Peranan Bakteri Asam Laktat bagi Manusia - ANNEAHIRA.COM
Ilustrasi bakteri asam laktat
Bakteri asam laktat merupakan organisme bersel satu yang mampu memproduksi asam laktat sebagai hasil metabolisme selnya. Terdapat lebih dari 20 Genus mikroba yang termasuk bakteri asam laktat, di antaranya adalah Aerococcus, Bifidobacterium, Carnobacterium, Enterococcus, Lactobacillus, Lactococcus, Leuconostoc, Oenococcus, Pediococcus, Streptococcus, dan Tetragenococcus.
Bakteri asam laktat umumnya memiliki bentuk batang atau basil, seperti Lactobacillus acidophius, Lactobacillus casei, dan Lactobacillus plantarum. Namun, ada juga bakteri asam laktat yang selnya berbentuk bulat seperti Streptococcus lactis dan Streptococcus thermophilus. Bakteri asam laktat bergram positif dan tidak mampu membentuk spora bakteri.
Secara generatif, bakteri asam laktat tidak bersifat patogen atau tidak berbahaya. Justru sebagian besar bakteri asam laktat dapat diisolasi dari makanan, minuman, ikan, daging, susu dan buah-buahan. Bakteri asam laktat aman bagi kesehatan, bahkan di antaranya menjadi bahan dasar dalam produksi makanan, minuman maupun probiotik bagi kesehatan manusia, hingga hewan ternak demi keuntungan manusia.
Probiotik adalah makanan tambahan bagi manusia maupun hewan ternak. Fungsi probiotik adalah untuk mengatur keseimbangan flora normal dalam sistem pencernaan.
Beberapa bakteri asam laktat yang bisa diisolasi dari saluran pencernaan manusia di antaranya; Lactobacillus acidophilus, Lactobacillus casei, Lactobacillus fermentum dan Lactobacillus reuteri.
Keunggulan Bakteri Asam Laktat
Bakteri asam laktat sebagai mikroorganisme yang berperan besar dalam kehidupan manusia setidaknya memiliki tiga keunggulan di antaranya:
- Bakteri asam laktat memiliki efisiensi yang tinggi karena mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan.
- Bakteri asam laktat keberadaannya sangat melimpah, karena mampu diperoleh dari berbagai sumber yang ada di muka bumi, seperti makanan, minuman, sayur, maupun buah.
- Ketersediaan yang sangat mencukupi dan pengolahaannya yang mudah, membuat bakteri asam laktat memiliki potensi besar untuk dikembangkan baik dalam industri kecil, menengah maupun besar.
Peranan Bakteri Asam Laktat
Selain sebagai bahan dasar probiotik, ada beberapa peranan lain dari bakteri asam laktat yang sangat menguntungkan bagi manusia, untuk menunjang kesehatan maupun perekonomian, di antaranya adalah:
- Pembuatan Makanan dan Minuman Fermentasi
Beberapa contoh makanan dan minuman yang dapat dihasilkan dengan bantuan bakteri asam laktat adalah, keju, mentega, kecap, acar atau manisan buah maupun sayur, nata de coco, dan mayones. Contoh lainnya adalah yoghurt. Yoghurt merupakan bahan pangan dari susu yang telah difermentasikan. Yoghurt dikunsumsi untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan manusia.
Bakteri asam laktat merupakan mikroorganisme yang berjasa dalam fermentasi susu menjadi yoghurt. Bakteri yang paling sering terdapat di dalam yoghurt yaitu Lactobacillus bulgaricus, Lactobacillus acidophilus, dan Streptococcus thermophilus.
- Menghasilkan Beberapa Senyawa Antimikroba
Senyawa antimikroba ini dikenal dengan nama bakteriosin, salah satu contohnya adalah nisin. Nissin merupakan senyawa antimikroba yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri seperti Clostridium (pembawa penyakit tetanus) dan Salmonella (pembawa penyakit tipus). Selain bakteriosin, bakteri asam laktat juga mampu menghasilkan senyawa hidrogen peroksida, reuterin, dan diasetil. Penggunaan senyawa antimikroba ini dapat dijumpai dalam pengawetan berbagai macam produk makanan, seperti daging dan ikan.
Jadi memang tak perlu diragukan, bahwa bakteri asam laktat telah memberikan kontribusi penting dan potensi besar dalam kehidupan umat manusia.
Jenis Fermentasi Asam Laktat
Jenis fermentasi asam laktat terbagi atas dua macam, yakni homofermentatif dan heterofermentatif. Homofermentatif adalah jenis fermentasi dengan hasil akhir yang sebagian besarnya merupakan asam laktat. Sementara itu, heterofermentatif adalah jenis fermentasi yang hasil akhirnya berupa asam laktat, asam asetat, etanol, dan karbon dioksida.
Namun, keduanya memiliki mekanisme pembentukan asam laktat yang sama, yakni mengubah piruvat menjadi laktat, lalu mentransfer elektron NADH menjadi NAD plus.
Pada proses homofermentatif, enzim yang digunakan adalah aldolase dan heksosa aldolase sehingga tidak menghasilkan karbon dioksida. Kalaupun terdapat karbon dioksida yang dihasilkan, jumlahnya pun sangat sedikit. Bakteri yang dihasilkan dari proses fermentasi jenis ini adalah streptococcus, enterococcus, lactococcus, pediococcus, dan tentu saja lactobacillus.
Pada proses heterofermentatif, enzim yang digunakan adalah aldolase, heksosa isomerase, fosfoketolase sehingga menghasilkan karbon dioksida. Bakteri yang dihasilkan dari pola fermentasi jenis ini adalah leuconostoc dan lactobacillus.
Produk Olahan yang Mengandung Bakteri Asam Laktat
Berikut adalah beberapa produk olahan yang mengandung bakteri asam laktat dengan berbagai kegunaan dan manfaat bagi tubuh di dalamnya.
Keju
Keju merupakan makanan yang dihasilkan dengan cara memisahkan zat padat di dalam susu. Proses yang dilakukan untuk memisahkan zat tersebut adalah proses pengentalan atau koagulasi. Proses pengentalan tersebut dilakukan dengan menggunakan bankteri dan enzim tertentu yang disebut rennet.
Setelah dikentalkan, barulah dilakukang proses selanjutnya, yakni proses pengeringan dan pengawetan dengan beberapa cara. Oleh sebab itu, keju yang dihasilkan dari proses tersebut bisa bervariatif, bergantung pada jenis susu yang digunakan, metode koagulasi yang dilakukan, temperatur yang digunakan, metode pemotongannya, pengeringan, pemanasan, hingga pengawetan keju tersebut.
Susu yang digunakan biasanya adalah susu sapi. Namun, untuk keju lokal bisa juga digunakan susu unta, susu kambing, susu kuda, susu domba, dan susu kerbau.
Kandungan gizi yang terdapat pada keju adalah protein, vitamin, mineral, kalsium, fosfor, dan lemak. Namun, jika dikonsumsi secara berlebihan, keju juga bisa menyebabkan kadar kolesterol pada tubuh menjadi tinggi.
Mentega
Produk olahan yang juga terbuat dari susu ini dibuat dengan mengaduk krim yang dihasilkan oleh susu. Bahan yang biasa digunakan untuk memoles roti atau biskuit ini juga bisa digunakan untuk menggoreng sesuatu. Produk yang bisa digunakan untuk mengganti mentega dalam memasak adalah margarin.
Bahan dasar yang digunakan dalam membuat produk mentega ini adalah krim susu yang terdapat di bagian paling atas susu. Krim ini bisa terbentuk apabila didiamkan di dalam lemari pendidngin atau kulkas seslama beberapa hari.
Krim tersebut kemudian diambil dan diaduk dengan menggunakan alat pengaduk khusus sehingga berbentuk padat. Ketika proses pengadukan berlangsung, krim susu terbagi menjadi dua bagian, yakni bagian padat dan bagian cair. Bagian cair pada proses tersebut dinamakan dengan susu mentega atau buttermilk. Setelah dipadatkan, barulah mentega tersebut dicetak sesuai dengan selera.
Selain berguna untuk bahan memasak dan untuk dioleskan pada roti atau biskuit, mentega juga bisa dijadikan minyak samin dengan cara dipanaskan selama beberapa menit hingga berwarna kuning emas. Sama seperti keju, mentega juga tidak boleh terlalu banyak dikonsumsi karena mengandung banyak lemak dan kolesterol yang berpotensi memicu kegemukan atau meningkatkan kadar kolesterol dalam darah.
Yoghurt
Makanan lain yang juga terbuat dari bahan dasar susu adalah yoghurt. Produk ini tentu saja mengandung bakteri asam laktat karena diproses dengan cara fermentasi bakteri. Yoghurt ini bisa diolah dari bahan dasar susu apa saja, termasuk susu kedelai. Namun, susu yang paling banyak digunakan sebagai bahan dasar pembuatan yoghurt adalah susu sapi.
Fermentasi laktosa di dalam yoghurt menghasilkan asam laktat yang berfungsi menghasilkan tekstur seperti gel dan bau yang khas pada yoghurt. Produk ini diyakinai merupakan produk pertama yang terfermentasi karena bakteri liar yang hidup pada barang-barang berbahan kulit kambing.
Kimchi
Bagi Anda pecinta Korea, makanan ini tentu bukan makanan yang asing di telinga Anda. Asinan sayur yang merupakan hasil fermentasi ini berasa pedas dengan proses yang cukup mudah dilakukan. Pertama, sayuran dicuci dan digarami, lalu dicampur dengan bumbu yang terbuat dari jahe, bawang putih, cabai merah, kecap ikan, dan udang krill.
Jenis sayuran yang biasa digunakan dalam mengolah kimchi adalah sawi putih dan lobak. Selain bisa langsung dikonsumsi, produk olahan fermentasi ini juga bisa digunakan untuk bumbu masakan pada saat memasak nasi goreng kimchi, atau sup kimchi.

