Bahaya Susu Kedelai - Sisi Gelap Sang Kacang Kedelai
Ilustrasi bahaya susu kedelai
Mungkin Anda adalah salah seorang yang berfikir bahwa kedelai yang memiliki kandungan protein tinggi merupakan makanan sehat. Umumnya, setiap orang di seluruh dunia beranggapan bahwa segala produk kedelai itu menyehatkan. Namun, apakah pernah terpikirkan oleh Anda mengenai bahaya berbagai produk dari kedelai tersebut? Salah satunya bahaya susu kedelai? Pernahkah?
Bisa jadi hal ini sama sekali tidak terlintas dipikiran Anda. Bahwa bahaya susu kedelai mungkin dianggap sebagai mitos belaka yang dihasilkan oleh para peneliti. Namun, mengetahui kemudian memerhatikan bahaya susu kedelai sepertinya juga menjadi hal yang tidak merugikan bukan?
Anggapan bahwa semua bahan makanan yang mengandung kedelai itu sehat segera dibantah oleh sejumlah penelitian. Terutama berkenaan dengan efek kandungan isoflavon dan genistein di dalam kedelai. Jadi, bagi penikmat makanan berbahan dasar kedelai, termasuk susu kedelai, sudah selayaknya berhati-hati saat mengonsumsinya.
Hakikatnya, berhati-hati dalam memilih makanan dan minuman memang diperlukan. Terutama dalam jumlah asupannya. Di luar kita berbicara kandungan gizi makanan dan minuman tersebut. Karena bagaimanapun juga, memerhatikan jumlah serta kandungan gizi yang dimiliki makanan tetap diperlukan. Hal ini untuk menghindari bahaya atau efek samping dari makanan tersebut. Salah satunya adalah bahaya susu kedelai itu sendiri.
Sejauh yang kita tahu, bahwa aneka produk dari kedelai seperti tempe, tahu, kecap, dan susu kedelai mengandung banyak manfaat untuk kesehatan, salah satunya protein yang cukup tinggi. Namun, hal ini berubah ketika para peneliti mengatakan bahwa beberapa kandungan kedelai cukup berbahaya bagi kesehatan. Bahaya susu kedelai dan berbagai olahan kedelain pun mulai menjadi bahasan yang serius.
Berikut hasil penelitian tentang bahaya susu kedelai sebagai salah satu produk dari kedelai bagi kesehatan. Memerhatikan hasil penelitian dari para peneliti ini diharapkan akan membuat masyarakat menjadi lebih hati-hati ketika akan mengonsumsi aneka olahan kedelai.
Bahaya Susu Kedelai - Pengaruh Susu Kedelai Terhadap Kesehatan
Bahaya susu kedelai dijabarkan pada sebuah studi baru, bahwa kandungan senyawa yang terdapat di dalam kedelai mampu meningkatkan risiko terkena kanker payudara pada wanita, mempengaruhi fungsi otak dan kemandulan pada pria, dan meningkatkan risiko terjadinya cacat pada bayi. Ini berlaku pada semua pangan berbahan kedelai, termasuk susu kedelai.
Dalam studi tersebut, ditemukan bahwa kedelai memiliki kandungan bahan kimia yang meniru perilaku esterogen, hormon wanita. Bahan kimia tersebut, bahkan, mampu mengubah perkembangan seksual. Kenyataannya, minum 2 gelas susu kedelai per hari selama sebulan dapat mengubah siklus menstruasi.
Siapa yang menyangka bahwa susu nabati dengan rendah kolesterol ini ternyata menyimpan sebuah bahaya yang cukup fatal bagi kesehatan. Hal yang sepertinya akan mengubah kontroversi ini menjadi sedikit "baik" adalah mulai menyadari bahwa segala sesuatu itu pasti memiliki dua sisi. Sisi baik dan buruk. Begitupun dengan susu kedelai. Ada manfaat susu kedelai dan ada bahaya susu kedelai.
Kenyang dengan segala informasi yang menjabarkan manfaat susu kedelai dan kandungan gizi susu kedelai, kini saatnya menambah pengetahuan Anda tentang bahaya susu kedelai. Berikut ini adalah bahaya susu kedelai dilihat berdasarkan kandungan kedelai itu sendiri.
Bahaya Susu Kedelai - Bahan Kimia Berbahaya dalam Kedelai
1. Bahaya Susu Kedelai dari Kandungan Genistein
Sebuah penelitian tentang bahaya kedelai menunjukkan bahwa genistein dalam kedelai (segala produk kedelai, termasuk susu kedelai) memiliki kemampuan untuk menyabotase sel sperma yang tengah berenang menuju sel telur.
Bahaya susu kedelai yang "diwakilkan" oleh genistein ini telah teruji dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Profesor Lyn Fraser dari King College London terhadap manusia. Sehingga alangkah baiknya jika para pria sebaiknya jangan terlalu sering mengonsumsi susu kedelai ini.
Hal itu karena genistein dalam kedelai, dapat membakar sel sperma yang akan membuahi sel telur. Temuan ini dipaparkan Fraser dalam sebuah konferensi fertilitas di Eropa, Europian Society for Human Reprodyction and Embryology.
Dalam penelitian tersebut, Fraser menemukan bahwa senyawa genistein ini tetap berpengaruh meskipun jumlahnya sangat kecil. Berbeda dengan tikus, yang baru akan menunjukkan pengaruh negatif pada ambang batas yang lebih tinggi dari manusia. Fraser memaparkan bahwa wanita yang ingin mempunyai anak harus menghindari konsumsi kedelai saat sedang masa subur. Bahaya susu kedelai juga berpengaruh bagi kesuburan wanita.
Fraser mengungkapkan bahwa temuannya ini bukan bertujuan agar orang berhenti mengonsumsi kedelai, melainkan membatasi konsumsi kedelai saat masa subur. Mengenai kadar aman konsumsi kedelai, belum diketahui secara pasti. Memaparkan bahaya susu kedelai ini cukup bermanfaat bagi para wanita.
2. Bahaya Susu Kedelai dari Kandungan Isoflavon
Tahu seringkali disebut sebagai makanan sehat karena berasal dari alam, termasuk sayuran alami, mengingat bahan pembuatannya adalah kacang kedelai. Umumnya, masyarakat pun menganggap bahwa tahu dan segala produk kedelai sangat baik untuk perkembangan bayi.
Namun, hal itu sepertinya kini mulai dipertanyakan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kandungan isoflavon dalam kedelai mempercepat masa pubertas. Dalam hal ini, bahaya susu kedelai berkenaan dengan masa pertumbuhan seseorang.
Penelitian yang dipimpin oleh Jill Scheneider, Assosiate Proffesor of Biological Science at Lehigh University, Bethlehem, Pennsylvania, ini mengemukakan bahwa isoflavon yang terkandung dalam kedelai mampu bertindak seperti hormon estrogen yang berpengaruh pada wanita ataupun pria. Hormon sepertinya menjadi sasaran dari bahaya berbagai produk kedelai, salah satunya susu kedelai ini.
Bahaya susu kedelai akibat kandungan isoflavon pada wanita salah satunya merusak siklus menstruasi, sementara pada pria senyawa ini diduga ikut mengurangi jumlah sperma jika mengonsumsi makanan berbahan kedelai setiap dua hari sekali. Bahkan, pada bayi, senyawa ini diduga memiliki andil meningkatkan risiko abnormalitas. Itulah sebabnya minuman susu formula berbahan kedelai untuk bayi sangat tidak dianjurkan.
Bahaya Susu Kedelai - Mitos atau Fakta?
Penduduk Jepang adalah penduduk terbesar pengonsumsi kedelai dan makanan hasil laut. Anehnya, mengapa jumlah penderita kanker payudara, rahim, dan prostat, sedikit? Sebenarnya kedelai itu termasuk bahaya susu kedelai itu, nyata ataukah hanya mitos? Benar atau salah?
Memang, jumlah penderita kanker payudara, rahim, dan prostat, di Jepang relatif kecil. Akan tetapi, tidak untuk kanker esofagus, hati, dan pankreas, yang angka kejadiannya cukup tinggi. Angka kejadian kanker tiroid di Jepang juga menduduki predikat tertinggi di dunia.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa kedelai di satu sisi mungkin dapat menekan risiko terjadinya kanker payudara di Jepang, tetapi meningkatkan risiko terjadinya kanker tiroid. Setidaknya, inilah hasil penelitian yang diperoleh dengan tikus percobaan di laboratorium. Bahaya susu kedelai bisa berbeda pada setiap manusia. Kurang lebih seperti itu.
Disamping itu, seorang peneliti Jepang pada 1991 juga menemukan fakta bahwa konsumsi 30 gram kedelai perhari selama sebulan dapat meningkatkan sekresi hormon tiroid. Hal ini akan mengakibatkan kelebihan hormon tiroid yang berefek pada konstipasi (sembelit), kehabisan energi, dan kelelahan akut meskipun objek eksperimen telah diberi asupan iodin secukupnya. Bahaya susu kedelai pun memiliki risiko yang hampir sama.
Riset membuktikan, sebanyak 45mg isoflavon sudah dapat membuat wanita terganggu secara biologis. Bahkan, senyawa ini mengurangi jumlah sekresi hormon yang membantu tiroid bekerja secara normal. Efek ini baru bisa dirasakan setelah mengkonsumsi kedelai selama 3 bulan.
Jadi, sudah selayaknya membatasi konsumsi produk kedelai dalam menu makanan Anda agar terhindar dari efek berbahaya. Agar bahaya susu kedelai dan produk kedelai lainnya tidak menjadi pengancam kesehatan Anda.

