logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Kesehatan    Macam-Macam Penyakit    Diare

Waspadai Bakteri Penyebab Diare!


Ilustrasi bakteri penyebab diare

Gangguan pencernaan yang timbul pada lambung dapt mengakibatkan Anda mengalami penyakit diare. Mulkosa yang terjadi rangsangan luar biasa yang menyebabkan gerakan oto usus meningkaydari berbagai zat yang masuk ke dalam tubuh Anda.  Anda harus tahu bakteri penyebab diare

Buang air besar lebih dari 3x dalam sehari yang berbentuk encer itu adalah diare. Jadi suatu kondisi yang melebihi batas normal pada saat buang air besar yang disertai atau tidak diserati lendir maupun darah karena lambung yang mengalami proses inflamasi ini adalah diare.

Diare itu terdapat 2 macam diantaranya adalah :

  • Diare Akut : Anak yang sebelumnya sehat bugar tiba-tiba mendadak mengalami diare
  • Diare Kronik : intensitas waktu diare yang lebih dari dua minggu, yang bisa mempengaruhi anak Anda dalma hal berat badan.

Makanan yang tidak bisa di serap dengan baik menyebabkan terjadi pergeseran elektrolit dan air ke dalam rongga usus karena tekanan osmotic dalam rongga usus yang meningkat adalah penyebab dari timbulnya diare. Kehilangan elektrolit dan air yang merupakan akibat dari penyakit diare akan mengakibatkan, gangguan sirkulasi darah, gangguan asam basa dan gangguan gizi hipoglikemia.

Penyakit diare ini prioritasnya lebih banyak menyerang anak yang masih balita atau mungkin umur 15-29 tahun yaitu orang dewasa.Jadi dapat disimpulkan bahwa diare ini menyerang pada usia yang produktif. Maka dari itu kita harus menghindari hal-hal yang dapat menyebabkan diare. Sedangkan untuk anak-anak yang balita ini dapat mengganggu mereka dalam masa pertumbuhan. Waspada berbagai bakteri diare agar Anda dan keluarga terhindar dari diare

Bakteri-bakteri Penyebab Diare

1. Shigella Dysentriae

Bakteri ini berbentuk batang dan tidak bergerak. Bagian tubuh manusia yang dipengaruhi bakteri ini adalah saluran pencernaan, terutama pada bagian ileum yang fungsinya untuk penyerapan, dan pada usus besar.

Tanda kita terinfeksi adalah sakit perut, feses (kotoran) darah, dan lendir. Bakteri ini biasanya menyebar melalui tangan yang tidak dicuci setelah buang air besar. Bisa juga disebarkan oleh lalat yang sebelumnya hinggap di kotoran.

2. Salmonella Spp

Bakteri ini memiliki bentuk batang dan tidak membentuk spora. Terdapat di dalam tubuh unggas dan babi. Organisme ini muncul pada tanah, air, bagian luar pabrik, permukaan dapur, dan lain-lain.

Bagian yang diserang yaitu saluran pencernaan, tepatnya rongga perut, masuk ke usus halus, kemudian meradang. Bakteri ini beroperasi ketika kita keracunan makanan (salmonelosia).

3. Compylobacter Jejui

Bakteri ini berbentuk batang ramping. Untuk perkembangannya, bakteri ini membutuhkan kadar oksigen rendah. Ini adalah penyebab diare tersering dibanding bakteri lainnya. Biasanya, feses berair atau lengket dan memungkinkan mengandung darah dan sel-sel darah putih. Bakteri ini terdapat pada ayam mentah, susu mentah, atau pada air mentah.

4. Escherichia (E. Coli)

Bakteri ini berbentuk batang yang termasuk ke dalam famili Entrobacteriaceae. Sebagai penghuni feces yang dominan, ini adalah penghuni normal di semua usus, termasuk manusia.

Diare yang disebabkan oleh bakteri ini ditandai dengan kram perut parah. Awalnya, feces berair. Kemudian, mengandung banyak darah. Biasanya, bakteri ini ada pada hamburger dan hotdog mentah atau yang dimasak kurang matang.

5. Entamoeba Histolytica

Protozoa Entamoeba histolytica ini memiliki ukuran tubuh 100-300 mikron. Terdapat dalam tempat berair, seperti selokan, waduk, laut, atau parasit di dalam tubuh organisme lain. Bagian yang dihuni oleh bakteri ini adalah usus besar. Jika menginfeksi tubuh manusia, ditandai oleh sakit perut dan feses yang cair.

Bakteri-bakteri ini, jika masuk ke tubuh manusia, melakukan pembelahan setiap 20 menit. Agar tidak semakin menyebar, hendaknya segera ditanggulangi. Pertumbuhannya dipengaruhi oleh ketersediaan makanan, suhu, pH, oksigen, serta konsentrasi ionik.

Cara Menanggulangi Penyebaran Bakteri

Menjaga kesehatan diri dan kebersihan lingkungan merupakan hal yang penting untuk menghindari bakteri penyebab diare

  1. Lingkungan harus tetap terjaga kebersihannya
  2. Menjaga kesehatan diri sendiri dari mulai hal kecil. Yaitu mencuci tangan dan selalu mandi tiap hari
  3. Olahragalah secara teratur
  4. Makanan yang banyak gizinya yang harus kita konsumsi
  5. Gunakanlah waktu istirahat dengan sebaik-baiknya
  6. imunisasi.Un

Untuk itu kekebalan yang timbul dari mikroorganisme yaitu bakteri harus dilakukan pencegahan yaitu dengan imunisasi. Cara untuk mencegahnya ialah melemahkan mikroorganisme pathogen.

Suatu imunitas atau imunisasi mempunyai tujuan yaitu mencegah peningkatan korban dari berbagai penyakit yang sangat berbahaya bagi tubuh yang bisa saja menyebabkan kematian. Banyak penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi diantaranya adalah: tbc , tetanus, polio, hepatitis B, cacar air, polio, gondongan, batuk rejan , tetanus dan masih banyak yang lainnya

Penggolongan Obat Diare

  1. Kemoterapeutika untuk terapi kausal yaitu memberantas bakteri penyebab diare seperti antibiotika, sulfonamide, kinolon dan furazolidon.
    1. Racecordil
      Anti diare yang ideal harus bekerja cepat, tidak menyebabkan konstipasi, mempunyai indeks terapeutik yang tinggi, tidak mempunyai efek buruk terhadap sistem saraf pusat, dan yang tak kalah penting, tidak menyebabkan ketergantungan. Racecordil yang pertama kali dipasarkan di Perancis pada 1993 memenuhi semua syarat ideal tersebut.
    2. Loperamide
      Loperamide merupakan golongan opioid yang bekerja dengan cara memperlambat motilitas saluran cerna dengan mempengaruhi otot sirkuler dan longitudinal usus. Obat diare ini berikatan dengan reseptor opioid sehingga diduga efek konstipasinya diakibatkan oleh ikatan loperamid dengan reseptor tersebut. Efek samping yang sering dijumpai adalah kolik abdomen (luka di bagian perut), sedangkan toleransi terhadap efek konstipasi jarang sekali terjadi.
    3. Nifuroxazide
      Nifuroxazide adalah senyawa nitrofuran memiliki efek bakterisidal terhadap Escherichia coli, Shigella dysenteriae, Streptococcus, Staphylococcus dan Pseudomonas aeruginosa. Nifuroxazide bekerja lokal pada saluran pencernaan.
      Obat diare ini diindikasikan untuk dire akut, diare yang disebabkan oleh E. coli & Staphylococcus, kolopatis spesifik dan non spesifik, baik digunakan untuk anak-anak maupun dewasa.
    4. Dioctahedral smectite
      Dioctahedral smectite (DS), suatu aluminosilikat nonsistemik berstruktur filitik, secara in vitro telah terbukti dapat melindungi barrier mukosa usus dan menyerap toksin, bakteri, serta rotavirus. Smectite mengubah sifat fisik mukus lambung dan melawan mukolisis yang diakibatkan oleh bakteri. Zat ini juga dapat memulihkan integritas mukosa usus seperti yang terlihat dari normalisasi rasio laktulose-manitol urin pada anak dengan diare akut.
  2. Obstipansia untuk terapi simtomatis (menghilangkan gejala) yang dapat menghentikan diare dengan beberapa cara:
    1. Zat penekan peristaltik, sehingga memberikan lebih banyak waktu untuk resorpsi air dan elektrolit oleh mukosa usus seperti derivat petidin (difenoksilatdan loperamida), antokolinergik (atropine, ekstrak belladonna)
    2. Adstringensia yang menciutkan selaput lendir usus, misalnya asam samak (tannin) dan tannalbumin, garam-garam bismuth dan alumunium.
    3. Adsorbensia, misalnya karbo adsorben yanga pada permukaannya dapat menyerap (adsorpsi) zat-zat beracun (toksin) yang dihasilkan oleh bakteri atau yang adakalanya berasal dari makanan (udang, ikan). Termasuk di sini adalah juga musilago zat-zat lendir yang menutupi selaput lendir usus dan luka-lukanya dengan suatu lapisan pelindung seperti kaolin, pektin (suatu karbohidrat yang terdapat antara lain sdalam buah apel) dan garam-garam bismuth serta alumunium.
  3. Spasmolitik, yakni zat-zat yang dapat melepaskan kejang-kejang otot yang seringkali mengakibatkan nyeri perut pada diare antara lain papaverin dan oksifenonium.

 Tip Mengobati Diare

  1. Perbayak minum air putih. Karena tubuh kita kekurangan banyak air, usahakan setelah buang air besar, minumlah 1-2 gelas.
  2. Istirahat yang cukup. Ini diperlukan untuk memulihkan kondisi tubuh yang lemas karena serangan diare.
  3. Hindari makanan berserat dan pedas. Makanan berserat dan pedas akan membuat diare Anda semakin menjadi. Oleh karena itu, hindari saat Anda diare.
  4. Makan makanan yang mengandung garam karena garam dipercaya dapat menghentikan diare Anda.
  5. Minum obat  dengan tepat dan teratur. Ada baiknya, Anda minum obat dengan tepat dan tidak sembarang obat. Usahakan minum dengan waktu dan aturan yang sesuai agar pengobatan berhasil. Dan terhindar dari bakteri penyebab diare
Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Waspadai Penyebab Penyakit Diare
  • Pengertian Penyakit Diare
  • Makanan untuk Penderita Diare
  • Penanggulangan Diare pada Bayi
  • Macam-macam Penyakit Diare
  • Mengetahui Penyebab Diare
  • Pentingnya Penyuluhan Diare
  • Pentingnya Askep Diare pada Anak
  • Materi Penyuluhan tentang Diare
  • Jenis Jenis Diare yang Patut Diketahui
  • Etiologi Diare, Faktor Penyebab Diare
  • Manfaat Askep Diare Anak
  • Penelitian Diare yang Banyak Manfaatnya
  • Mengenal Diare Kronis
  • Definisi Diare
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA