Badak Bercula Satu, Si Pemalu yang Hampir Punah

Indonesia kaya dengan beragam jenis satwa. Hal tersebut terjadi karena Indonesia memiliki banyak hutan tropis yang kaya dengan beraneka ragam satwa. Bahkan, Indonesia memiliki populasi hewan terlangka di dunia, yaitu badak bercula satu.
Saat ini, binatang pemalu ini dapat ditemui di taman nasional Ujung Kulon. Biasanya, badak akan langsung sembunyi jika melihat manusia. Jika merasa terancam, binatang yang memiliki sifat tenang ini bisa menyerang. Serangannya cukup mematikan karena ia akan menggunakan gigi serinya untuk menikam. Usia badak cukup lama, binatang berkulit tebal ini dapat hidup sampai usia 30 tahun, bahkan 45 tahun.
Badak Jawa
Sebenarnya, badak bercula satu atau badak Jawa ini memiliki saudara, yaitu badak India. Namun, badak Jawa memiliki badan yang lebih kecil dibandingkan dengan saudaranya itu. Badak Jawa berbobot cukup lumayan, berat badannya dapat mencapai 900 kg, bahkan ada yang mencapai 2.300 kg. Badak Jawa dan badak India sama-sama memiliki satu cula, akan tetapi cula badak Jawa merupakan cula yang paling kecil dibandingkan dengan jenis badak lainnya. Cula badak Jawa tidak dipakai untuk bertarung seperti badak lain. Culanya itu dipakai untuk memindahkan lumpur di kubangan. Selain itu, culanya dipakai untuk menarik tanaman agar dapat dimakan serta membuka jalan melalui vegetasi tebal. Selain mengambil makanan dengan cula, bibirnya yang panjang pun dapat membantu mengambil makanan.
Binatang yang memiliki gigi seri panjang dan tajam ini menggunakan giginya untuk bertempur. Jika bertemu dengan badak, jangan khawatir karena penglihatannya sangat buruk. Namun, harus hati-hati karena pendengaran dan penciumannya sangat tajam. Badak dapat mengenali makhluk lain di sekitarnya melalui pendengaran dan penciumannya tersebut.
Si tenang dan pendiam ini suka berkerumun di tempat mencari mineral dan kubangan lumpur. Hal itu dilakukan untuk memjaga suhu tubuh dan membantu mencegah penyakit dan parasit. Binatang berkulit tebal ini tidak suka menggali kubangan lumpur. Ia lebih suka menggunakan kubangan bekas binatang lain.
Menandai Wilayah
Seperti halnya binatang lain, badak Jawa suka menandai wilayah kekuasaannya. Ia menandai wilayahnya dengan tumpukan kotoran dan percikan urin. Selain itu, ia membuat goresan di tanah dan gulungan pohon muda dengan kakinya. Jangan berharap bisa mendengar suara badak Jawa karena ia jarang bersuara.
Sayangnya, binatang ini sudah sangat langka karena banyak orang yang memburunya. Rata-rata para pemburu mengambil culanya karena mereka beranggapan cula dapat digunakan sebagai obat. Walaupun belum ada penelitian secara ilmiah mengenai hal tersebut.






