wudhu dengan penuh khidmat sesuai dengan bacaan wudhu yang kita baca. Menepatinya supaya tidak berbohong, dan sungguh hasilnya akan sangat memuaskan kita sendiri.

 

Demikian bacaan wudhu yang sebenarnya, bukan hanya diucapkan di lisan saja, tetapi dihayati dalam hati dan dinyatakan dalam perbuatan. Semoga Allah mengampuni segala kekhilafan kita, dan Allah berkenan menguatkan kita untuk memperbaiki amal ibadah yang kita jalankan. Amiin.

Tolong di SHARE :
Tweet
Artikel Terkait
  • Tata Cara Wudhu, Sunnah, dan Hal-Hal yang membatalkannya
  • Doa Wudhu Lengkap - Wudhu dan Manfaatnya
  • Niat Wudhu dan Pendapat para Ulama
  • Fungsi dan Rukun Wudhu
  • Doa Setelah Wudhu dan Kandungan Maknanya
  • Tatacara Wudhu dan Makna Simbolisnya
  • DOA BERWUDHU DAN KEDAHSYATAN AIR WUDHU
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Komp. Buah Batu Regency Blok A2 No.9
Bandung Jawa Barat - INDONESIA