logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Kesehatan    Info Kesehatan    Artikel Umum Info Kesehatan    Bahaya Merokok

Bahaya Merokok Ikut Mengancam Perokok Pasif

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Sejak dahulu dilema antara manfaat dan bahaya merokok memang tiada henti. Ada yang pro terhadap rokok. Pun tak kalah gencarnya perang antirokok dengan rajin mengingatkan akan bahaya merokok. Terlepas dari dua hal tersebut, mari kita analisis rokok ditinjau dari sisi manfaat dan bahayanya, kemudian kita bisa memutuskan kita akan memilih sisi yang mana. Tentu kita harus melepaskan kaca mata subjektivitas. Mari dengan objektif kita menilai tentang rokok.

Bahaya Merokok Menyerang Perokok Pasif

Diawali dengan bahaya rokok. Hampir semua di antara kita mengetahui bahaya merokok, di antaranya impoten, kanker, jantung, gangguan janin, tumor, tekanan darah tinggi, dan penyakit berbahaya sejenis. Anak sekolah pun tahu tentang bahaya merokok karena di setiap produk rokok yang kita lihat atau iklan di media massa selalu disertakan bahaya merokok bagi kesehatan. 

Rokok memang mengandung nikotin yang bisa membahayakan paru-paru. Pernyataan tersebut merupakan gambaran keseluruhan dari bahaya merokok. Ibarat alat pelubang, rokok adalah alat pelubang yang siap melubangi paru-paru kita setiap kita menghisap rokok. Kita juga tahu bahwa salah satu fungsi paru-paru adalah untuk menyaring udara kotor yang masuk ke dalam tubuh kita sehingga udara yang mengalir ke seluruh tubuh kita adalah udara bersih yang tidak membahayakan tubuh.

Namun, apa jadinya bila paru-paru tidak bisa berfungsi menyaring lagi? Tentu saja metabolisme tubuh kita akan terganggu. Apa jadinya bila udara kotor yang mengandung beragam bakteri masuk ke dalam tubuh, setiap hari, setiap saat, menumpuk, dan menumpuk. Pantas saja bila dikatakan bahaya merokok jauh lebih besar dibandingkan dengan manfaatnya, begitu kata para ahli kesehatan.

Baru-baru ini bahkan rokok disinyalir mengandung minyak babi. Padahal kita tahu bahwa babi adalah salah satu hewan pembawa penyakit. Beberapa waktu yang lalu babi sempat menghebohkan dunia karena virusnya yang bisa mematikan manusia. Bila kita muslim, mengonsumsi babi hukumnya haram. Bahaya merokok juga dikaitkan dengan bahan kandungannya.

Selain membahayakan diri sendiri, rokok juga bisa membahayakan orang lain. Bahaya merokok bahkan lebih besar diderita oleh mereka yang justru tidak merokok. Perokok pasif menjadi individu yang sangat dirugikan. Mengingat mereka tidak merokok.

Bahkan bahaya merokok bagi mereka yang tidak merokok bisa mengakibatkan kematian. Baru-baru ini Anda mungkin pernah membaca berita tentang seorang perokok pasif yang meninggal karena terlalu banyak menghisap asap rokok dari para perokok yang ada di sekitarnya.

Noor Atika Hasanah adalah perokok pasif yang jadi korban keganasan bahaya merokok. Dia tidak merokok, tapi lingkungannya memaksa ia menghirup udara dengan asap rokok. Wanita itu divonis menderita Bronchopneumonia Duplex. Penyakit yang cukup asing ini kurang lebih artinya radang paru-paru yang sudah akut.

Selain Atika, yang notabene orang dewasa, bahaya merokok juga bisa mengenai anak kecil, bahkan bayi dalam kandungan. Jika Anda saat ini memiliki anak balita, atau istri Anda tengah mengandung, akan lebih bijak jika Anda menjauh dari mereka saat sedang merokok. Asap rokok akan membahayakan janin dan kesehatan anak.

Bahaya Merokok - Manfaat Rokok Menjadi Dilema

Bahaya merokok sudah cukup mengagetkan kita, tapi di sisi lain, rokok juga memiliki manfaat, terutama dalam bidang bisnis. Tak bisa dipungkiri, selain bahaya rokok ada juga manfaat rokok. Rokok menyumbang keuntungan materi yang begitu besar untuk negara kita. Mulai dari penyerapan tenaga kerja, kontributor pajak yang besar, dan juga sponsor yang bisa dikatakan besar juga.

Bila kita melihat kegiatan-kegiatan tertentu, kebanyakan disponsori oleh produk rokok dengan jumlah yang sangat menggiurkan. Beasiswa pendidikan yang tersebar di ratusan universitas juga banyak disumbangkan dari perusahaan rokok. Pun dengan penyerapan tenaga kerja. Seandainya pabrik rokok tutup, mungkin penerimaan pajak akan berkurang drastis dan pengangguran akan langsung meningkat. Dari sisi manfaat, ternyata kita juga melihat hal yang menarik. Bahaya merokok bisa dikatakan setara dengan manfaat rokok, mungkin.

Bahaya Merokok - Seandainya Orang-orang Berhenti Merokok

Mari kita berandai-andai untuk membuktikan apakah bahaya merokok setara dengan manfaat rokok? Bayangkan bila semua orang di Indonesia tidak merokok. Bila total penduduk yang merokok anggap saja 100 juta jiwa dan harga rokok kita anggap 10 ribu maka setiap hari akan ada uang sebesar 1 triliun yang aman karena tidak dipergunakan untuk mengonsumsi rokok. Uang sejumlah tersebut sudah bisa dipergunakan untuk mereparasi sekolah ambruk atau rumah sakit yang tidak layak. 

Bagaimana dengan nasib pabrik rokok dan karyawannya? Bagaimana bila pabrik rokok mengubah pabriknya untuk dijadikan pabrik lainnya? Pabrik jus, misalnya, yang dinilai lebih menyehatkan daripada rokok. Jawabannya adalah tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ya memang. Tapi ancaman bahaya merokok sepertinya akan membuat pilihan ini akan jauh lebih mudah. Pun jika Anda para perokok sadar betul akan hal ini.

Bagiamana bila generasi produktif merokok semua? Bukan imajinasi sebenarnya karena pada kenyataannya sekarang ini jumlah usia produktif gemar merokok. Apa yang terjadi kemudian? Jangan bersedih bila banyak orang berusia produktif yang terserang penyakit aneh atau mati muda. Bila generasi produktif sudah tidak ada atau berkurang drastis, lalu bagaimana bisa pembangunan bisa berjalan. Bukankah hal tersebut seperti holocaust sebenarnya. Gambaran tragis ini adalah gambaran bahaya merokok yang paling nyata.

Melihat perbandingan antara bahaya dan manfaat,  kesimpulannya adalah bahaya merokok jauh lebih besar daripada manfaatnya. Dengan kesimpulan tersebut, kita sudah bisa memutuskan, apa yang akan kita lakukan? Bila sekarang kita pecandu rokok akankah kita berhenti atau cuek. Bila kita adalah perokok pasif akankah kita membahayakan nyawa kita untuk “kejahatan” yang tidak kita lakukan.

Berhenti Merokok vs Mengurangi Dosis Rokok

Setelah mengetahui bahaya merokok, kita tentu akan memilih untuk tidak “berteman” dengan rokok, bila sebelumnya kita adalah pecandu rokok. Namun, kenyataannya bagi sebagian besar orang meninggalkan rokok tak semudah meninggalkan kekasih hati. Kenyataannya memang demikian.

Orang-orang yang berpandangan saklek dan sangat ngeri dengan bahaya merokok, pasti akan langsung berkata “berhentilah sekarang juga kalau masih ingin hidup!”. Berhenti dan bukan mengurangi! Namun, orang-orang yang berpandangan fleksibel biasanya akan berkata “Kurangi dulu sebelum membiasakan diri untuk tidak merokok!”.

Memang, tidak mudah tentu saja menghentikan sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan sekalipun kebiasaan itu membahayakan. Ada juga yang berkata, konsumen rokok masih tetap banyak karena peringatan terhadap mereka hanya sebatas tulisan. Coba bila diperlihatkan secara langsung gambar paru-paru yang sudah terinfeksi nikotin, mungkin mereka akan bertanya-tanya untuk merokok. Bahaya merokok sepertinya harus lebih diperlihatkan secara detail.

Padahal, nyatanya tidak juga, sekalipun banyak orang yang sangat paham akan bahaya merokok dan bahkan sudah menjadi korban akibat rokok, toh mereka tetap merokok.

Baik menghentikan rokok atau mengurangi dosis rokok sebenarnya sama-sama membutuhkan pengorbanan. Mengetahui bahaya merokok sepertinya belum cukup menjadi alasan bagi mereka untuk berhenti merokok. Sama halnya seperti diet. Mengurangi sarapan dan makan malam adalah hal yang paling menyiksa bagi orang yang suka makan. Namun, ketika mereka sadar akan bahaya obesitas, mungkin mereka akan berpikir berkali-kali untuk melahap apa yang ada.

Begitu pula dengan pecandu rokok. Memang ada yang pasrah dan bertekad untuk merokok hingga napas berhenti. Namun, masih juga banyak yang peduli dengan bahaya merokok dan berusaha untuk menghentikan kebiasaan merokok walau susah.

Upaya Mengingatkan Bahaya Merokok

Dalam upaya mengurangi atau bahkan menghentikan pemakaian rokok, ada beberapa cara yang bisa kita lakukan agar kita selalu teringat akan bahaya merokok sehingga tak mengonsumsinya. Adapun cara-cara tersebut sebagai berikut.

  • Selalu meng-update orang-orang yang menjadi korban rokok, baik pasif maupun aktif.
  • Mengganti rokok dengan jus atau buah yang lebih menyehatkan.
  • Bila tidak bisa menghentikan maka kurangilah porsinya.

Semoga berhasil! Bebaskan diri Anda dan orang-orang tersayang dari bahaya merokok!

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Konsultasi Kesehatan pada Ibu Hamil
  • Sistem Pencernaan - Salah Satu Proses Ajaib dalam Tubuh Manusia
  • Cara Diet Ala ‘Gue’
  • Spa - Antara Kesehatan, Kecantikan, dan Gaya Hidup
  • Perkembangan Sastra dalam Perfilman di Indonesia
  • Ayo, Jalani Cara Hidup Sehat Sekarang Juga!
  • Semangka, Menyegarkan dan Bermanfaat untuk Kesehatan
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA