logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Agama & Kepercayaan    Islam    Syiah    Bahaya Syiah

Bahaya Syiah: Politik Amerika Serikat Versus Syiah

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Belakangan, muncul propaganda-propaganda yang dilakukan oleh CIA untuk menunjukkan adanya bahaya Syiah -salah satu aliran agama Islam yang dianggap cukup ekstrem- bagi seluruh dunia. Benarkah Syiah berbahaya? Jika Syiah berbahaya, sebenarnya mereka berbahaya untuk siapa? Jawabannya simpel, Syiah berbahaya bagi Amerika Serikat, bukan dunia. Mengapa demikian? Kita perlu membaca sejarah singkat Syiah dalam Revolusi Iran.

Revolusi Iran

Masa-masa menjelang Revolusi Iran (1978 - 1979) menjadi masa-masa paling berat bagi Amerika Serikat. Negeri Paman Sam saat itu jelas berpihak pada Syah Reza Pahlevi, diktator Iran, yang menjadi anak manis karena selalu mengikuti kemauan AS. Bayangkan, Syah Reza Pahlevi lebih memilih untuk menggaji puluhan ribu orang asing (Barat) dan mem-PHK rakyat Iran yang bekerja pada pemerintah.

Akan tetapi, dukungan AS terhadap Syah Reza Pahlevi harus diubah total. Alasannya, tindakan Syah Reza mengatasi lawan-lawan politiknya di tingkat lokal sudah keterlaluan. Bahkan, di luar dugaan, dengan penuh keberanian, rakyat Iran bersatu dan menggulingkan rezim jahat sang Syah. Lebih jauh, revolusi Iran tercatat sebagai revolusi terbesar sepanjang abad modern.

Bagaimana tidak? Revolusi Iran tercatat dilakukan oleh minimal 10 juta demonstran. Mau tidak mau, karena senjata rezim Syah Reza Pahlevi sudah tidak mempan, sang Syah pergi meninggalkan Iran. Rakyat Iran mendirikan Republik Islam dan Amerika Serikat kehilangan muka karena jagonya kalah.

AS Gagal Total

Kemenangan rakyat tersebut menggagalkan politik AS di Timur Tengah. Pada mulanya, Revolusi Iran dianggap negeri Paman Sam hanya sebagai reaksi wajar aras kekejaman Syah. Rencananya, setelah Syah tersingkir, AS akan menempatkan orang-orang mereka lagi di dalam pemerintahan Iran yang baru. Oleh karena alasan ini, AS berusaha merayu Ayatullah Khomeini yang saat itu dianggap sebagai simbol perlawanan Iran.

Akan tetapi, situasi berubah tidak terkendali lagi. Rakyat Iran tidak mau tunduk pada AS, demikian juga Ayatulah Khomeini. Sejak saat itu, Iran memutuskan untuk berdiri sendiri. Bahkan, 25 tahun setelah revolusi Iran, datanglah Mahmud Ahmadinejad yang berani menentang politik AS.
 
Strategi Baru

Dalam beberapa puluh tahun terakhir, untuk mengatasi Syiah, CIA (dan AS) mengadakan riset mendetail. Mereka menggunakan dana lebih dari US$ 900.000.000 demi berbagai aktivitas anti-Syiah. Mulai dari penyebaran gosip tentang Syiah hingga yang menyangkut negara, menggembosi Iran dengan menyebut bahwa Iran adalah negara setan yang hendak menyiapkan nuklir sebagai senjata pemusnah massal.

Dalam hal ini dapat dikatakan, gembar-gembor CIA (dan AS) bahwa Syiah adalah aliran berbahaya sebenarnya hanya untuk menutupi bahaya yang sebenarnya: konspirasi AS menguasai dunia.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Sejarah Syiah dan Sunni di Era Kekhalifahan
  • Aliran Syiah: Lahir dari persoalan politik
  • Islam Sunni dan Syiah: Hanya Sebatas Perbedaan Politik
  • Kebenaran Syiah: Mengusung Kebenaran Tentang Imam Mahdi
  • Belajar Tentang Syiah untuk Pemula
  • Apa Itu Syiah? Pertanyaan Sederhana yang Sangat Sensitif
  • Tentang Syiah: Sejarah dan Aliran-Alirannya
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA