logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Agama & Kepercayaan    Islam    25 Nabi Dan Rasul

Bahtera Nabi Nuh: Legenda Sepanjang Masa


Ilustrasi bahtera nabi nuh

Kisah bahtera Nabi Nuh dan air bah adalah salah satu legenda dunia  yang diabadikan dalam sejumlah ayat-ayat Al Quran.

 

Menurut sejumlah riwayat, Nabi Nuh as. diutus menjadi Rasul sepuluh abad setelah Nabi Adam as. Beliaulah manusia pertama yang membuat kapal untuk berlayar, tentu saja dengan petunjuk dari Allah SWT. Kapal buatannya itulah yang dikenal dengan nama Bahtera Nabi Nuh.

 

Penyembah Berhala

 

Pada masa itu, manusia benar-benar tenggelam dalam kesesatan dan kekafiran yang parah dengan menjadi penyembah berhala. Maka Allah Yang Maha Penyayang mengutus Nabi Nuh untuk meluruskan akidah manusia. “Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya (dengan perintah): "Berilah kaummu peringatan sebelum datang kepada mereka azab yang pedih.” (QS Nuh : 1)

Atas perintah Allah, maka Nabi Nuh pun mulai melancarkan dakwah, mengajak kaumnya untuk menyembah Allah. Namun kaumnya yang kafir tidak mempercayainya, justru menganggap pengikut Nabi Nuh sebagai manusia yang hina. Para pemuka kafir bahkan menuduh Nabi Nuh sebagai pendusta dan orang yang sesat. (QS Hud : 27)

Dengan sabar, selama 950 tahun, Nabi Nuh terus mengajak kaumnya untuk menyembah dan beribadah hanya kepada Allah. Namun yang mau menjadi pengikutnya hanya segelintir jumlahnya.

Kaum Nabi Nuh bahkan mulai berani menantang Nabi Nuh. Mereka meminta beliau untuk membuktikan ancaman Allah berupa “azab pedih” yang selalu diceritakannya kala berdakwah. Nabi Nuh selalu mengingatkan eksistensi Allah sebagai satu-satunya Tuhan yang patut disembah. (QS Hud : 32)

Terus-menerus ditentang oleh kaumnya, akhirnya dengan sedih Nabi Nuh mengadukan permasalahannya kepada Allah. "Ya Tuhanku sesungguhnya siang-malam aku telah menyeru kepada kaumku, namun seruanku itu justru membuat mereka semakin berpaling dari kebenaran. Dan sesungguhnya setiap kali aku menyeru mereka (agar beriman) supaya Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan jari ke dalam telinga mereka dan menutupkan bajunya (ke wajahnya) dan mereka tetap (mengingkari) dan sangat menyombongkan diri.” (QS Nuh : 6-7)

Demikianlah perilaku kaum Nabi Nuh. Tak sedikit pun mereka mengindahkan nasihat Sang Nabi. Mereka bahkan saling mengingatkan agar tidak meninggalkan penyembahan terhadap Suwwa’, Yaghuts, Ya’uq dan Nasr—orang-orang saleh yang telah wafat dan patung-patungnya mereka jadikan sesembahan.

 

Bahtera Nabi Nuh

Lalu Allah memerintahkan Nabi Nuh membuat sebuah bahtera. Dengan menggunakan petunjuk dan wahyu Allah, mulailah Nabi Nuh membuat bahtera itu.

 

Ejekan datang bertubi-tubi saat pemimpin kafir melihatnya membuat kapal besar. Namun Nabi Nuh  dengan sabar terus melanjutkan pembuatan kapal tanpa memedulikan ejekan kaumnya.

Setelah pembuatan kapal selesai, Allah lalu memerintahkan Nabi Nuh agar memuat kapal itu dengan binatang masing-masing sepasang (jantan dan betina), keluarganya, dan orang-orang yang beriman. (QS Hud : 40). Maka Nabi Nuh pun menyerukan kepada pengikutnya agar segera naik ke dalam kapal.

Tak lama kemudian Allah menurunkan hujan badai yang tiada henti. Semua mata air di bumi memancarkan air, saling bertemu dan menimbulkan air bah yang sangat besar. Banjir tinggi melanda bumi dengan gelombang setinggi gunung. Itulah banjir terbesar dalam sejarah peradaban manusia!

 

Binasanya Kaum Kafir

 

Dalam kondisi genting, Nabi Nuh memanggil anaknya yang berada di tempat jauh dan terpencil, namun tidak ikut naik ke kapal. Dengan sombong sang anak menolak, dan memilih mencari perlindungan ke atas gunung. (QS Hud : 42-43)

Demikianlah. Anak Nabi Nuh tidak mau menuruti ajakan ayahnya. Dia justru memilih bersama orang-orang kafir. Maka dia pun binasa dan tenggelam bersama mereka.

Hal yang sama terjadi pada istri Nabi Nuh. Dia pun ikut tenggelam bersama orang-orang kafir karena menolak ajakan suaminya untuk beribadah hanya kepada Allah saja.  Satu pelajaran besar, bahwa istri seorang yang saleh dan berderajat Rasul pun dapat binasa karena azab-Nya. Maka suaminya itu tiada dapat membantunya sedikit pun dari (siksa) Allah. (QS At-Tahrim : 10)

 

Bahtera Legendaris

 

Cerita tentang bahtera Nuh yang terjadi sekitar 4.800 tahun yang lalu itu banyak muncul dalam buku dan beberapa film. Sejumlah ahli sejarah dari berbagai negara pun telah lama penasaran dan ingin membuktikan kebenaran kisah ini.

 

Untuk memecahkan misteri kapal Nabi Nuh, kelompok peneliti dari Cina dan Turki bergabung dalam 'Noah's Ark Ministries International'. Mereka selama bertahun-tahun melakukan misi pencarian sisa-sisa bahtera legendaris itu.

 

Pada tanggal 26 April 2010, para peneliti ini mengumumkan temuan mereka. Bahtera milik Nabi Nuh ini ditemukan di Turki! Mereka mengaku menemukan bangkai kapal Nabi Nuh yang berada di ketinggian 4.000 meter di Gunung Agri atau Gunung Ararat, Turki Timur.

 

Hikmah di Balik Kisah Bahtera Nabi Nuh

 

Keberadaan semua kisah nabi yang telah disebutkan di dalam Al quran pastilah mengandung beberapa maksud dan tujuan. Salah satunya adalah bahwa apa yang telah terjadi di masa lampau tersebut dapat diketahui oleh umat Islam yang ada pada masa saat ini sehingga mereka dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari kisah yang ada. Sehingga manusia jaman sekarang dapat lebih berhati-hati dalam bertingkah laku agar tidak mendapatkan hal yang tak diinginkan seperti yang telah terjadi di dalam kisah yang ada.

 

Dalam hal ini, kisah mengenai Nabi Nuh juga mengandung banyak pelajaran yang ada dan dapat diambil oleh umat manusia pada saat ini. berikut adalah beberapa pelajaran tersebut yang memang dapat diambil hikmahnya dari kisah yang telah terjadi di masa Nabi Nuh.

 

1. Hanya orang beriman yang akan selamat dan mendapatkan perlindungan dan pertolongan dari Allah SWT.

 

Inilah hal yang sangat nyata yang dapat diambil pelajaran dari kisah Nabi Nuh ini. bahwa memang hanya orang yang beriman kepada Allah-lah yang akan mendapatikan keselamatan dan perlindungan dari Allah SWT.

 

Untuk itulah, maka kita sebagai umat di akhir jaman haruslah terus untuk menjaga keimanan kita kepada Allah SWt. Iman berarti percaya dan yakin. Kepercayaan dan keyakinan haruslah diungkapkan dalam hati dengan benar-benar menyakini Allah SWt, diucapkan dengan lisan dan juga dibuktikan dengan tindakan nyata melalui perbuatan nyata pula.

 

Hal terakhir inilah yang terkadang masih dianggap lebih sulit untuk dilakukan. Banyak orang dengan mudah mengatakan bahwa diri mereka beriman kepada Allah SWt. Namun ketika diajak atau diseru untuk melakukan perbuatan sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Allah maka mereka merasa sedikit kesulitan atau bahkan ada yang tak mau dan menolak.

 

Keimanan dalam bentuk perbuatan inilah yang akan lebih menunjukkan keimanan kita yang sesungguhnya. Kita tak akan merasa keberatan untuk terikat dengan segala peraturan yang teah ditetapkan oleh Allah kepada hidup kita. Kita pun tak akan merasa berat untuk menjalankan segala perintah Allah yang sejatinya bukan untuk kebaikan Allah sendiri namun justru untuk kebaikan kita sendiri. Hanya orang yang berimanlah yang akan mendapatkan pertolongan dari Allah di hari ketika tidak ada pertolongan lain selain pertolongan Allah.

 

2. Tetap semangat menyebarkan kebaikan atau berdakwah di jalan Allah walaupun tidak banyak didengar atau diikuti oleh orang yang kita dakwahi.

 

Inilah hikmah lain yang dapat dirasakan dari keberadaan kisah Nabi Nuh ini. nabi Nuh adalah sosok nabi pilihan Allah untuk mengajarkan ketauhidan kepada umatnya. Namun dalam jangka waktu menjalankan dakwah yang lama, nabi Nuh hanya mendapatkan jumlah pengikut yang sangat sedikit. Bahkan anak dan istrinya sendiri tidak mau untuk beriman terhadap apa yang beliau bawa.

 

Hal ini seharusnya dapat memberikan semangat tersendir bagi diri kita untuk menebarkan kebaikan. Bahwasanya yang menjadi tolak ukur keberhasilan di mata Allah adalah proses yang telah kita jalani. Bagaiman kuatnya usaha yang telah kita jalani untuk  mengajak orang berbuat kebaikan.

 

Dan hasil yang akan terjadi semuanya adalah di tangan Allah. Itulah yang harsu selalu diingat dalam benak kita. Bahwa memang Allahlah yang akan menentukan apakah orang yang kita ajak untuk berjalan di jalan kebaikan mau menerima atau bahkan menolaknya. Yang akan dinilai di sisi Allah adalah bagaiman usaha kita untuk melakukannya.

 

Inilah beberapa hal yang dapat kita peroleh dari kisah nabi nuh terutama keberadaan bahtera Nabi Nuh yang telah mengoncang dunia dengan kedahsyatannya.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Kisah Nabi Muhammad yang Zuhud
  • Semangat Dakwah Nabi Nuh
  • Seputar Perayaan Maulid Nabi Muhammad saw
  • Kisah Tentang Nabi Yusuf AS
  • Nabi Muhammad - Nabi Akhir Zaman yang Hebat
  • Mengenalkan Kisah 25 Nabi Kepada Anak
  • Mengimani dan Mencintai Rasulullah
  • Kisah Nabi Ibrahim
  • Khulafaur Rosyidin Sahabat Nabi Muhammad Pengemban Amanah Kepemimpinan
  • Pengertian dan Perbedaan Nabi dan Rasul
  • Ash Shiddiq - Salah satu Akhlak Nabi Muhammad SAW
  • Kisah Nabi Nabi, Peringatan Untuk Manusia
  • Akhlak Rasulullah Sebagai Akhlak Mulia Center
  • Belajar Kehidupan dari Kisah 25 Nabi dan Rosul
  • Kisah Teladan Para Sahabat Nabi - Susu yang Tak Pernah Habis
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA