logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Kesehatan    Gaya Hidup Sehat    Makanan Dan Minuman

Waspada terhadap bahaya Junk food


Ilustrasi bahaya junk food

Salah satu pola hidup masyarakat modern adalah segalanya ingin cepat selesai dan terpuaskan. Ungkapan bahwa waktu adalah uang memperoleh tempat yang berlebihan, sehingga gara-gara uang inilah maka sedemikian rupa menghargai waktu menjadi optimal. Memang benar pada masyarakat modern, menghargai waktu menjadi demikian optimal. Namun dampaknya justru mendorong masyarakat untuk melakukan hal-hal yang serba cepat dan tergesa-gesa. Salah satunya adalah segala sesuatu diharapkan serba instan. Hal ini bukan saja untuk masalah makanan, tetapi bisa merembut ke hal lain, bahkan di dalam perkembangan dunia politik pun, hal-hal yang serba instan ini menjadi langkah utama untuk mendongkrak pemenangan pemilu misalnya.

Pada masyarakat modern yang menuntut segalanya serba cepat itulah, berbagai jenis makanan cepat saji memperoleh tempat yang utama. Sehingga bisa dipastikan setiap datang jam makan siang misalnya, bisa dipastikan restoran dan rumah makan cepat saji, akan penuh dengan antrian. Satu hal hal yang tidak bisa dipungkiri pula bahwa makanan cepat saja, selain lezat, makanan ini juga tidak terlalu lama dalam membuat dan mengolahnya.  Tapi apakah kita tahu gizi dan kandungan dari makanan tersebut?  Makanan yang sedikit kandungan gizinya dan kurang baik bagi kesehatan tubuh sering kita sebut dengan junk food. Dan makanan cepat saji lebih banyak yang bisa dikategorikan sebagai junk food daripada sebagai makanan sehat.

Namun tinggalkan sebentar telah makanan cepat saja dan makanan junk food ini. Ada hal menarik dicermati adalah gaya hidup sehat penduduk Okinawa. Okinawa adalah sebuah pulau di Jepang yang rata-rata life expectancy-nya 82,4 tahun, yang berarti jauh lebih tinggi dibandingkan Eropa. Ratio penduduk yang berusia diatas 100 tahun adalah 47 per 100.000 penduduk, dan memiliki angka kecacadan, kepikunan dan angka penderita penyakit degenerative yang jauh lebih kecil dibanding wilayah lain. Penelitian selama 25 tahun oleh Badley J. Wilcox dkk dari Division on Aging Harvard Medical School, ada 3 hal yang menjadi ciri menonjol pola hidup sehat penduduk Okinawa yaitu diet, olah tubuh dan cara mengatasi stress. Dalam hal diet,  penduduk Okinawa 20% lebih rendah dibanding penduduk Jepang di kawasan lain, sehingga orang Okinawa tampak lebih kurus. Pola makan mereka menganut prinsip Nuchi Cusui, yaitu tinggi karbohidrat, rendah kalori, dan bersumber pada tumbuh-tumbuhan. Mereka membatasi makanan yang disebut diet harian dan mingguan. Makanan harian antara lain adalah nasi, mie, roti, sayuran, buah-buahan, makanan yang mengandung flavonoid dan kalsium, makanan yang mengandung omega-3, minyak sayur, dan rempah-rempah. Sedangkan makanan mingguan adalah daging sapi, unggas, telur dan makanan manis. Disamping menjaga diet, mereka juga terbiasa hidup aktif dan mengerjakan pekerjaan sendiri. Orang Okinawa juga menanam sayur sendiri tanpa menggunakan pestisida. Aktifitas spesifik yang dilakukan orang Okinawa adalah tai chi. Olah raga tersebut adalah perpaduan antara gerakan fisik dan olah rasa, sehingga menyehatkan dan membuat anda lebih percaya diri dan bebas stress.

Pola hidup sehat orang Okinawa ini rasanya tidak sulit dilakukan jika kita mau. Berharap panjang umur tentu disertai dengan harapan sehat wal afiat dan insya Allah anda bisa mendapatkan keduanya jika anda menerapkan pola hidup sehat yang sederhana ini. Ini penting saya jelaskan lebih dahulu karena sebelum mempelajari obat, kita perlu memahami dan menjalankan pola hidup sehat agar obat bisa bekerja lebih cepat dengan hasil yang lebih baik.

Lalu bagaimana dengan makanan junk food apakah sesuai dengan konsep hidup masyarakat Okinawa ? Namun, sebelum mengetahui hal itu ada baiknya kita mengetahui tentang banyak bahaya junk food yang bisa kita temui.  Sebenarnya apa sih junk food itu dan apa saja bahaya junk food bagi kesehatan, yuk kita simak yang berikut ini:

Junk food dan macam-macamnya

Jangan sampai salah mengucapkan dan mengartikan lho!  Junk food merupakan makanan yang sedikit gizinya dan bila dimakan terus menerus bisa membahayakan kesehatan tubuh.  Bahaya Junk food ini yaitu memiliki resiko yang membahayakan kesehatan karena kandungan tertentu di dalmnya, seperti kandungan lemak yang tinggi. 

Selain itu, dalam junk food ini biasanya digunakan zat tambahan untuk makanan seperti MSG yang bersifat jahat terhadap tubuh jika dimakan dalam jumlah yang banyak.  Bahan pengawet yang digunakan dalam pembuatan junk food ini juga menjadi penyebab terjadinya penyakit yang mulai banyak terjadi pada masyarakat saat ini.

Macam-macam junk food

Jenis junk food yang sering kita jumpai (sering kita makan juga) antara lain:

  • makanan yang berpengawet, seperti makanan yang disimpan dalam kaleng, mie (yang dijual dalam kemasan dan kering). Hampir bisa dipastikan semua makanan kategori ini membahayakan terutama karena zat pengawetnya.
  • Makanan yang mengandung kadar garam tinggi dan mengandung MSG (Monosodium Glutamat) seperti makanan ringan. Makanan jenis ini memang cocok dan enak untuk dijadikan cemilan, namun karena mengandung kadar garam tinggi dan penyedap rasa buatan, mau tidak mau akan berpengaruh pula terhadap kesehatan seseorang baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang.
  • Makanan yang mengandung lemak tinggi, seperti daging dalam burger, kulit ayam pada fried chicken dan lainnya.
  • Minuman yang mengandung soda, seperti minuman ringan yang bersoda yang banyak dijual.


Bahaya junk food

Banyak bahaya junk food bagi kesehatan jika dimakan secara terus menerus dan lama.  Penumpukan zat-zat asing yang berbahaya bagi tubuh seperti bahan pengawet menjadi salah satu penyebabnya.  Selain itu, tingginya lemak dan kalori yang tidak disertai penambahan zat lain yang bergizi seperti mineral, vitamin dan serat bisa memacu bahaya junk food ini.


Bahaya junk food ini antara lain :

  • Kandungan lemak yang tinggi menimbulkan penyakit

Nah, bahaya junk food inilah yang mengancam, karena kandungan kemak yang tinggi dapat memicu beragam penyakit dalam tubuh.  Selain mempercepat kenaikan berat tubuh yang tidak normal (obesitas), lemak yang tinggi juga memacu peningkatan kolestrol dalam tubuh.  Akibatnya, tubuh akan mudah terserang penyakit lain seperti kenaikan kadar darah (hipertensi) dan meningkatnya kadar gula dalam darah (diabetes).

  • Kandungan zat kimia dalam junk food yang beresiko tinggi

Kandungan bahan kimia seperti zat pengawet dalam makanan juga zat untuk menambah rasa seperti pemanis buatan dan MSG bisa menyebabkan terjadinya penimbunan zat-zat asing dalam tubuh.  Inilah yang menyebabkan terjadinya penyakit kanker.

Nah, ternyata banyak bukan bahaya junk food ini.  Mulailah mengubah pola makan dan kebiasaan kita menjadi pola makan yang sehat.  Rajinlah mengkonsumsi makanan yang segar dan sehat seperti sayur-sayuran dan buah-buahan yang baik bagi kesehatan tubuh kita. Pola hidup dan pola pikir masyarakat Okinawi barangkali bisa dijadikan motivasi untuk hidup sehat, yang ternyata sangat banyak manfaatnya. Selamat mencoba perubahan. 

 

 

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Makanan BergiziJangan Hanya dalam Pikiran Saja!
  • Manfaat Sayur Kangkung yang Menyehatkan Tubuh
  • Mengenal Berbagai Zat Aditif Makanan
  • Manisnya Manfaat Kacang Hijau
  • Minuman Sehat dengan 12 Cara Sehat
  • Manfaat Kepiting Pantai untuk Kesehatan
  • Beragam Manfaat Minyak Pala
  • Kontroversi Si Penambah Rasa Mantap Masakan
  • Perempuan dan Manfaat Teh Hijau
  • Program Pengaturan Pangan dengan Neraca Bahan Makanan
  • Makanan yang Berserat dengan Berbagai Manfaat
  • Makanan yang Mengandung Kalori
  • Makanan Penurun Kadar Kolesterol
  • Rumput Laut dan Ibu Hamil
  • Memilih Makanan Sehat Untuk Penderita Diabetes
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA