Belajar Sederhana dengan Menjadi Backpaker

Backpaker bagi sebagian orang adalah sebuah kegiatan atau liburan yang biaya perjalanannya murah, tidak menuntut biaya yang mahal, dan fleksibel terhadap segala hal selama dalam perjalanan.Tentunya hal ini biasanya dilakukan oleh-oleh orang yang memang benar-benar memiliki jiwa petualang. Berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan jika kita ingin melewatkan sebuah kegiatan berlibur dengan cara menjadi backpaker.
1. Menghitung Biaya Perjalanan
Seorang backpaker akan lebih memilih perjalanan yang murah meriah. Tidak perlu memakai pesawat. Hanya bermodalkan kereta kelas ekonomi atau bus kelas ekonomi. Yang terpenting bisa menikmati perjalanan. Jika dirata-ratakan, kalau ingin backpaker-an di sekitar wilayah pulau Jawa mungkin hanya perlu mengeluarkan uang sekitar Rp. 250.000 sampai dengan Rp. 300.000.
2. Mencari Informasi
Mencari informasi tentang tempat yang akan kita tuju. Bisa dari majalah, internet atau bahkan teman-teman. Dengan mendapatkan informasi tersebut, maka kita akan lebih mengenal karakteristik budaya di lingkungan tempat kita berlibur nanti. Dan tentunya hal tersebut akan memudahkan kita berkomunikasi.
3. Membawa Perlengkapan Secukupnya
Membawa perlengkapan secukupnya saja. Baju, celana, obat-obatan, senter dan mungkin bisa ditambah dengan 1 atau 2 buku. Hal ini dilakukan supaya dalam perjalanan tidak terasa berat saat membawa barang-barang. Karena seorang backpaker pastinya akan memilih berjalan kaki, ketimbang naik angkutan umum, ketika sudah sampai di tempat tujuan.
4. Melatih Fisik
Melatih fisik dan jasmani sebelum berangkat. Misalnya, kita harus bisa beradaptasi dengan udara, makanan dan lingkungan di tempat tujuan liburan kita nanti.
5. Mempersiapkan Peralatan
Membawa peralatan elektronik secukupnya saja. Ponsel, atau kamera saku akan lebih membuat perjalanan kita lebih nyaman, efisien dan fleksibel.
6. Persiapan Dana
Sisakan sebagian uang kita di dalam kantong celana dan sisakan lagi sebagian lainnya di dalam dompet. Kemudian dimasukkan ke dalam tas. Hal ini bisa mengurangi hal-hal yang tidak kita inginkan, misalnya jika kita sedang beristirahat dalam perjalanan, tiba-tiba secara tidak sadar, dompet kita telah terjatuh.
7. Teman di Tempat Liburan
Memiliki seorang teman di tempat yang akan kita tuju sebagai tempat liburan sangatlah penting. Kita bisa lebih menghemat biaya perjalanan dengan menumpang tidur di tempat teman tersebut. Apalagi budaya masyarakat Indonesia yang dikenal ramah.
8. Komunikasi
Melakukan komunikasi yang baik, sopan, dan ramah dengan warga sekitar juga perlu dijadikan acuan. Misalnya, ketika kita berada di sebuah warung, maka rajin-rajinlah untuk mengobrol. Hal ini bisa bermanfaat bagi kita.
Misalnya ika kita tidak memiliki teman yang tinggal di daerah tersebut, siapa tahu pemilik warung bisa memberikan informasi di mana saja rumah-rumah yang menyediakan kamar untuk orang-orang yang sedang berlibur. Hal ini bisa menghemat biaya, ketimbang kita menginap di hotel atau motel.
9. Mencoba Hal Baru
Bergabung dengan kegiatan warga sekitar juga bisa menimbulkan perasaan tertentu. Misalnya membajak sawah, berkebun atau bahkan melakukan kegiatan ronda bersama warga. Tak ada salahnya mencoba hal baru dan belajar hal baru bersama warga di sekitar tempat liburan.
Tentunya masih banyak lagi hal yang bisa kita lakukan sebelum memulai kegiatan backpaker-an ini. Ada banyak hal yang bisa kita pelajari dengan backpaker, misalnya menjadi seorang manusia yang mandiri.






