logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Hiburan    Musik    Alat Musik

Mengenal Lebih Dekat Bagian-Bagian Keyboard


Ilustrasi bagian bagian keyboard

Untuk mengenal lebih dekat alat musik yang bernama keyboard, perlu mengetahui bagian-bagian keyboard terlebih dahulu. Kendati sama-sama alat musik pijit, keyboard berbeda dengan grand piano baik bentuk, ukuran maupun suara yang dihasilkannya. Sehingga bagi siapa saja yang hendak belajar dan mendalami alat musik ini, harus terlebih dahulu mengenal bagian-bagian detail dari alat musik pijit ini. Dengan demikian selain naluri bermain musik yang diperlukan, untuk bisa memainkan keyboard memang terlebih dahulu harus mengenal bagian-bagian penting dari alat musik ini.

Suara yang dihasilkan oleh keyboard merupakan manipulasi dari kunci-kunci baik yang ditekan menggunakan jari maupun yang dipijak dengan kaki. Untuk semua nada pada tuts-tuts keyboard, berurutan dari kiri nada rendah makin ke kanan bernada tinggi. Ini memang sudah menjadi pakem alat musik pijit seperti halnya yang berlaku pada piano. Keyboard sebagai alat musik pijit membutuhkan keterampilan antara memijit dengan menakan pada bagian kaki.

Sebelum mengenal lebih jauh tentang alat musik keyboard, ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu alat-alat musik lain sebagai pembanding terutama berdasarkan kepada sumber bunyinya. Berdasarkan sumber bunyinya, alat-alat musik dibedakan ke dalam lima jenis, yaitu alat musik yang sumber bunyinya berasal dari bahan dasarnya seperti drum, angklung, bongo, kolintang. Alat musik ini dikelompokkan ke dalam jenis idiofon. Kalau sumber bunyinya berasal dari hembusan udara pada rongga alat musik tersebut, dinamakan aerofon.

Alat musik yang masuk ke dalam kategori alat musik aerofon ini diantaranya terompet, harmonika, seruling, dan trombone. Apabila sumber bunyi berasal dari dawai seperti yang terjadi pada gitar, bass, biola, sitar, kecapi dan piano, maka dikategorikan sebagai jenis alat musik kardofon.

Sementara bila sumber bunyi berasal dari membrane seperti tifa, rebana, tamtam dan kendang, alat musik ini dikategorikan pada jenis membranofon. Lalu alat musik keyboard sendiri termasuk ke dalam alat musik jenis apa ? Sumber suara dari alat musik keyboard sama seperti yang terjadi pada gitar listrik, bass listrik yaitu berasal dari tenaga listrik atau elektronik. Dengan demikian semua jenis alat musik yang sumber suaranya berasal dari tenaga listrik atau elektronik, maka disebut alat musik jenis elektrofon. Keyboard termasuk alat masuk elektrofon yang paling rumit dan mengaplikasikan teknologi yang rumit pula.

Keyboard Alat Musik Diatonik

Sementara itu apabila dilihat dari bunyi atau nada yang dihasilkan, keyboard termasuk alat musik diatonik dan terbagi ke dalam 12 nada. Pada instrument keyboard terdapat nada penuh dan nada semi, yang dibedakan dengan kunci berwarna gelap dan terang. Untuk pertama kali susunan deret kunci 12 nada ini muncul abad ke-14 di eropa. Pada awal kemunculannya, tuts berukuran besar sehingga tidak terlalu banyak nada harmoni yang bisa dihasilkan. Namun setelah ditemukan nada setengah atau nada semi, maka nada yang bisa dihasilkan keyboard semakin bervariasi dan nyaris sempurna sebagai alat musik.

Setelah 2 abad kemudian, terjadi perombakan pada lebar tuts ini sehingga nada diatonis bisa dirangkum dalam satu tangan. Pada abad ke-16 ini kunci putih dan hitam pada tuts sudah mulai diperkenalkan sebagai pembeda antara nada penuh dan nada semi. Tentu saja dengan aplikasi nada diatos yang bisa dirangkum dalam satu tangan, semakin memudahkan orang untuk memainkan alat musik keyboard dan semakin populer pula, baik untuk kalangan pemusik profesional maupun kalangan pemusik amatiran atau hanya untuk kesenangan pribadi saja.

Laurens Hammond di Amerika Serikat untuk pertama kalinya pada sekitar 1935 memperkenalkan keyboard elektronik kepada pasar musik. Dengan munculnya teknologi ini, maka suara orkes simponi yang awalnya harus dimainkan oleh puluhan instrument, bisa dihasilkan dari satu buah alat musik yang bernama keyboard. Namun sekalipun bisa melakukan efisiensi pada sisi pemain musik, kehadiran keyboard tidak sepenuhnya menjadi ancaman bagi para pemusik yang terlibat dalam sebuah orkestra. Bagaimana pun juga karena sifatnya elektronis, alat-alat musik yang dapat ditirukan oleh keyboard ini tetap saja tak seindah orkes simponi yang dihasilkan dari beragam alat musik secara langsung. Hanya saja kehadiran aplikasi teknologi musik berupa keyboard ini merupakan lompatan besar yang akan diikuti dengan lompatan-lompatan teknologi lainnya dalam dunia musik.

Aplikasi Teknologi Dalam Keyboard

Kehadiran alat musik yang mengaplikasikan teknologi secara baik dalam bentuk keyboard ini, sungguh menjadi sumber inspirasi bagi produsen musik lainnya. Buktinya tidak sampai tiga dekade misalnya munculah teknologi transistor silicon. Dengan harganya yang murah tapi kualitasnya baik, sangat memudahkan para insinyur untuk mengembangkan instrument musik yang ringkas tapi dapat menghasilkan kualitas suara seperti alat musik konvensional. Adalah Paolo Ketoff seorang insinyur Italia menciptakan alat musik yang disebut synket.

Alat musik synket ini mampu mengeluarkan musik eksperimental. Inilah awal era synthesizer. Dua tahun berselang di Amerika Serikat, Donald Buchla dan Robert Moog mengembangkan teknologi synthesizer ini. Bedanya, Buchla tidak menggunakan keyboard sebagai pengolah suara melainkan menggunakan permukaan sentuh yang sensitif, sementara Moog tetap menggunakan keyboard sebagai perangkat pengolahnya. Dari sinilah bagaimana teknologi telah dimanfaatkan dengan sangat luar biasa dalam bidang musik ini. Produsen musik pun semakin bergairah dalam memproduksi alat musik elektrofon ini yang memang lebih banyak memberi kemudahan dan memungkinkan para musisi untuk melakukan eksplorasi.

Alat musik yang diciptakan Moog ini pada sisi kiri dan kanan terdapat alat pengontrol suara. Alat musik yang berhasil dikembangkan oleh Moog yang kemudian dinamakan Mini Moog ini memungkinkan seseorang mengalunkan musik tradisional dalam susunan suara baru.

Dengan demikian karya klasik dari Bach misalnya bisa dimainkan dengan apik dari alat Mini Moog tersebut.  Sekalipun belum menghasilkan nada harmonik, mini moog tetap merupakan lompatan perkembangan teknologi alat musik.

Dalam perkembangan musik pop, mini moog kemudian lebih mengambil perannya sebagai penghasil melodi. Alat ini pula dimanfaatkan oleh grup musik rock semacam Genesis, Yes dan Emerson untuk menghasilkan suara khas dalam progresif rock yang mereka ciptakan.
Perkembangan selanjutnya adalah teknologi digital. Pada era ini selain menampilkan suara yang lebih harmonik, instrument musik pun semakin ringkas. Yamas DX-7 keluaran 1983 adalah penanda mulai berkembangnya digitalisasi dalam alat musik. Itulah penemuan-penemuan alat musik yang memanfaatkan teknologi. Para musisi menjadi lebih leluasa untuk menghasilkan harmoni tertentu tanpa harus terlalu banyak pemusik lain yang terlibat.

Keyboard sebagai salah satu jenis alat musik elektrofon, menjadi tonggak perkembangan dunia musik sekaligus merupakan salah satu keberhasilan bagaimana teknologi bergandengan mesra dengan alat musik. Musisi menjadi tidak menolak dengan kehadiran aplikasi teknologi tersebut, karena memang pada beberapa bagian lebih banyak diuntungkan daripada dirugikan. Teknologi kemudian bersama-sama untuk saling bersimbiosis mutualisme. Inilah salah satu tonggakan dan lompatan dalam dunia dan produksi musik.

Tolong di SHARE :
Tweet
Artikel Terkait
  • Serba-Serbi Angklung Sunda
  • Kord Lagu Indonesia Ciptaan Ahmad Dhani
  • Musik Cina Inspirasi Musik Indonesia
  • Alat Musik Angklung: Asli Sunda!
  • Sasando - Kebudayaan Pulau Rote dan Indonesia yang Nyaris Punah
  • Berkenalan dan Belajar Not Piano
  • Kunci Gitar ST12, Panduan Buat Penggemar
  • Mengenal Biola Si Alat Musik Seksi
  • 10 Drummer Dunia Terbaik
  • 3 Raja Gitar Indonesia
  • Seni Musik Sunda Tradisional Gedur yang Menghilang
  • Mengenal Gendang Sebagai Alat Musik Tradisional
  • Alunan Musik Gamelan Jawa
  • Cara Bermain Piano yang Asyik
  • Alat Musik Suku Jawa
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Komp. Buah Batu Regency Blok A2 No.9
Bandung Jawa Barat - INDONESIA