logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Sosial & Budaya    Budaya    Keanekaragaman Budaya    Baju Adat

Pengaruh Asing pada Baju Adat Nusantara  

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Indonesia merupakan negara kepulauan yang sangat luas. Tentu saja, karena wilayah geografisnya yang luas dan beragam, Indonesia juga memliki kebudayaan yang sangat beragam. Keberagaman budaya tersebut dapat terlihat secara fisik melalui baju adat yang dikenakan. 

 

Hampir setiap provinsi di Indonesia memiliki baju adat masing-masing. Namun, sesungguhnya kebudayaan Indonesia juga dipengaruhi oleh kebudayaan pendatang, seperti kebudayaan India, Tionghoa, dan kebudayaan Arab.

 

Kebudayaan Tionghoa masuk dan mempengaruhi kebudayaan Indonesia setelah mereka datang ke Indonesia dan melakukan interaksi perdagangan dengan penduduk pribumi. Saat itu, para pedagang Tionghoa melakukan perdagangan dengan Kerajaan Sriwijaya.

 

Kemudian, kebudayaan Arab masuk ke Indonesia bersama para pedagangnya yang singgah di Nusantara. Tentu saja, kebudayaan-kebudayaan itu ikut mempengaruhi kebudayaan Indonesia. Hal tersebut terlihat dari adanya kemiripan busana adat beberapa wilayah di Indonesia dengan busana Tionghoa dan Arab.

 

Pengaruh Budaya Arab pada Baju Adat Aceh

 

Aceh merupakan salah satu wilayah yang mendapatkan pengaruh kuat dari kebudayaan Arab. Masyarakat dan adat Aceh berangkat dari ketaan pada agama Islam yang telah dibawa oleh para pedagang Arab. Agama Islam sangat berperan penting dalam pembentukan kebudayaan Aceh.

 

 Pakaian upacara adat di Aceh secara keseluruhan tertutup atau menutupi aurat. Pakaian adat Aceh cenderung berwarna-warni oleh corak-corak sulaman benang emas yang khas. Sulaman khusus pada latar hitam untuk jas yang disebut "baje meukasah", sarung songket pinggang pria atau "ija lamgugap", dan sarung songket pinggang wanita atau disebut "ija pingang".

 

Kebaya, Pengaruh dari Tionghoa


Penduduk di tanah Priangan cenderung mengenakan kebaya sebagai pakaian adatnya. Beragam model kebaya telah dikembangkan. Ternyata, kebaya yang kita kenal sekarang ini dipengaruhi oleh budaya Tionghoa yang dibawa oleh para pedagangnya yang menetap di wilayah ini.

 

Umumnya, kebaya dipakai oleh semua kaum perempuan, baik itu kaum bangsawan maupun rakyat biasa. Yang membedakannya adalah bahan pembuatan dan model kebaya. Para bangsawan biasanya memakai kebaya yang terbuat dari kain sutra dengan model yang lebih rumit. Sedangkan, rakyat biasa memakai kebaya dari bahan katun dengan model sederhana.

Kebaya biasanya dipadupadankan dengan kain batik yang dililitkan di pinggang.

 

Untuk para lelaki, busana adat yang biasa dikenakan berupa baju takwa dan celana hitam yang dilengkapi dengan kain dodot. Kepalanya ditutupi oleh bendo yang terbuat dari kain batik bermotif sama dengan kain dodot.

 

 

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Melestarikan Kebudayaan Daerah
  • Mengelola Perbedaan Adat Istiadat & Keragaman Budaya
  • Menjaga Unsur Kebudayaan Indonesia
  • Kebudayaan Nusantara - Warisan yang Pantas Dipertahankan
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA