Menyapa Bangsa Atlantis, Leluhur Masyarakat Indonesia
Ilustrasi bangsa atlantis
Pernah mendengar bangsa yang memiliki peradaban digdaya 9.500 tahun silam? Ya. Tepat jika Anda menjawab bangsa Atlantis. Bangsa ini telah menjadi pameo untuk semua peradaban prasejarah yang maju dan hilang. Atlantis, rumah pertama peradaban.
Atlantis sendiri berarti 'Pulau Atlas' dalam bahasa Yunani. Pulau legendaris yang pertama kali diperkenalkan oleh Plato (filosof Yunani klasik) dalam buku Timaeus dan Critias pada 360 SM. Pada masa itu cerita Atlantis dari Plato hanya dianggap mitos. Kisah rekaan sang filsuf untuk menggambarkan teori politiknya dan terinspirasi dari peristiwa-peristiwa besar pada masa tersebut.
Kisah Atlantis pada era klasik seringkali dipercayai sebagai lelucon. Fakta-fakta keberadaan Atlantis diragukan. Namun, sejak era modern, cerita Atlantis tidak lagi dianggap sebagai kisah dongeng. Para ahli mulai menggali dan berspekulasi akan keotentikan Atlantis dan bangsa yang mendiaminya.
Teori Mengenai Atlantis
Berbagai teori dan penceritaan ulang pun banyak bermunculan untuk menjelaskan keberadaan Atlantis. Ada Novel Francis Bacon pada 1627 berjudul The New Atlantis (Atlantis Baru). Novel Isaac Newton pada 1728, The Chronology of the Ancient Kingdoms Amended (Kronologi Kerajaan Kuno Berkembang).
Tidak sampai di situ. Bahkan, gagasan mengenai legenda Atlantis digabung dengan cerita-cerita dari "benua hilang" lainnya, seperti Mu dan Lemuria. Spekulasi tempat yang diduga pun tidak kalah semarak. Mulai Samudera Atlantis, pulau-pulau di Laut Tengah, Timur Tengah, Eropa Utara, Benua Antartika, Segitiga Bermuda, Laut Karibia, hingga yang teranyar adalah Kepulauan Indonesia (Nusantara).
Indonesia Adalah Atlantis
Adalah Arysio Nunes dos Santos, dalam bukunya Atlantis: The Lost Continent Finally Found, menyatakan Atlantis terletak di Indonesia. Simpulan ahli dari Brazil ini tentunya tidak hanya berisi asumsi. Beberapa fakta yang ia yakini sebagai petunjuk bahwa Atlantis adalah Indonesia dipaparkan sebagai berikut.
- Atlantis adalah daratan dengan tanah yang subur, curah hujan tinggi, jumlah kayu dan tumbuhan berlimpah (hutan) serta hewan beraneka rupa. Iklim dan kondisi seperti ini hanya ada di daerah tropis yang dimiliki Indonesia.
- Atlantis adalah negara kaya mineral, khususnya orichalcum (tembaga dan kuningan). Adapun Indonesia merupakan penghasil tembaga terbesar ke-3 (tiga) di dunia.
- Atlantis adalah negara kepulauan tempat kekuasaan Atlantis seluas Libya ditambah Asia Kecil. Berada di sebuah pulau yang menguasai pulau-pulau lain dan sebagian benua. Jika dilihat dari hasil gambaran zaman es, ketika Paparan Sunda (Pulau Jawa, Sumatera, Semanjung Malaya, Kalimantan, bersatu dengan Benua Asia), menunjukkan area yang patut diduga sebagai Atlantis. Indonesia pun hingga sekarang dikenal sebagai negara kepulauan.
- Atlantis hancur karena bencana alam yang dahsyat. Jika kita ditelusuri, peristiwa tersebut mirip dengan catatan mengenai letusan Krakatau Purba. Kisah ini ada di sebuah teks Jawa Kuno ( Pustaka Raja Parwa). Menceritakan bencana gempa bumi, air bah (tsunami), dan letusan gunung berapi. Saking dahsyatnya, banyak pulau yang dihuni oleh penduduk menjadi tenggelam. Serupa dengan kisah Atlantis.
Layaknya sebuah legenda, kebenaran Atlantis dan bahwa bangsa yang mendiaminya adalah leluhur masyarakat Indonesia, mungkin akan selalu jadi misteri. Atlantis tetap jadi perdebatan di dunia. Keberadaannya akan senantiasa diklaim di berbagai tempat.
Yang pasti, hingga kini tidak ada satu teori atau penjelasan yang benar-benar valid dan memuaskan. Atlantis tetap terpendam sebagai misteri. Memacu daya kreatif manusia untuk menemukan kebenarannya.

