Bandara Internasional Lombok
Ilustrasi bandara internasional lombok
Sebagai sebuah pulau yang kaya akan pesona alam dan menjadi salah satu tujuan wisata turis lokal dan mancanegara, sudah sepantasnya jika pulau Lombok memiliki sebuah bandara internasional. Sebuah bandara yang dapat mempermudah akses dari dan menuju Lombok.
Dalam rangka mengakomodasi semua penerbangan internasional untuk daerah Lombok, maka dibangunlah Bandara Internasional Lombok (BIL) dan pada 2010 sudah mulai beroperasi. Dalam situs bandara.web.id, disebutkan bahwa bandara ini masuk kategori Kelas 1 atau internasional. Luas keseluruhan bandara adalah 68.789 ha, luas terminal 4.960 m2, dan lapangan parkir seluas 7.300 m2.
Konsep dari BIL adalah bandara hijau. Ya, kita memang bisa melihat area penghijauan di sekitar lokasi bandara dan untuk wilayah NTT dan NTB sudah ada sekitar 133 ribu pohon yang ditanam untuk menjaga kelestarian Alam.
Uji coba BIL telah dilakukan tepat pada peringatan HUT Pemprov NTB 17 Desember 2009, dengan landasan pacu yang sudah selesai 80% dari rencana 2750 meter dengan lebar 40 meter. Untuk penyelesaian infrastruktur ditargetkan rampung 70% pada saat uji coba tersebut. Masih banyak PR yang harus diselesaikan sebelum BIL secara resmi dibuka.
Kerja sama antara pemerintah setempat dengan maskapai Garuda Indonesia telah disepakati sehingga pesawat pertama yang mendarat di sana adalah pesawat Garuda. Tujuan dari uji coba lapangan tidak lain adalah memastikan bahwa pembangunan bandara telah berjalan dengan lancar sesuai dengan target yang diinginkan.
Pembangunan bandara ini memakan biaya Rp802 milyar yang ditanggung penuh oleh PT Angkasa Pura. Nilai proyek sebesar Rp166 milyar dipegang oleh PT Hutama Karya yang membangun bagian landasan pacu. PT Slipi Jaya menangani proyek sebesar Rp150 milyar untuk pembangunan terminal saja.
Dana pembangunan fasilitas bandara seperti apron dan taxiway diambil dari dana APBD sebesar Rp117 milyar. Pemkab Lombok menanggung Rp46 milyar untuk pembangunan tempat parkir motor/ mobil dan sebagainya.
Memasuki pertengahan 2010, pembangunan BIL sudah semakin mendekati kata finish. Diperkirakan benar-benar siap beroperasi pada bulan Oktober 2010 setelah diresmikan Presiden SBY pada bulan Juli.
Dengan demikian, Indonesia akan memiliki tiga bandara internasional yang mampu didarati oleh pesawat besar jenis Airbus A380 dan Boeing 747 setelah Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta dan Ngurah Rai di Denpasar.
Pembangunan bandara ini sudah diperhitungkan secara detail apabila terdapat peningkatan penumpang di tahun-tahun mendatang. Diperkirakan pada 2010, jumlah penumpang mencapai 2 juta orang dan meningkat hingga 2,4 juta pada 2015.
Sejumlah layanan yang terdapat di bandara ini antara lain mesin ATM, money charger, kantor pos, juga telepon umum. Bandara Internasional Lombok merupakan bandara kedua di Pulau Lombok setelah sebelumnya ada Bandara Selaparang.

