logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Referensi    Pengetahuan Umum    Artikel Umum Umum    Bandung Lautan Api

Bandung Lautan Api dan Bandung Lautan Asmara

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Tahukah Anda peristiwa Bandung Lautan Api? Bandung Lautan Api merupakan sebuah kisah sejarah berupa kebakaran besar yang melanda Kota Bandung. Peristiwa Bandung Lautan Api inilah yang menjadi inspirasi lahirnya lagu Halo, Halo Bandung.

“Halo Halo Bandung / Ibu Kota Periangan// Halo-halo Bandung, kota kenang-kenangan/ Sudah lama beta, tidak berjumpa dengan kau/ Sekarang telah menjadi Lautan Api/ Mari bung rebut kembali//”

Demikianlah syair lagu “Halo, Halo Bandung” yang mengingatkan kita pada perjuangan warga priyangan melawan penjajah Belanda pada tanggal 24 Maret 1946 yang disebut Bandung Lautan Api. Bandung Lautan Api (BLA) adalah sebuah peristiwa kebakaran hebat yang melanda kota Bandung, yang merupakan bentuk perlawanan rakyat terhadap tentara Sekutu dan tentara NICA Belanda, yang berencana menggunakan Kota Bandung sebagai markas strategis militer dalam Perang Kemerdekaan Indonesia.

Peristiwa Bandung Lautan Api

Peristiwa ini dikatakan Bandung Lautan Api karena hanya dalam waktu tujuh jam, sekitar 200.000 penduduk Bandung membakar rumah mereka sendiri, sebagai wujud perlawanan, kemudian pergi dari Kota Bandung menuju ke perbukitan di luar kota.

Pembumihangusan atau pembakaran kota Bandung atau dikenal Bandung Lautan Api sengaja dilakukan oleh Tentara Rakyat Indonesia bersama-sama dengan rakyat. Di Desa Dayeuhkolot, pasukan Inggris mulai melakukan serangan terhadap tentara Indonesia.

Pertempuran berlangsung sengit di dalam kondisi gelap gulita dan asap hitam yang tinggi mengepul. Desa yang terletak di bagian selatan Kota Bandung ini merupakan lokasi gudang amunisi besar yang dimiliki Tentara Sekutu. Dua anggota Barisan Rakyat Indonesia (BRI) Muhammad Toha dan Ramdan, menerima mandat untuk membumihanguskan gudang amunisi itu.

Kebakaran yang terjadi di setiap sudut Kota Bandung menjadikan kota ini terlihat bagaikan lautan api atau disebut Bandung Lautan Api. Kota Bandung yang bumi hangus, merupakan sebuah strategi untuk melawan tentara sekutu yang jumlahnya jauh lebih besar. Sejak peristiwa Bandung Lautan Api, Tentara Rakyat Indonesia/ TRI dengan dukungan rakyat terus melakukan gerilya. 

Lagu Halo-halo Bandung untuk Mengenang Bandung Lautan Api

Peristiwa Bandung Lautan Api mengispirasi terciptanya lagu berjudul Halo, Halo Bandung. Lagu Halo, Halo Bandung adalah lagu yang sangat terkenal dan menjadi simbol perjuangan bangsa Indonesia yang disebut Bandung Lautan Api. Namun perdebatan siapa pencipta lagu ini masih terjadi hingga saat ini.

Sebagian besar masyarakat Indonesia telah terlanjur mempercayai bahwa lagu yang terinspirasi dari peristiwa Bandung Lautan Api ini diciptakan oleh salah satu maestro musik Indonesia, yaitu Ismail Marzuki. Namun sebagian kalangan lain percaya bahwa lagu Halo, Halo Bandung diciptakan oleh para pejuang yang multietnis.

Kota Bandung yang sebelumnya dibumihanguskan dan ditinggalkan penghuninya, menjadi inspirasi bagi para pejuang untuk menciptakan sebuah lagu yang membangkitkan semangat. Konon katanya, proses penciptaan lagu Halo, Halo Bandung berawal dari candaan para pejuang yang berasal dari berbagai latar belakang budaya.

Kata “Halo” adalah sapaan khas pemuda Medan yang diilhami film cowboy yang marak saat itu. Para pemuda Medan ini sering menggunakan kata Halo Bandung saat melihat kota ini dari kejauhan. Namun ada versi lain yang mengatakan lagu Halo, Halo Bandung diciptakan oleh Cornell Simanjuntak, seorang komponis asal Sumatera Utara.

Monumen Bandung Lautan Api dan Sepuluh Stilasi

Jejak perjuangan rakyat dan Tentara Rakyat Indonesia dalam persitiwa Bandung Lautan Api bisa kita saksikan dalam Monumen Bandung Lautan Api. Monumen ini berada di tengah-tengah Kota Bandung, yaitu di Kawasan lapangan Tegallega.

Monumen Bandung Lautan Api memiliki tinggi 45 meter. Monumen Bandung Lautan Api dibangun untuk mengenang peristiwa heroik pembumihangusan Kota Bandung bagian selatan di bawah pimpinan Muhammad Toha. Setiap tanggal 23 Maret setiap tahunnya digelar peringatan peristiwa Bandung Lautan Api di kawasan ini.

Secara singkat, dapat disimpulkan bahwa peristiwa Bandung Lautan Api adalah sebuah peristiwa sejarah, yang memiliki dampak besar terhadap kehidupan rakyat karena semua harus mengungsi. Perstiwa ini dilatarbelakangi perebutan kota yang sangat strategis oleh penjajah Belanda, Jepang dan Inggris.

Persitiwa Bandung Lautan Api juga ditandai dengan adanya 10 stilasi atau monumen kecil yang menandai jejak peristiwa heroik Bandung Lautan Api. Sepuluh stilasi tersebut dibangun oleh Bandung Heritage bekerja sama dengan American Express Foundation (AEF) pada 1997. Kesepuluh stilasi tersebut dijadikan sebagai simbol jejak perjuangan Bandung Lautan Api. Stilasi ini didesain oleh Sunaryo dan menghabiskan biaya sekitar 30.000 dolar AS.

Stilasi Bandung Lautan Api berbentuk prisma tegak vertikal dengan tinggi 1,5 meter dan berdiri di atas silinder pipih. Lempengan aluminium terdapat di kedua sisi, di sana tertulis syair lagu "Halo, Halo Bandung", dan peta lokasi diletakkannya kesepuluh titik perjuangan Bandung Lautan Api. Bunga patrakomala mengihasi stilasi bagian atas, sebagai simbol Kota Bandung sebagai Kota Kembang. 

Sepuluh stilasi Bandung Lautan Api, ditempatkan di sejumlah lokasi yang berbeda, yaitu di depan Bank Tabungan Pensiun Negara (BTPN) Jln. Ir. H. Djuanda, Bank Jabar Jln. Braga, Gedung Asuransi Jiwasraya Jln. Asia Afrika, satu rumah di Jln. Simpang, Jln. Kautamaan Istri, rumah markas Kolonel AH. Nasution Jln. Dewi Sartika, pertigaan Jln. Lengkong Dalam, Jln. Jembatan Baru, SD Asmi di Jln. Asmi, dan satu gereja di Jln. Moh. Toha.

Namun sayangnya, stilasi tersebut kabarnya tidak terawat dengan baik. Bahkan sebagian sudah tampak memprihatinkan dan tidak terlihat selayaknya monumen penanda sejarah. Kerusakan terparah, terjadi pada stilasi yang berada di depan BTPN. Stilasi yang awalnya berbentuk prisma tegak vertikal dengan silinder putih di atasnya, kini hanya tersisa tembok prisma tegak vertikal berwarna putih saja.

Pelat yang berisi informasi jejak Bandung Lautan Api tidak lagi menempel di kedua sisinya. Kerusakan ini ditengarai akibat kelalain pemerintah daerah setempat yang tidak serius melakukan perawatan, serta ulah warga yang memang jauh dari sikap bertanggung jawab. 

Kembali lagi ke lapangan Tegallega yang menjadi lokasi bangunan utama Monumen Bandung Lautan Api. Lapangan ini adalah ikon dari Kota Bandung, tempat berlangsungnya berbagai kegiatan penduduk setempat. Lapangan Tegallega biasanya dipakai untuk kegiatan olahraga, rekreasi keluarga, dan kegiatan jual beli.

Lapangan ini akan ramai di hari libur, seperti Sabtu dan Minggu. Kegiatan utamanya bukan olah ‘raga’ tapi olah ‘mata’ dan ajang bergaya muda-mudi Bandung.

Bandung Lautan Api Tercoreng oleh Bandung Lautan Asmara

Kota Bandung pernah dihebohkan dengan skandal VCD porno yang dikenal sebagai Bandung Lautan Asmara. VCD porno "Bandung Lautan Asmara" diperankan oleh sepasang kekasih yang masih duduk di bangku kuliah, Amed dan Nanda.

VCD yang beredar adalah dokumentasi pribadi mereka. Rekaman video “Bandung Lautan Asmara” menyebar luas di berbagai kalangan masyarakat karena kesalahan Amed ketika mentransfer rekaman videonya di sebuah toko yang memang melayani jasa transfer VCD dan juga jasa syuting pengantin.

Setelah diketahuinya video seks ini ke publik, kedua orang ini dikeluarkan dari kampusnya. Video Bandung Lautan Asmara sangat heboh, mengingat pada saat itu belum banyak beredar dengan bebas video-video porno seperti sekarang. Banyak orang mengatakan bahwa video Bandung Lautan Asmara ini adalah awal munculanya film porno hasil rekamanan video amatir lainnya.

Pada saat itu, video Bandung Lautan Asmara digandakan hingga 15 juta keping VCD dan sudah didownload melalui internet sekitar 30 juta kali sejak 2001. Polisi sudah menemukan penyebar pertama video itu. Selang beberapa tahun kemudian, kembali muncul video Bandung Lautan Asmara jilid kedua.

Itulah kisah Kota Bandung, dari Bandung Lautan Api sampai Bandung Lautan Asmara.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Wawasan Nusantara - Pergolakan Sejarah yang Sulit Selesai
  • Tip Membuat Kalimat Puitis
  • Keindonesiaan dan Identitas Nasional
  • Cara Menanggulangi Polusi Air
  • Tujuh Keajaiban Dunia Kuno
  • Mengupas Keberadaan Es Krim dari ASI
  • Ciri-Ciri Ilmu yang Bermanfaat
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA