logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Sosial & Budaya    Budaya    Budaya

Makna Baju Adat Sumatra Barat


Ilustrasi baju adat sumatera barat

Indonesia adalah negeri yang kaya akan budaya. Dari Sabang sampai Merauke, masing-masing daerah memiliki beragam adat istiadat dengan keunikan dan ciri khas tersendiri. Salah satunya Propinsi Sumatra Barat.

Sumatra Barat merupakan daerah yang terletak di bagian barat pulau Sumatra. Propinsi dengan ibu kota Padang ini mayoritas dihuni oleh suku yang bernama Minangkabau. Wilayah ini memiliki bentuk geografis yang beragam, terdiri dari dataran rendah berupa pantai dan juga terdapat dataran tinggi berupa pegunungan.

Sehingga tak heran jika Sumatra Barat menjadi salah satu daerah pariwisata yang paling banyak dikunjungi karena kaya akan pemandangan alam yang memukau dan kekayaan adat istiadat yang menarik untuk dicari tahu.  

Selain terkenal dengan tempat-tempat wisata, Sumatra Barat juga memiliki adat istiadat yang cukup unik. Rumah adatnya (rumah gadang) yang bertanduk mirip tanduk kerbau menjadi salah satu kebanggaan daerah ini.

Suku yang menyebut daerahnya dengan sebutan ‘Ranah Minang’ ini mempunyai baju adat sendiri seperti suku-suku di daerah lain. Baju adat Sumatra Barat ternyata mengandung makna dibaliknya.

Dalam lingkup sebuah kebudayaan, pakaian adalah  bagian yang tidak terpisahkan dari peristiwa-peristiwa budaya, seperti upacara-upacara adat yang berlangsung dalam kehidupan masyarakat. Ibenzani Usman (1991:21) menjelaskan, pakaian tradisional berfungsi sebagai pakaian untuk melaksanakan upacara, baik itu upacara keagamaan, maupun upacara adat. Disamping itu, pakaian tradisional  secara adat berfungsi sebagai cerminan kepribadian atau prestise bagi pemiliknya.

Pakaian Tradisional Adat Sumatra Barat utuk wanita disebut dengan Baju Kurung  sedang untuk Pakaian Tradisional Adat Sumatra Barat pada pria disebut dengan Pakaian adat Penghulu. Pakaian adat khas sumatra barat sangatlah feminim bila dilihat dari sudut busananya. Pakaian Khas sumatra barat di bagi menjadi dua yaitu : Pakaian Tradisional dari Minangkabau dan Pakaian Bundo Kanduang.

Seorang bundo kanduang mengenakan tengkuluk tanduk atau tengkuluk ikek sebagai penutup kepala. Bahannya berasal dari kain balapak tenunan Pandai Sikat Padang Panjang . Bentuknya seperti tanduk kerbau dengan kedua ujung runcing berumbai dari emas atau loyang sepuhan. Pemakaian tengkuluk ini melambangkan bahwa perempuan sebagai pemilik rumah gadang.

Seorang wanita yang telah diangkat menjadi bundo kanduang (bunda kandung) memegang peranan penting dalam kaumnya. Tidak semua wanita dapat menjadi bundo kandungan. Ia haruslah orang yang arif bijaksana, kata-katanya didengar, pergi tempat bertanya dan pulang tempat berita. Ia juga merupakan peti ambon puruak , artinya tempat atau pemegang harta pusaka kaumnya. Oleh karena itu memiliki pakaian adat yang berbeda dengan wanita lainnya.

Seperti juga pada pakaian penghulu, masing-masing daerah adat di Minangkabau memiliki variasinya masing-masing. Tetapi umumnya kelengkapan pakaian bundo kanduang terdiri dari tengkuluk, baju kurung, kain selempang, kain sarung, dan berhiaskan anting-anting serta kalung.

Pakaian Adat untuk Wanita

Baju Adat Sumatra Barat untuk wanita disebut baju kurung. Baju ini memiliki makna simbolik, yaitu:

1.    Bagian atas, yang disebut tengkuluk tanduk atau tengkuluk ikek. Yaitu bagian penutup kepala yang berbentuk seperti tanduk dengan berumai emas. Tengkuluk ini biasa dipakai oleh kaum wanita yang dikenal dengan istilah bundo kanduang.

Makna tengkuluk bertanduk ini adalah kepemilikan rumah gadang, artinya bahwa sang pemilik rumah gadang adalah bundo kanduang. Karena dalam masyarakat Minang menganut garis keturunan ibu (matrilineal).

2.    Bagian tengah, yaitu baju kurung dengan warna merah, hitam, biru, dengan hiasan berupa minsai pada pinggirannya. Hal ini bermakana bahwa ada batas-batas adat yang tidak boleh dilanggar oleh bundo kanduang dan kaumnya. Selain itu, terdapat juga selempang yang terletak dari bahu kanan ke rusuk kiri memiliki makna melanjutkan keturunan.

3.    Bagian bawah, disebut kodek yaitu kain sarung bersulam emas yang melambangkan kebijaksanaan seorang bundo kanduang.

4.    Aksesoris atau perhiasan, berupa kalung sembilan macam bentuk, seperangkat gelang dan cincin yang terbuat dari bahan emas dan batu alam. Semua perhiasan tersebut bermakna  kearifan dan kebijaksanaan bundo kanduang dalam menyelesaikan masalah di wilayahnya.

Pakaian Adat untuk Pria

Sementara itu pakaian adat yang digunakan untuk para penghulu atau pemangku adat (kaum lelaki) juga memiliki makna tersendiri, yaitu:

  1. Bagian atas disebut seluk atau destar berfungsi sebagai penutup kepala. Pada seluk ini terdapat kerut-kerut yang melambangkan banyaknya undang-undang yang perlu diketahui oleh seorang penghulu, selain itu penghulu juga harus memiliki wawasan atau ilmu yang luas agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik.
  2. Baju penghulu warnanya hitam, melambangkan kepemimpinan yang disegani dan berwibawa.
  3. Sarawa, merupakan celana penghulu yang bentuk ukuran kakinya besar. Hal ini bermakna pemangku adat adalah orang yang besar dan bermartabat.
  4. Sesamping, yaitu kain yang dikenakan seperti pada baju teluk belanga. Kain ini berwarna merah yang melambangkan berani atas kebenaran.
  5. Keris yang diletakkan di pinggang bagian depan, dengan posisinya yang condong ke kiri bukan ke kanan melambangkan bahwa seorang penghulu harus berfikir dahulu sebelum menggunakan senjatanya dan jangan cepat marah.
  6. Tongkat, menunjukkan bahwa penghulu adalah orang yang dituakan dan dihormati oleh kaumnya.

Pakaian Adat untuk Masyarakat Umum

Selain pakaian adat khusus yang digunakan oleh Bundo Kanduang sendiri, ditemukan beberapa pakaian adat yang digunakan oleh semua wanita. Pakaian-pakaian adat ini digunakan untuk sebagai berikut ini.

1.      Pakaian adat untuk anak-anak.

2.      Pakaian adat remaja.

3.      Pakaian adat orang dewasa.

4.      Pakaian adat untuk orang tua.

Masing-masing struktur pakaian adat tersebut, baik elemen bentuk, warna, dan motif hias yang melekat pada pakaian adat tersebut berbeda-beda. Perbedaan tersebut berhubungan dengan status wanita yang memakainya,  dan penggunaan pakaian-pakaian adat  tersebut berkaitan dengan situasi dan kondisi kapan pakaian tersebut digunakan dalam upacara-upacara adat. Keunikan pakaian adat wanita tersebut terlihat pada struktur, warna, dan aksesoris yang digunakan oleh si pemakai pakaian.

Pakaian Adat untuk Remaja (Lambak Ampek)

Diantara pengguna pakaian adat yang disebutkan diatas salah satunya digunakan oleh kaum remaja putri (anak gadis remaja) disebut dengan pakaian adat lambak ampek. Secara visual pakaian lambak ampek dilihat dari strukturnya  memiliki arti khusus  yaitu sebagai pengarah yang berkaitan dengan peranan kaum remaja perempuan   yang menggunakannya. Selanjutnya pakaian tersebut membawa tanda yang erat hubungannya dengan sistem kemasyarakatan Minangkabau.

Herman dalam Ariusmedi (2003:89) menjelaskan bahwa, pakaian adalah  salah satu simbol nonverbal yang signifikan dalam mengkomunikasikan aspek-aspek tertentu dari kepribadian, usia, jenis kelamin, peran, status, dan situasi. Lebih dari itu, pakaian, apapun bentuk, jenis, warna, dan coraknya ternyata menyampaikan pesan atau mengenai sipemakainya.

Bukan saja menyampaikan hal-hal yang bersifat fisik tetapi juga menyampaikan hal-hal yang bersifat non-fisik. Berdasarkan penjelasan di atas secara visual dapat diasumsikan bahwa struktur, elemen bentuk, warna, motif hias dan perangkat aksesoris yang digunakan pada pakaian-pakaian adat kaum remaja lambak ampek adalah menyatakan  simbol tertentu.

Fungsi dan makna simbol tersebut memiliki muatan khusus, dan berkaitan dengan tatanan hidup masyarakat Minangkabau. Muatan-muatan makna pakaian adat lambak ampek dianggap mengacu kepada falsafah adat  Minangkabau, alam takambang jadi guru  (alam terbentang dijadikan guru) yang berdasarkan adaik basandi syarak, syarak basandi kitabullah (adat bersendikan syariat, syariat bersendikan kitabullah). Demikianlah info mengenai Baju adat Sumatera Barat.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Kebudayaan Kalimantan Barat Nan Eksotis
  • Seni Budaya Jawa Barat yang Perlu Dilestarikan
  • Apa Itu Budaya?
  • Kunjungi Kampung Naga, Rasakan Perbedaannya
  • Baju Adat Papua dan Koteka
  • Habitus, Sebuah Teori Budaya
  • Perkembangan Budaya dan Masa Depan Indonesia
  • Aneka Ragam Tari Adat Aceh
  • Uniknya Baju Adat Irian Jaya
  • Batik Pekalongan: Batik Khas Pesisir Berwarna Cerah
  • Toleransi, Pencetus Asimilasi Budaya
  • Arti Budaya - Pakar Budaya, Bahasa, dan Makna Budaya
  • Simbol Cahaya dalam Filsafat Illuminasi
  • Ucapan Selamat Idul Fitri
  • Esai Budaya - Memaknai Kebudayaan
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA