Bandara Padang Bernama Minangkabau
Wilayah propinsi Sumatera Barat sebagian besar terdiri dari perbukitan. Dengan keadaan geografis seperti ini transportasi udara merupakan pilihan yang tepat untuk mengunjungi wilayah ini.
Bandara Padang dahulunya bernama Tabing. Lapangan terbang ini terletak sekitar 9 km dari pusat kota Padang. Namun sejak tanggal 22 juli 2005, bandar udara kota Padang dipindahkan ke daerah Ketaping, Batang Anai. Sementara bandara Tabing berubah menjadi pangkalan militer Angkatan Udara.
Ada beberapa alasan yang melatarbelakangi pemindahan bandar udara tersebut antara lain:
- Jumlah penumpang yang semakin meningkat dari waktu ke waktu sehingga membutuhkan perluasan areal bandara
- Jarak Bandara Tabing yang terlalu dekat dengan pusat kota Padang, dengan demikian tidak memenuhi standar keselamatan penerbangan
- Karena luas areanya yang relatif kecil, tidak semua pesawat dapat mendarat di Bandar Udara Tabing, terutama pesawat yang berbadan lebar
- Dampak lingkungan yang ditimbulkan dalam jangka panjang akibat pengoperasian bandar udara Tabing, seperti upaya pengembangan kota terhambat
Atas berbagai alasan tersebut, maka dibangunlah bandar udara baru yang letaknya di perbatasan Kota Padang dengan Kabupaten Padang Pariaman. Hal ini dikarenakan bandar udara yang lama (Bandara Tabing) tidak mungkin lagi untuk diadakan perluasan areal penerbangan mengingat kawasan tersebut terhalang oleh dua perbukitan yang cukup tinggi yaitu Bukit Sariak dan Gunung Pangilun.
Bandara Padang berubah nama menjadi Bandar udara Internasional Minangkabau atau dikenal juga dengan BIM. Letak bandara baru ini sekitar 19 km dari pusat kota. Bandar udara ini memiliki arsitektur yang unik, menggambarkan ciri khas Propinsi Sumatera Barat, yaitu atapnya berbentuk Rumah Gadang. Panjang landasan pacunya mencapai 2.750 meter, dengan luas total area sekitar 4, 27 km2.
Selain berbagai penerbangan domestik, bandara ini juga melayani penerbangan internasional seperti penerbangan dari dan menuju Kuala Lumpur (Malaysia). Karena merupakan bandar udara internasional, fasilitas yang terdapat di sekitar bandara pun sangat diperhatikan pihak pengelola, dalam hal ini PT. Angkasa Pura II demi kenyamanan para penumpang, seperti penyediaan mushala yang nyaman dan bersih, toilet yang memadai, serta angkutan umum bagi para penumpang untuk menuju kota Padang. Selain taxi resmi, terdapat juga angkutan lainnya yaitu bus Damri dan Tranex (angkutan travel minibus).






