Baju Menyusui Muslim
Makanan yang paling sempurna bagi seorang bayi adalah ASI (Air Susu Ibu). Dalam ASI terkandung berbagai zat gizi dan antibodi yang dibutuhkan oleh seorang bayi dengan komposisi yang tepat. Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa bayi yang menyusu ASI lebih sehat dan lebih cerdas daripada bayi yang tidak mendapatkan ASI.
Kampanye untuk menyusui bayi secara eksklusif hingga usia 6 bulan dan diteruskan hingga usia 2 tahun pun dilancarkan oleh berbagai pihak. Agar dapat menyusui si kecil dengan nyaman, ibu-ibu muslimah membutuhkan baju menyusui muslim yang sesuai.
Baju menyusui muslim ini perlu mendapat perhatian karena ada kalanya ibu terpaksa menyusui bayinya di luar rumah, misalnya ketika sedang dalam perjalanan, sedang menunggu giliran periksa di klinik atau rumah sakit, atau sedang berada di tempat-tempat umum lainnya. Keinginan mulia untuk dapat terus menyusui si buah hati ini hendaknya jangan sampai membuat ibu memperlihatkan auratnya di depan orang-orang yang tidak berhak.
Banyak kejadian, tanpa mengenakan baju menyusui muslim yang sesuai, ibu-ibu muslimah ini kesulitan atau merasa risih dan malu saat hendak menyusui bayinya. Mau menunda pemberian ASI hingga tiba di rumah, si bayi sudah menangis lapar. Mau langsung menyusui malu jika dilihat orang lain yang bukan muhrim.
Memilih Baju Menyusui Muslim
Sebenarnya ibu-ibu muslimah yang sedang menyusui ini tak perlu merasa bingung atau repot saat hendak menyusui si bayi, lebih-lebih yang masih mendapat ASI eksklusif, ketika berada di luar rumah. Hanya dengan mengikuti ketentuan tentang busana muslimah saja sudah menjadi jalan keluar yang aman. Hanya perlu sedikit penyesuaian agar kegiatan menyusui menjadi lebih mudah.
Berikut panduan untuk memilih baju menyusui muslim yang sesuai:
- Longgar
Baju muslimah hendaknya longgar dan tidak menempel ketat di tubuh (tidak membentuk garis tubuh). Aturan ini berlaku untuk semua perempuan muslimah, tak hanya bagi yang sedang menyusui. Bagi ibu menyusui sendiri, keuntungan mengenakan baju model ini adalah lebih leluasa saat harus menyusui si kecil.
- Tidak tipis
Baju muslimah hendaknya terbuat dari bahan yang tidak tipis menerawang sehingga memperlihatkan bentuk tubuh. Aturan ini juga berlaku untuk semua perempuan muslimah. Bagaimana dengan model baju muslimah yang sedang tren sekarang? Bukankah banyak yang terbuat dari bahan yang tipis?
Perempuan muslimah yang tidak sedang menyusui kerap mengakali dengan menggunakan baju rangkap (baju kaus lengan panjang) agar tetap dapat tampil cantik namun tidak menyalahi aturan agama. Bagi ibu menyusui, mengenakan baju rangkap tentu sangat merepotkan jika tiba waktunya menyusui. Sebaiknya, pilih baju dari bahan yang cukup tebal namun nyaman agar tak perlu mengenakan pakaian rangkap.
- Baju berkancing
Ibu menyusui sebaiknya memilih baju atau blus yang memiliki kancing depan. Kancing depan ini akan memudahkan ibu menyusui bayi.
- Menyerap keringat
Pilih baju menyusui muslim yang menyerap keringat. Jika ibu berkeringat, bayi pun akan merasa kurang nyaman saat menyusu.
- Kenakan jilbab yang cukup lebar
Sekarang banyak dijual jilbab langsung pakai (jilbab instan) dengan berbagai ukuran. Pilihlah jilbab yang cukup lebar dan menutupi dada. Dalam Al Quran, perempuan muslimah diperintahkan untuk mengulurkan jilbabnya hingga ke atas dada (QS. An Nuur: 31). Bagi ibu menyusui, menggunakan jilbab lebar ini sekaligus untuk menutupi bagian tubuh yang terbuka saat menyusui bayi.
Jilbab-jilbab pendek (jilbab imut) yang menjadi mode dan banyak dikenakan oleh para ibu menyusui, tidak memberikan perlindungan ini. Kepala memang tertutup, namun bagian dada yang juga merupakan aurat seorang perempuan yang sudah baligh dan waras justru terbuka lebar.
Dengan mengenakan baju menyusui muslim yang nyaman dan berpatokan pada busana muslimah yang sesuai dengan aturan agama, maka kegiatan menyusui pun akan berjalan lancar.






