logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Kesehatan    Medis    Alternatif    Bahaya Onani

Bahaya Onani yang Tidak Disadari

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Masalah onani jarang dibahas dalam diskusi terbuka. Istilah yang berasal dari nama seorang laki-laki bernama Onan dalam Kitab Perjanjian Lama ini, masih dianggap tabu. Padahal, kebiasaan onani merupakan perilaku yang kerap dilakukan sebagian besar pria.

Berbeda dengan Sejarah Nama

Dalam sejarahnya, Onan sengaja menumpahkan spermanya di luar tubuh janda dari kakaknya agar sang janda tidak hamil dan tidak melahirkan anaknya. Sebab, anak itu akan diakui sebagai anak kakaknya, bukan anak Onan. Namun, saat ini keadaan berbeda. Pria hanya melakukan onani karena ingin bersenang-senang dan melampiaskan hasrat seksualnya.

Apa yang dilakukan Onan dikenal juga dengan istilah sanggama terputus atau coitus interuptus. Sanggama terputus dilakukan untuk mencegah sel sperma membuahi sel telur. Sedangkan, onani merupakan upaya dari seorang pria untuk mendapatkan kepuasan seksual dengan merangsang dirinya sendiri atau dengan bantuan orang lain. Biasanya, onani diakhiri dengan ejakulasi, dimana pria mengeluarkan sel spermanya.

Bahaya Onani yang Tidak Disadari

Sebagian pria menganggap onani atau masturbasi sebagai kebiasaan yang tidak membahayakan. Bahkan, onani menjadi permainan pada sekelompok pria. Padahal, di balik kesenangan sesaat itu, ada bahaya yang mengintai. Di antaranya berikut ini. 

1. Menimbulkan iritasi

Onani biasa dilakukan dengan cara menggosok Mr P dengan tangan. Pria sering menggunakan sabun atau baby oil sebagai pelumas. Penggunaan sabun atau baby oil sangat mungkin menimbulkan iritasi kulit, terlebih jika onani dilakukan 2-3 kali sehari. Iritasi yang berkepanjangan akan menebalkan lapisan kulit pada Mr P, sehingga akan mengurangi kenikmatan ketika melakukan sanggama yang sebenarnya.

2. Disfungsi seksual

Sanggama yang wajar diawali dengan pemanasan bersama pasangan sehingga alat reproduksi siap kotak. Pemanasan membuat Mr P ereksi tanpa rangsang berlebihan. Pria yang melakukan onani kerap merangsang diri dengan belaian cepat, tekanan besar, atau menggesek-gesekkan penisnya sampai akhirnya mengalami ejakulasi dalam tempo yang tidak begitu lama.

Aktivitas merangsang diri dengan cepat ini dapat menimbulkan disfungsi ereksi, seperti ejakulasi dini. Rutinitas onani dan ejakulasi beberapa kali dalam sehari juga dapat menurunkan jumlah sperma dalam mani (semen) sehingga menimbulkan oligospermia atau azoospermia. Oligospermia adalah keadaan air mani yang berkadar kurang dari 20 juta. Sedangkan, pada azoospermia, sel sprema tidak ditemukan sama sekali.

3. Luka uretra

Kebiasaan onani dengan cara menelungkupkan badan lalu menekan bantal atau karpet dapat menimbulkan luka pada uretra atau saluran kencing. Pengeluaran urin terganggu. Pria yang mengalami luka harus selalu menggunakan toilet duduk di kemudian hari.

4. Ketidakseimbangan aktivitas fisik dan mental

Aktivitas onani merupakan pertanda tidak seimbangnya aktivitas fisik dan mental. Pelaku onani seringkali sudah lelah secara fisik, namun pikirannya dipenuhi oleh nafsu seks yang menggebu-gebu. Mengimbangi aktivitas fisik dengan kegiatan mental seperti membaca, dapat menyeimbangkan kebutuhan jasmani dan rohani.

5. Kenikmatan semu

Onani tidak akan pernah bisa memberikan kenikmatan sejati layaknya sanggama wajar. Rangsangan yang diberikan saat onani hanya tipuan semata, manfaat hubungan seks yang sebenarnya tidak tercapai. Kenikmatan saat ejakulasi tetap dapat membuat seorang pria kecanduan beronani. Namun, setelah melakukan onani sering timbul rasa bersalah, bukan perasaan bahagia.

6. Risiko kanker prostat

Beberapa pihak menyatakan bahwa onani dapat menurunkan risiko kanker prostat. Studi yang dimuat The Journal of American Medical Association pada 2004 mengungkapkan bahwa frekuensi ejakulai, baik akibat onani atau sanggama wajar, tidak berhubungan dengan risiko kanker prostat. Para peneliti menduga onani bukanlah satu-satunya yang dapat memicu atau mencegah kanker prostat.

Agar terhindar dari bahaya onani, sudah sepatutnya seorang pria mengevaluasi, apa saja penyebab kebiasaan onaninya dan segera menghindari dan mengurangi sebab-sebab tersebut. Tidak menyendiri dan selalu berkumpul dengan orang yang selalu mengingatkan kebaikan juga dapat dilakukan. Menikah, atau berpuasa jika belum mampu menikah, masih diyakini efektif mengurangi dan menghilangkan kebiasaan onani.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA