logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Sosial & Budaya    Budaya    Budaya    Baju Adat Papua

Baju Adat Papua dan Koteka

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Setiap suku bangsa memiliki  kebudayaan dan adat istiadatnya masing-masing. Mereka juga memiliki baju adat untuk dipakai menghadiri upacara adat.

Berbicara tentang baju adat Papua, tentu yang terpikir adalah  sebentuk penutup tubuh yang terbuat dari kain. Namun ternyata tidak semua orang Papua menggunakan baju adat Papua yang terbuat dari kain seperti sekarang ini.

Koteka

Sebagian lelaki Papua terutama mereka yang merupakan bagian dari suku-suku yang berdiam di pegunungan, masih mengenakan koteka sebagai penutup salah satu bagian tubuh mereka.

Koteka juga dianggap sebagai pakaian adat papua, karena mereka menggunakannya juga  di dalam upacara adat papua.Pengucapan  Koteka yang artinya  pakaian ini, berasal dari  kosa kata salah satu suku  papua di daerah Nabire yaitu suku Paniai. Namun sebagian suku di Jayawijaya menyebutnya  Horim atau Holim.

Koteka adalah sebentuk buah labu yang telah dikeringkan. Labunya adalah labu air  sejenis Lagenaria  siceraria yang sudah cukup umur. Labu ini biasa dipanen dari ladang oleh orang Papua. Labu yang telah cukup umur ini lalu dipetik dan dikeluarkan isinya berupa dagingbuah dan biji. Labu yang telah kosong tersebut lalu dikeringkan untuk kemudian digunakan sebagai koteka.

Bentuk dan Ukuran Koteka

Bentuk dan ukuran koteka pun berbeda-beda. Berbedanya ukuran dan bentuk koteka disesuaikan dengan fungsinya. Apakah akan dikenakan pada saat sedang bekerja di ladang  atau untuk menghadiri upacara adat.

Biasanya koteka yang dikenakan sebagai baju adat Papua tersebut sudah diberi hiasan dan ukiran terlebih dahulu.  Ukuran koteka yang panjang, biasanya dikenakan untuk upacara adat. Adapula koteka  berukuran pendek. Koteka ini digunakan pada saat bekerja di hutan atau ladang.

Bentuk koteka ada yang bulat dan ada yang lonjong. Ada yang berbentuk mirip drum dan ada juga yang  seperti huruf L. Suku Yali suka mengenakan koteka yang panjang. Tetapi orang suku Tiom malah  suka memakai dua labu untuk kotekanya. 

Koteka Saat Ini

Saat ini, walau banyak lelaki  Papua yang mulai mengenakan baju adat Papua dari bahan kain, tetapi ada juga masih ada yang tetap setia mengenakan koteka. Sementara mereka yang sudah jauh merantau meninggalkan tanah Papua mungkin tidak leluasa mengenakan koteka lagi.

Namun di dalam hati lelaki Papua, mereka pasti tetap menghargai koteka sebagai warisan budaya nenek moyang. Apalagi para kepala suku Papua biasa mewariskan koteka kepada anak cucu mereka. Sama halnya dengan para raja yang suka memberikan barang-barang bertuah seperti keris atau pedang kepada para pewaris mereka.  

Saat ini di Papua, koteka lebih banyak ditemukan tergantung di toko-toko souvenir  di pasar Hamadi yang terkenal. Anda tak perlu mengenakannya sebagai pakaian tapi bisa menjadikannya sebagai souvenir. Sebagai tanda mata bahwa Anda  pernah berkunjung ke Bumi Cendrawasih ini.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Mengenal & Memahami 7 Unsur Kebudayaan
  • Batik Indonesia: Kain Ajaib
  • Pengaruh Baju Adat Badui Terhadap Baju Adat Banten
  • Batik Pekalongan: Batik Khas Pesisir Berwarna Cerah
  • Baju Adat Maluku: Kaya Corak dan Stylish
  • Macam-Macam Batik dan Teknik Pembuatannya
  • Tattoo dan Piercing, Seni yang Menyeramkan
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA